Mengenal Beberapa Istilah dalam Freediving

Buat yang sudah mengenal dunia Freediving, pasti sudah tahu kalau freediving itu bukan hanya sekedar menyelam dengan satu tarikan nafas tapi juga banyak istilah yang harus dipelajari untuk menunjang pengetahuan voyagers dalam mempelajari freediving itu sendiri. Nah, untuk yang baru mulai berkecimpung di dunia freediving ini, ada bagusnya bila sudah dibekali sedikit dengan istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia freediving ini. Tujuannya untuk apa? Agar ketika salah seorang teman atau instruktur mengucapkan kalimat tersebut, atau ketika voyagers membaca terminologi tersebut di internet atau sebuah buku maka voyagers sudah langsung tau apa arti dari istilah tersebut.

Sebagai contoh, suatu ketika saat voyagers sedang berada di kolam renang untuk latihan freediving, mungkin voyagers akan mendengar salah seorang teman berkata kepada kita, “eh, hari ini mau latihan apa? DNF aja atau DNF + DYN nih?” atau mungkin juga voyagers mendengar seorang freediver lain berteriak, “Eh buruan tolongin tuh si A. Dia BO toh keliatannya“. Kalau voyagers tidak terbiasa atau bahkan tidak mengenal istilah tersebut pasti voyagers akan bingung sembari berpikir, “DNF dan DYN itu apaan ya? makanan apa itu?” atau juga “orang BO itu apaan sih? kok mesti ditolongin sih? gimana nolongnya?“.

Nah, berawal dari kegelisahan itulah maka Daily Voyagers ingin berbagi sedikit pengetahun yang mungkin bisa sedikit membantu kalian yang ingin belajar Freediving atau sedang belajar namun belum tau banyak istilah-istilah yang sering disingkat tersebut. Berikut ini adalah terminologi yang sering digunaan pada olah raga Freediving:

  1. AIDA
    Singkatan dari Association Internationale pour le Développement de l’Apnée. Salah satu lembaga Freediving Internasional.
  2. Aerobic
    Metabolisme dengan oksigen, butuh oksigen untuk bernafas.
  3. Air Embolism (Emboli Udara)
    1: Gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah yang disebabkan oleh gelembung udara. Sebagai contoh adalah komplikasi yang terjadi pada scuba diving [sinonim: Aeroembolism].
    2: Nyeri yang terjadi akibat perubahan tekanan yang terlalu cepat. [sinonim: Penyakit Dekompresi, aeroembolism, Penyakit caisson]
  4. Anaerobic
    Bukan aerobik, metabolisme yang tak membutuhkan oksigen atau aktivitas yang membuat tubuh berutang oksigen.
  5. Anaerobic Metabolism (Metabolisme Anaerobik)
    Penciptaan energi melalui pembakaran Karbohidrat karena ketiadaan oksigen. Hal ini terjadi ketika Paru-paru tidak dapat menempatkan cukup oksigen ke dalam aliran darah untuk bersaing dengan permintaan-permintaan energi dari otot.
  6. Apnea
    Berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Tanpa atau tidak bernafas”.
  7. Ascent BO
    Sebuah Blackout yang terjadi saat penyelam menuju ke atas setelah melakukan penyelaman. Biasanya terjadi saat 10-15 Terakhir sebelum mencapai permukaan.
  8. Ascent Rates
    Kecepatan pada satu titik dimana penyelam menuju ke atas setelah melakukan penyelaman.
  9. Barotraumas
    Sebuah cedera yang disebabkan akibat perubahan tekanan yang terlalu cepat atau ekstrim.
  10. Bi-fins
    Fin renang tradisional. satu fin untuk setiap kaki.
  11. Blackout
    Kehilangan kesadaran yang terjadi selama melakukan aktivitas menahan nafas.
  12. Blood PH
    Tingkat Asam / basa dalam darah.
  13. Blood Shift
    Terkait dengan refleks menyelam pada mamalia — Untuk mencegah agar kita tidak tumbang pada saat mengalami tekanan yang besar, dinding paru-paru akan terisi oleh darah dari bagian-bagian tubuh yang lain.
  14. BO
    Singkatan dari Blackout.
  15. Bottom Time
    Waktu yang dihabiskan di dalam air selama menyelam ketika melakukan freediving.
  16. Bradycardia
    Bagian dari refleks menyelam pada mamalia: Memperlambat denyut jantung dan nadi.
