7 Titik Menyelam di Pulau Sangalaki

Spot Menyelam di Sangalaki. Pic source: AsiaDivingVacation

Spot Menyelam di Pulau Sangalaki. Pic source: AsiaDivingVacation

Kalau di postingan sebelumnya Daily voyagers sudah membahas tentang penangkaran penyu di Sangalaki dan menyinggung sedikit tentang Manta sebagai salah satu primadona pada ekosistem bawah laut di Pulau Sangalaki. Pada kesempatan kali ini, Daily voyagers akan membahas tentang Diving Site yang ada di Pulau Sangalaki.

Seperti yang diketahui, luas taman laut Pulau Sangalaki kurang lebih adalah 280 Ha, area yang cukup luas untuk sebuah taman laut. Dan dari area yang seluas itu tentu akan sangat sulit untuk mencari objek seperti Manta (Manta birostris) atau Penyu apabila kita tidak tau spot-spot di mana mereka biasa bermain dan kapan biasanya mereka bermain. Bisa-bisa waktu diving akan lebih banyak terbuang untuk mencari dari pada menikmati objek tersebut dan ujung-ujungnya kita akan kecewa padahal hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan kita sebagai traveler akan objek wisata yang kita kunjungi.

Sangalaki memiliki beberapa Diving Spot dengan karakteristik yang berbeda-beda di masing-masing tempatnya. Kalau kata orang tua zaman dulu itu, Tak Kenal maka tak sayang, kalau sudah kenal maka akan semakin sayang dan kalau sudah sayang pasti akan dijaga, untuk itu yuk kita kenali Diving Spot yang ada di Sangalaki.

Coral Gardens

Setiap lokasi diving di dunia pasti memiliki tempat yang bernama Coral Gardens, tak terkecuali dengan Sangalaki. Spot yang berada di sebelah barat Pulau Sangalaki ini merupakan surganya terumbu karang. Berada hingga kedalaman 27 meter di bawah permukaan laut, Berbagai bentuk dan warna karang dari genus Acropora dan Alcyonaria ada di Taman ini, baik Soft Coral maupun Hard Coral. Bentangan dari Giant Sea Fan dan liukan indah dari feather stars (crinoid) akan menyambut kita di tempat ini. Beberapa jenis hewan yang berlalu lalang di tempat ini juga tidak kalah menggemaskan. Ada berbagai spesies Angelfish, udang mantis, sotong dan juga anemone. Bagian dasar dari spot ini hanyalah pasir dimana kita bisa bertemu dengan goatfish.
Terkadang disini kita juga bisa menjumpai 1 – 2 Ekor manta yang sedang mencari makan dan juga Penyu Hijau yang secara rutin meletakkan telurnya di Pantai Sangalaki. Coral Gardens di malam hari merupakan waktu dan tempat favorit bagi para Scuba Diver yang menyukai makro Fotografi. Hewan nokturnal seperti kepiting dengan kaki berwana oranye, lobster dan gurita akan keluar, sangat menyenangkan menyelam malam hari di sini. Dari sini kita bisa menuju ke Turtle Town kemudian Sandy Ridge.

Turtle Town

Penyu Hijau adalah daya tarik utama dari Diving Site yang satu ini, Hal tersebut tersirat dari nama Diving Site ini. Di tempat ini voyagers bisa bertemu penyu hijau dengan berbagai ukuran dan berbagai aktivitas, ada yang mungkin sedang makan, ada juga yang mungkin sedang kawin atau sedang bersitirahat. umumnya kalau sedang beristirahat maka kita bisa menemukan mereka bersembunyi di balik batu atau di antara karang. Salah satu alasan mengapa banyak penyu hijau di tempat ini adalah karena terdapat banyak ‘selokan’ dan juga bebatuan di tempat ini yang merupakan tempat ideal penyu untuk berhenti sejenak, baik untuk makan maupun istirahat. Hampir Setiap malam juga ada 2-3 ekor penyu hijau naik ke Pantai Sangalaki untuk bertelur.
Lokasi dari Turtle Town ada di sebelah barat daya pulau sangalaki atau tepatnya setelah Coral Gardens. Bersama dengan penyu di sini kita bisa melihat ikan Buntal yang menggemaskan, Moorish idols atau di Indonesia dikenal dengan istilah ikan kepe-kepe dan bintang laut alias ‘Patrick’. Tempat ini juga cukup bagus untuk belajar menyelam karena permukaan karang disini yang cenderung rata dan visibilitas di tempat ini bagus mulai dari pagi hingga sore.

