#MeetandTrip05 Bersama Derawan Fisheries Part 1

Derawan, Sebuah kepulauan di timur kalimantan yang terdiri dari beberapa pulau eksotis ini memang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Kembali lagi ke gratisan tadi, ternyata gratisan traveling ke Derawan itu bukan omong kosong belaka, lho. Akhir maret lalu, Indonesia Paradise melalui akun instagram officialnya (@indonesia_paradise) memberikan hadiah trip gratis ke Derawan selama 4 hari 3 malam untuk 22 orang yang beruntung. Hadiah trip gratis tersebut diberi nama #MeetandTrip05 dan diadakan tanggal 12-15 Mei 2016. Acara #meetandtrip05 tersebut juga disponsori oleh Derawan Fisheries (berita dan syarat-syarat untuk ikut #MeetandTrip05 bisa dibaca disini). Buat yang belum tau soal Derawan Fisheries, Dailyvoyagers kasih info sedikit, ya. Derawan Fisheries merupakan penginapan paling nyaman di Derawan yang lokasinya berada tepat di atas laut. Peserta yang beruntung hanya perlu membawa badan, alat dokumentasi, HP dengan koneksi internet yang mumpuni untuk upload moment disana, dan sedikit baju ganti karena hal-hal lain seperti makanan, transportasi, dan penginapan sudah disediakan oleh Derawan Fisheries.

Meet and Trip 05 Sponsored by Derawan Fisheries

Meet and Trip 05 Sponsored by Derawan Fisheries

Awalnya, acara #MeetandTrip05 ini hanya diperuntukkan bagi 16 orang saja dan akan diselenggarakan pada tanggal 26-29 Mei 2016. Namun karena banyaknya permintaan untuk ikut acara tersebut dan pertimbangan cuaca serta kondisi di sana maka jumlah peserta ditambah hingga menjadi 22 orang dan acara dipercepat menjadi 12-15 Mei 2016. Setelah proses pemilihan peserta yang dilakukan kurang lebih selama 1 bulan oleh Derawan Fisheries dan Indonesia Paradise, terkumpullah 22 orang Travel Blogger yang beruntung untuk mengikuti acara tersebut dan Dailyvoyagers masuk dalam list peserta tersebut. Pada kesempatan kali ini Dailyvoyagers diwakili oleh gw sendiri. Untuk mewadahi semua keluh kesah, perkenalan, pertanyaan, serta ajakan untuk beli tiket bareng dan berangkat bareng maka dibuatlah sebuah grup whatsapp yang terdiri dari 22 orang  yang beruntung tadi ditambah Mas Harry selaku pemilik dari Derawan Fisheries, Mas Ringga dan Mas Daniel dari Derawan Fisheries, serta Mas Angga dari Indonesia Paradise.

Muka-muka peserta dan panitia #MeetandTrip05

Muka-muka peserta dan panitia #MeetandTrip05

Setelah melalui berbagai macam drama yang terjadi di Grup Whatsapp tersebut, akhirnya terbentuklah 2 kubu, yaitu kubu yang berangkat tanggal 11 Mei 2016 dan Kubu yang berangkat tanggal 12 Mei 2016. Kalau menurut perjanjian awal dengan panitia, peserta akan dijemput di Bandara Kalimarau, Berau 12 Mei 2016 sebelum jam 12:00 WITA. Terus gimana peserta yang berangkat tanggal 11 Mei? Apakah harus menginap di Hotel dengan biaya sendiri? Wah, bisa ngeluarin biaya tambahan dong kalau begitu. Tapi ternyata tidak, Mas Harry ini orangnya baik banget, Peserta yang berangkat tanggal 11 Mei 2016 beliau jemput langsung dan diajak menginap di hotel, baru keesokan harinya berangkat lagi untuk menjemput peserta lainnya di Bandara Kalimarau.

Bandar Udara Kalimarau

Bandar Udara Kalimarau

Hari Pertama

Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Kubu yang berangkat tanggal 12 Mei 2016 dijemput langsung oleh Mas Harry dan tim + Mas Angga dari Indonesia Paradise. Tidak ada kesulitan yang bagi kami untuk saling mengakrabkan diri saat bertemu muka pertama kali karena kita sudah pernah bersapa di dunia maya sebelumnya. Sayangnya rencana hari ini tidak berjalan mulus. Beberapa dari kami yang berjanji untuk berangkat tanggal 12 Mei 2016 tidak dapat tiba sebelum jam 12:00 WITA sesuai dengan perjanjian. 5 Peserta yang menggunakan maskapai L*on Air harus mundur jadwal tibanya (sekitar pukul 12:20 WITA), karena jadwal keberangkatan mereka diundur. Ya gak heran sih emang sama maskapai satu itu yang suka telat atau mengubah jadwalnya semau mereka. Akhirnya, Peserta #MeetandTrip yang tiba lebih dahulu di bandara langsung diangkut ke rumah Pak Bupati dengan menggunakan bis Pemda dan 5 orang peserta yang terlambat akan dijemput kembali setelah mereka tiba.