  17. Breathing Oxygen
    Menghirup oksigen murni sebagai salah satu persiapan untuk meningkatkan waktu seseorang untuk bertahan lebih lama di dalam air.
  18. Breath Up
    sebuah kumpulan prosedur pernapasan yang harus dilakukan sebelum melakukan penyelaman dalam waktu yang cukup lama — Digunakan untuk membangun kapasitas tubuh dengan tujuan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di bawah air dengan satu kali tarikan nafas.
  19. Carp Breathing
    Lihat →Packing.
  20. Certifying Agencies
    Sebuah lembaga freediving resmi yang memiliki kewenangan untuk mengesahkan rekor-rekor berbeda yang terjadi di level lokal, nasional dan dunia.
  21. Clogged Ear (Telinga Tersumbat)
    Kondisi dimana saluran telinga pada bagian telinga terluar mengalami gangguan atau penyumbatan. Biasa juga disebut dengan Swimmers ear (Telinga Perenang).
  22. CMAS
    Sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk mempromosikan SCUBA diving dan olahraga bawah air lainnya. Organisasi ini didirikan oleh J.Y. Costeau.
  23. CO2 Narcosis
    Keracunan yang dihasilkan akibat terlalu tingginya kadar Karbon dioksida dalam darah.
  24. CO2 tolerance
    Batas toleransi dimana karbon dioksida boleh berada dalam darah.
  25. Collapsed Lung
    Kegagalan Paru-paru, atau biasa disebut juga dengan Pneumothorax, mengakibatkan kegagalan jaringan baik itu sebagian atau seluruh bagian pada paru-paru sehingga oksigen tidak dapat diserap ke dalam aliran darah dengan cara yang normal. Perubahan tekanan selama menyelam dapat menjadi penyebab kerusakan jaringan pada paru-paru ini. lihat juga →Pneumothorax.
  26. Constant Ballast
    lihat juga → Constant Weight.
  27. Constant Weight (CWT)
    Merupakan salah satu disiplin ilmu yang ada dalam freediving: Menyelam sedalam mungkin dan kembali ke permukaan dengan tanpa menggunakan alat bantu mekanik atau tali. Berat si penyelam harus tetap sama selama melakukan penyelaman dan kembali lagi ke atas.
  28. Kontraksi
    Kondisi dimana kita ingin bernapas. Setelah menahan nafas beberapa waktu, lama kelamaan tubuh kita akan mengalami kondisi kekurangan oksigen. Diafragma akan mulai bergetar dan akan mengalami beberapa kali kontraksi atau kejutan yang mengingatkan tubuh kita kalau sudah waktunya untuk mengambil nafas.
  29. Cramps (Keram)
    Sebuah kondisi dimana otot menegang secara tiba-tiba — biasanya ketika hal ini terjadi maka bagian tersebut akan sangat sakit. Keram umumnya terjadi pada bagian kaki (leg) pada perenang dan freedivers.
  30. Crazy Cuban
    Istilah untuk menyelam sedalam mungkin tanpa menggunakan bantuan apapun. Tanpa Mask, fins, atau pemberat. Kegiatan menyelam model ini sangat suka dilakukan oleh freediver Sebastian Murat.
  31. DCI
    Lihat→Decompression sickness (Penyakit Dekompresi). Akronim dari Decompression Illness.
  32. DCS
    Lihat→Decompression sickness (Penyakit Dekompresi).
  33. Decompression (Dekompresi)
    Prosedur yang digunakan oleh para penyelam Scuba untuk menyerap kembali nitrogen yang ada pada aliran darah selama penyelaman yang lama dan cukup panjang.
  34. Decompression Chamber (Ruang Dekompresi)
    Sebuah ruangan bertekanan yang digunakan untuk mereproduksi kembali tekanan yang ditemukan pada kedalaman yang dalam. Biasanya ruangan ini digunakan untuk menolong pemulihan para penyelam yang mengalami penyakit dekompresi.
  35. Decompression Sickness (Penyakit Dekompresi)
    Gangguan fisiologis yang disebabkan oleh penurunan secara cepat pada tekanan atmosfer, yang mengakibatkan pelepasan gelembung nitrogen pada jaringan tubuh,
  36. DEMA Dive Show
    DEMA merupakan sebuah singkatan dari Diving Equipment and Marketing Asociation. Sebuah organisasi dagang.