Sandy Ridge

Tempat ini terkenal karena belut pita birunya yang terletak di dasar laut. Dasar laut yang berpasir membuat belut-belut tersebut suka bersembunyi di baliknya. Selain itu situs ini juga kaya akan hiu kecil, gerombolan kakap & karang halus. Giant Clam juga banyak bisa ditemukan di tempat ini. Waktu yang baik untuk menyelam adalah pagi sampai siang dimana visibilitas bisa mencapai 10-30 Meter dan tempat ini cocok untuk semua penyelam baik scuba ataupun freedive.

Manta Run, Manta Parade, Manta Avenue

Seperti namanya, di spot yang terletak di barat laut Sangalaki ini kita bisa melihat parade Manta. Saat voyagers sedang asyik menikmati keindahan karang pada kedalaman 28 M mungkin Manta sedang asyik berputar-putar di atas kita. Tidak jarang saat kita sedang asyik menikmati karang atau Nudibranch atau dalam bahasa Indonesia yang dikenal dengan Kelinci Laut, tiba-tiba bayangan gelap besar menutupi kita dan saat melihat ke atas kita bisa melihat sekelompok manta yang terdiri dari 20-50 Ekor.
Melihat manta dalam kelompok kecil sangat menyenangkan tapi melihat Manta dalam Kelompok yang jauh lebih besar sungguh merupakan pengalaman yang jauh lebih luar biasa. Selama kita bisa mengikuti kecepatan manta maka kita juga bisa berenang bersama manta, meluncur dan menukik bersama mereka. Melihat Manta berenang mengingatkan akan Pesawat Jet yang sedang terbang di angkasa dan memang faktanya Manta Hitam itu seperti kapal Stealth Bomber (Kapal Siluman).
Topografi menyelam di Sangalaki ini diawali oleh Manta Avenue yang merupakan serangkaian karang-karang di mana selain bertemu Manta kita juga bisa bertemu dengan ikan Gobi (Fire Gobies and Dncing Gobies). Setelah itu barulah memasuki Manta Parade dimana susunan terumbu karangnya berbentuk seperti bukit yang naik dan turun. Disini karang-karang kecil, Gorgonian, Giant Barrel Sponge (Xestospongia muta) terletak di bagian permukaan dan diramaikan dengan timun laut dan Crinoid. Bersama mereka masih ada lagi Anemon dan teman setianya yaitu ikan badut alias Nemo.
Ketika kita mulai melihat karang-karang berbatu yang muncul ke permukaan berarti voyagers sudah sampai di Manta Run. Di sini kita akan bertemu lebih banyak Gorgonian , Sponge dan karang halus.

Manta Cleaning Station

Ternyata Manta juga membutuhkan waktu untuk membersihkan dirinya setelah sibuk mencari makan dan bermain-main lho. hal ini dibuktikan di spot ini. Sesaat setelah tiba di tempat ini maka Manta akan langsung dihampiri oleh ikan remora dan ikan pemakan parasit lainnya. Permukaan Kulit Manta yang seperti kertas pasir ternyata sumber makanan untuk hewan lain dan salah satu pelanggan Favoritnya adalah ikan remora. Ini merupakan tempat yang sangat menarik dimana kita bisa melihat Manta dengan sabarnya berdiam diri menikmati badannya dibersihkan oleh Remora, parasit yang menempel pada Insang dan siripnya benar-benar langsung dibersihkan.

Channel Entrance

Ini merupakan tempat paling aman untuk menyelam. tempat ini memiliki dasar yang berpasir dan terumbu karang yang datar. Tingkat kecerahan air disini mulai dari bagus sampai jelek tergantung dari musimnya. Di Spot ini banyak ikan-ikan kecil dan tempat ini juga sangat aman untuk melakukan penyelaman di malam hari.

Lighthouse Reef

Lokasi tempat ini berada di bagian timur pulau Sangalaki. Kapal yang kita gunakan harus bersandar di mercusuar yang membuat tempat ini bernama seperti itu, dan di tempat inilah menyelam akan dimulai. Di tempat ini terdapat 2 bangkai kapal. Kapal yang pertama atau yang lebih tua dikenal sebagai tempat perkembangbiakan karang halus dari spesies dendronephthya dan juga anemon laut. terdapat juga Clownfish, Jawfish, Kerapu dan belut pita yang bersembunyi di bawah bangkai kapal.

Source: Dive-The-World

I think you have to know who you are. Get to know the monster that lives in your soul, dive deep into your soul and explore it.

— Tori Amos

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah | IG: @dgoreinnamah | FB: dgoreinnamah | youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...