Bus yang digunakan untuk mengangkut peserta #meetandtrip05

Bus yang digunakan untuk mengangkut peserta #meetandtrip05

Kami tiba di rumah orang nomor 1 di Berau ini sekitar pukul 12:00 WITA setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit. Kami disambut oleh mas Erwin dan tim dari Manggaran Crew, yaitu tim yang dipersiapkan untuk mendokumentasikan acara #MeetandTrip05 ini. Agenda yang pertama hari ini adalah makan siang bersama Pak Bupati, Bapak Muharram. Saat kami tiba ternyata Pak Bupati belum ada di tempat, mungkin beliau masih sibuk dengan pekerjaannya untuk menata Kabupaten Berau. Menunggulah kami di saung yang ada di halaman rumah pak Bupati tersebut. Setelah menunggu kurang lebih selama 30 Menit, akhirnya kabar gembira pun hadir. Pak Bupati yang kami tunggu-tunggu terlihat turun dari mobil dinasnya dan menyalami kami para peserta #MeetnTrip05 satu persatu.

Tempat kami menunggu Pak Bupati Datang

Tempat kami menunggu Pak Bupati Datang

Sepertinya Pak Bupati tahu kalau kami sudah lapar. Jadi tanpa berlama-lama, beliau langsung mengajak kami masuk ke dalam rumahnya dan mempersilahkan kami untuk mengambil makanan yang sudah dipersiapkan. Di sela-sela makan siang, Pak Bupati berterima kasih kepada Mas Harry & tim dan juga peserta #MeetandTrip05 kali ini. Beliau berterima kasih karena acara ini turut membantu mempromosikan pariwisata di Berau khususnya Derawan kepada orang di luar sana. Beliau juga berpesan agar kami menjadi Traveler yang bertanggung jawab dan tetap menjaga keindahan Kepulauan Derawan. Setelah selesai makan, seluruh Panitia dan Peserta #MeetandTrip05 berfoto bersama Pak Bupati sekaligus memulai acara pelepasan oleh pak Bupati agar kami dapat segera memulai acara #MeetandTrip05 tersebut.

Makan Siang bersama Bupati Berau sebelum berangkat ke Tanjung Batu

Makan Siang bersama Bupati Berau sebelum berangkat ke Tanjung Batu

Dari Rumah Pak Bupati sekitar pukul 14:00 WITA kami langsung bertolak ke Pelabuhan Tanjung Batu dengan menggunakan Bus. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam, yang cukup membuat pantat kami pegal. Perjalanan tersebut harus melalui jalan yang berkelok-kelok membelah hutan. Awalnya sih jalanannya masih terbuat dari aspal yang solid, namun lama kelamaan jalur berubah menjadi berbatu dan tidak mulus yang membuat bus yang kami tumpangi bergetar terus sepanjang sisa perjalanan dan membuat kami yang sedang tertidur lelap sampai mangap-mangap dan sedikit meneteskan iler langsung terbangun.

Perjalanan dari Tempat Pak Bupati menuju Pelabuhan Tanjung Batu

Perjalanan dari Tempat Pak Bupati menuju Pelabuhan Tanjung Batu

Setibanya di Pelabuhan Tanjung Batu, kami buru-buru turun dari bus untuk meluruskan kaki yang sudah ditekuk terlalu lama. Dari Pelabuhan Tanjung Batu ini kami masih harus menyebrang lagi kurang lebih selama 30 Menit dengan menggunakan kapal cepat sebelum akhirnya tiba di Derawan. Tanjung Batu Bukanlah pelabuhan yang besar, berbeda dengan pelabuhan SDF yang berada di provinsi tetangga, Kalimantan Utara. Kalau boleh membandingkan dengan Pelabuhan SDF, Pelabuhan Tanjung Batu ini masih memiliki banyak kekurangan dan salah satu yang kritikal adalah tidak adanya Pom Bensin khusus speedboat sehingga seringkali kapal-kapal di sini mengalami kesulitan BBM. Jika warga di Derawan membutuhkan BBM untuk kapal-kapal mereka, mereka harus membawa beberapa jerigen ke pom bensin terdekat (yang di mana lokasi sebenarnya pun juga jauh) lalu membawa jerigen-jerigen berisi BBM tersebut kembali untuk kemudian diisikan ke Speedboat mereka. Cara pengisian BBM seperti ini tidaklah efektif dan cenderung memakan cost lebih banyak. Hal ini juga membuat potensi penimbunan BBM menjadi sangat besar. Semoga saja Pak Bupati Berau melihat tulisan gw ini sehingga jalan ke Tanjung Batu  perlahan mulai dibetulkan dan pembuatan SPBU khusus speedboat dapat segera direalisasikan. (Aminnnnn!!!)