  37. Depth Adaptation
    Kapasitas paru-paru untuk dapat beradaptasi dengan tekanan yang terjadi pada setiap kedalaman yang baru.
  38. Dive Computers
    Komputer yang dapat mengukur kedalaman dan waktu yang dihabiskan di setiap kedalaman. komputer ini juga menghitung rekomendasi banyaknya dekompresi yang diperlukan oleh penyelam.
  39. Diving Response
    Menurunkan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah dalam tubuh yang menyebabkan darah diarahkan ke otak dan jantung untuk menjaga fungsi-fungsi yang vital tetap aktif.
  40. Dizziness
    Disorientasi pada sistem keseimbangan — Vertigo.
  41. Dry Static
    Apnea statik yang dilakukan tidak di dalam air.
  42. Dynamic Apnea with fins (DYN)
    Sebuah cabang disiplin ilmu dalam freediving dimana kita berenang sejauh mungkin dibawah air dengan menggunakan fins.
  43. Dynamic Apnea without fins (DNF)
    Sebuah cabang disiplin ilmu dalam freediving dimana kita berenang sejauh mungkin dibawah air tanpa dengan menggunakan fins.
  44. Ear Jamming
    Ketika tabung Eustasius pada telinga tertutup dan tidak ada tekanan yang nampaknya mampu membukanya selama menyelam.
  45. Embolism
    Lihat→Air Embolism
  46. Empty Lung Dives
    Mengacu pada “penyelaman bertekanan negatif” dimana freediver menyiapkan paru-paru mereka untuk penyelaman yang sangat dalam dengan mengosongkan paru-paru mereka dan menyelam beberapa meter. Kurangnya tekanan udara di dalam paru-paru mensimulasikan penyelaman ke kedalaman yang lebih dalam dan berguna untuk pemanasan.
  47. Ekualisasi
    Sebuah tindakan untuk menyamakan tekanan antara telinga bagian tengah dengan telinga bagian luar. Ada dua teknik yang utama yaitu Valsava dan Frenzel
  48. Tabung Eustasius
    Sebuah tabung yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan nasofaring dan memungkinkan pemerataan tekanan pada kedua sisi gendang telinga.
  49. Failure depth, Breakpoint
    Kedalaman dimana ternyata tekanan paru-paru ternyata negatif dan dibawah itu sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk membawa membawa udara dalam mulut untuk melakukan ekualisasi.
  50. Fire Breathing
  51. Fluid Goggles
    Kaca mata menyelam yang berisi cairan sebagai pengganti udara untuk menghindari penggunaan udara yang menutupi masker saat melakukan ekualisasi.
  52. Free Ascent Dangers
    Bahaya yang terjadi saat menuju ke atas setelah menyelam, dapat berupa penyakit dekompresi (penyakit ini jarang sekali menyerang freediver), blackout pada kedalaman yang dangkal (SWB (Shallow Water Blackout)) bahaya yang paling sering menyerang freediver, Peregangan berlebihan dari paru-paru setelah diisi udara dalam jumlah yang besar (ini juga sangat jarang terjadi).
  53. Free Immersion (FIM)
    Salah satu disiplin ilmu dalam freediving: Menyelam sedalam mungkin dengan tanpa menggunakan fin dan kita menggunakan bantuan tali untuk menarik diri kita ke bawah dan ke atas.
  54. Freediving
    Salah satu seni dalam menyelam dimana untuk melakukannya kita tidak menggunakan alat bantu nafas apapun. Freediving sifatnya bisa kompetitif atau hanya rekreasional.
  55. Frenzel
    Sebuah tehnik dalam melakukan ekualisasi dimana melibatkan penggunaan lidah sebagai piston untuk memaksa udara melewati tabung eustasius.
  56. Haemoglobin
    Protein yang ada dalam sel darah merah yang menggabungan dan membawa oksigen ke selurh tubuh, dan memberikan warna merah pada darah.
  57. Heavy Packing
    Memberikan jumlah udara yang sangat besar ke dalam paru-paru. Beberapa freediver mampu memasukkan udara extra hingga 4 Liter ke dalam paru-paru mereka.
  58. HMS Dolphin
    Sebuah kolam renang khusus dengan kedalaman 30 meter yang ada di Inggris yang dirancang untuk melatih para awak kapal selam untuk melarikan diri dari kapal selam pada kedalaman 30 meter dengan satu tarikan nafas. Para freediver jug aboleh menggunakan kolam ini, tentunya dengan membayar biaya masuk.
  59. Hook Breathing
    Mengambil nafas yang dalam setelah melakukan tahan nafas dalam waktu yang cukup lama dan berusaha keras atas hal tersebut selama beberapa detik untuk mempercepat transfer oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh serta memaksa darah untuk menuju ke kepala dan menjaga Oksigen tetap bergerak atau terdistribusi.
  60. Hyperbaric Chamber (Ruang Hiperbarik)
    Sebuah ruangan bertekanan yang memungkinkan untuk melakukan pendistribusian oksigen dengan konsentrasi yang lebih tinggi untuk tujuan pengobatan. Sangat berguna untuk mengobati penyakit dekompresi.
  61. Hyperbaric Oxygen Therapy (Terapi Oksigen Hiperbarik)
    Sebuah pengobatan dengan cara pemberian oksigen ke dalam satu ruangan dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfer di laut. Hal ini dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk emboli gas dan udara dn juga untuk penyakit dekompresi.
  62. Hypercapnia
    Terlalu banyak Karbon dioksida dalam darah.
  63. Hyperoxia
    Terlalu banyak oksigen dalam darah.
  64. Hyperventilasi
    Proses pengambilan nafas secara berlebihan dengan meningkatkan laju respirasi atau meningkatkan kedalaman respirasi, atau keduanya.
  65. Hypocapnia
    Penurunan kadar karbon dioksida dalam darah, yang mungin terjadi akibat melakukan hiperventilasi dan akan membuat lebih cepat bblackout dari kondisi yang biasanya.
  66. Hypothermia
    kondisi ketika suhu badan seseorang turun dibawah normal karena suhu udara dingin ekstrim yang terjadi. Ini salah satu kondisi yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.
  67. Sistem Menyelam Hipotermik
    Sebuah sistem yang dirancang oleh Eric Fatah dengan mengambil keuntungan dari suhu yang ada untuk mencegah terjadinya hipotermia sehingga meningkatkan refleks menyelam untuk dapat menyelam lebih dalam.
  68. Hypoxemia
    Kondisi oksigen yang berada di bawah normal pada arteri yang menimbilkan hipoksia.
  69. Hypoxia
    kondisi dimana pasokan oksigen ke seluruh jaringan lebih rendah dari normal meskipun ada cukup darah dengan jumah yang normal pada jaringan tersebut.
  70. IAFD
    Singkatan dari International Association of Free Divers – Sebuah badan yang mengajarkan tentang Freediving, kurang begitu aktif.
  71. Lactic Acid (Asam Laktat)
    produk hasil metabolisme karbohidrat tanpa menggunakan oksigen (Metablosime Anaerob). Meskipun digunakan sebagai bahan bakar oleh jantung, asam laktat yang berlebih dapat memperlambat kontraksi oto rangka, membuat kita berjalan lambat.
  72. LMC
    Singkatan dari Lose Motor Control — juga lebih dikenal dengan istilah Samba. Hal ini terjadi ketika otot-otot hampir tidak memiliki oksigen dan menderita kejang. Ini biasanya terjadi sebelum BO.
  73. Lung Fluid
    Sebuah cairan yaitu plasma yang mengisi dinding paru-paru (Alveolis) yang merupakan sebuah respon terhadap meningkatnya tekanan pada suatu kedalaman, umumnya terjadi pada kedalaman 50 Meter tetapi bisa bervariasi sedikit tergantung dari berapa banyak udara yang ada di paru-paru anda dan volume residu anda. Cairan tersebut berfungsi untuk melindungi paru-paru dan organ-organ lainnya.
  74. Lung Packing
    Lihat →Packing.
  75. Lung Squeeze
    Lihat → Pulmonary Edema
  76. Latihan Paru-Paru
    Sebuah latihan yang ditujukan pada paru-paru agar memiliki kekuatan dan kapasitas lebih.
  77. Lung Volume (Volume Paru-paru)
    Jumlah udara yang ada di paru-paru, juga bisa dikenal dengan istilah TLC.
  78. Mammalian Diving Reflex
    Lihat → Diving Response.
  79. Mask Air
    Jumlah udara yang ada pada masker. Ada 2 masker yaitu Low Volume dan High Volume. Umumnya para Freediver lebih memilih yang Low Volume karena lebih mudah untuk melakukan ekualisasi.