Tanjung Batu

Tanjung Batu

Pelabuhan Tanjung Batu. pic via @derawanfisheries

Pelabuhan Tanjung Batu. pic via @derawanfisheries

Ombak ternyata sedang bersahabat, kami bisa tiba di Derawan dengan waktu tempuh kurang dari 30 Menit. Setibanya di Derawan, Mas Harry, Mas Angga, Mas Ringga dan Mas Daniel langsung membawa kami ke Derawan Fisheries, tempat penginapan yang nyaman dan kece dimana para peserta #MeetandTrip05 akan menginap selama 3 malam. Belum sempat kami meletakkan tas bawaan kami, beberapa orang warga sekitar yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak langsung menyambut kami dengan Tarian Daling-daling. Tarian Daling-Daling ialah Tarian tradisional suku Bajau yang terkadang memang digunakan untuk menyambut tamu. Tanpa berlama-lama, beberapa dari kami pun langsung ikut menari bersama mereka dan peserta lainnya mengabadikan moment penyambutan tersebut.

Tarian Daling, tarian yang digunakan suku bajau untuk menyambut tamu

Tarian Daling, tarian yang digunakan suku bajau untuk menyambut tamu

Usai tarian penyambutan, kami diberi waktu bebas sambil menunggu pembagian kamar. Beberapa peserta wanita yang sudah mengetahui lewat internet bahwa Derawan Fisheries ini terkenal dengan sunset indahnya pun langsung menuju spot tersebut. Sunset view point, begitulah tempat itu diberi nama. Tempat yang berada di paling ujung Derawan Fisheries ini langsung ramai. Dengan cepat para wanita saling bahu membahu untuk foto dengan latar belakang matahari terbenam, mereka tidak ingin kehilangan moment sunset yang meskipun pada saat itu sedikit tertutup awan tetapi masih tetap layak untuk diabadikan.

Sunset Point di Derawan Fisheries

Sunset Point di Derawan Fisheries

Tepat setelah matahari benar-benar beristirahat dan hari berganti malam, hasil pembagian kamar pun keluar. Ada 6 kamar berisi 3-4 orang pada masing-masing kamar. Kami pun dipersilahkan untuk beristirahat sejenak dan membilas tubuh. Benar saja, keringat yang melekat di baju kami sedari siang itu baunya sudah tidak karuan, Kalimantan Timur memang cukup panas pada siang itu. Setelah semua selesai mandi, kami pun diminta untuk langsung menuju ke ruang makan, ternyata hidangan makan malam sudah tersedia. Kami benar-benar dimanjakan pada hari itu oleh Derawan Fisheries. Bermacam hidangan seafood semua ada di atas meja. Sebut saja cumi, ikan laut, sampai lobster yang sebesar botol minum kemasan ukuran 1,5 liter pun tersaji di atas meja tersebut. Semua orang, baik dari pihak panitia dan peserta terlihat senang pada malam itu.

Lobster siap santap. pic via @aqied

Lobster siap santap. pic via @aqied

Sajian Hidangan Makan Malam di Derawan Fisheries

Sajian Hidangan Makan Malam di Derawan Fisheries

Makan malam ditutup dengan hidangan pencuci mulut khas Derawan yang diberi nama Tehe-tehe. Tehe-tehe merupakan cangkang bulu babi yang diisi oleh beras ketan dan bagian atasnya diikat dengan menggunakan daun pandan. Sedikit lucu memang bentuknya namun rasanya sungguh lezat. tidak mudah untuk menyajikan Tehe-tehe ini karena kalau salah maak bisa-bisa tehe-tehe menjadi lembek dan tidak enak untuk dimakan. Seusai mulut lelah mengunyah Tehe-tehe, kami dipersilahkan untuk beristirahat karena akan banyak kegiatan yang akan di lakukan esok hari.

Ini dia bentuk dari Tehe-tehe. Pic via puspitaputria

Ini dia bentuk dari Tehe-tehe. Pic via puspitaputria

Let us always meet each other with smile, for the smile is the beginning of love.
–Mother Theresa
For More Info about Derawan Fisheries

Harry Gunawan (Owner)
Water Cottages and Tour Operator
Handphone: 081351319338
Email: Derawanfisheries88@yahoo.com

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah |
IG: @dgoreinnamah |
FB: dgoreinnamah |
youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...