  80. Mask Pumping
    Sebuah teknik untuk memanfaatkan udara yang ada pada masker selama proses naik. Lihat → Rebreathing.
  81. Mask Volume
    Lihat →Mask Air.
  82. Middle-Ear Barotrauma
    Masalah pada telinga bagian tengah karena perubahan cepat yang terjadi pada tekanan. Umumnya terjadi pada saat para penyelam sedang menuju ke atas setelah melakukan penyelaman ketika tekanan di telinga bagian luar berkurang lebih cepat daripada yang ada di bagian dalam. Juga dikenal sebagai “Reverse Squeeze”.
  83. Monofins
    Sebuah fin yang desainnya dibuat berdasarkan ekor lumba-lumba. Kedua kaki masuk ke dalam bagian monofin, tidak terpisah seperti bi-fins. Meskipun akan sulit saat pertama kal menggunakannya namun monofin memberikan kekuatan yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bi-fins.
  84. N2 Narcosis
    Lihat →Nitrogen Narcosis
  85. Narcosis
    Lihat →Nitrogen Narcosis
  86. Negative Pressure Dives
    Lihat →Empty Lung Dives
  87. Newbie
    Seorang yang baru dalam melakukan suatu aktifitas tertentu, seorang pemula.
  88. Nitrogen Narcosis
    Kondisi mental yang mirip dengan Euforia, mabuk dan disorientasi yang disebabkan oleh efek narkotika dari nitrogen pada udara yang ada di tekanan tinggi. Para Diver umumnya menunjukkan perilaku yang berbahaya seperti melepaskan peralatan di bawah laut, juga dikenal dengan isitilah “Rapture of the Deep”.
  89. No Limits
    Salah satu disiplin ilmu dalam freediving: menyelam sedalam mungkin dengan alat bantu (biasanya sled: kereta luncur) dan naik kembali dengan menggunakan balon udara atau sejenisnya
  90. Nose Clip
    Sebuah alat yang berfungsi untuk menutup lubang hidung untuk mencegah air masuk atau udara keluar.
  91. O2 levels
    Level oksigen dalam darah.
  92. Oxygen narcosis
    Lihat →Oxygen Toxicity.
  93. Oxygen Toxicity
    Terjadi ketika tekanan oksigen lebih tinggi 1 bar (tekanan normal) atau kadar oksigen lebih tinggi dari 21%. Gejala yang dialami dapat berupa kelelahan saat bernapas, otot berkedut, kecemasan, kebingungan, Inkoordinasi, dan kejang-kejang termasuk kelainan visual dan auditif.
  94. Pack Stretching
    Pergangan dari paru-paru akibat diberikan udara yang lebih.
  95. Packing
    Teknik spesial untuk mengisi paru-paru dengan udara lebih dari yang biasa dilakukan.
  96. PaCO2
    Tekanan yang ditimbulkan oleh CO2 yang terlarut dalam darah.
  97. PB
    Akronim dari “Personal Best”
  98. Peripheral Vasoconstriction (Vasokonstriksi Perifer)
    Telah terbukti pada kedalaman, pembuluh darah menyempit dan aliran darah didorong dari anggota tubuh ke organ-organ tubuh yang konsumsi oksigennya sangat kritikal, yaitu jantung dan otak.
  99. Pipe Mask
    Masker menyelam dengan pipa atau tabung kecil yang membentang dari masker ke mulut untuk ekualisasi.
  100. Pneumothorax
    Penimbunan udara yang terjadi pada rongga pleura, yaitu rongga tipis di antara paru-paru dan rongga dada, yang terjadi secara spontan akibat dari sakit atau cedera pada jaringan paru-paru. Tekanan dari udara yang menumpuk tersebut dapat memicu pengempisan paru-paru hingga kolaps. lihat juga →collapsed lung.
  101. Powerlung
    Sebuah alat yang digunakan untuk berlatih demi meningkatkan kapasitas paru-paru.
  102. Pranayama
    Teknik pernapasan yoga untuk menyeimbangkan dan meningkatkan energi-energi vital dalam tubuh.
  103. Pulmonary Edema
    Sebuah kondisi medis berbahaya dimana paru-paru terisi oleh cairan dengan tiba-tiba akibat adanya peningkatan tekanan intravaskuler. Cairan yang membanjiri alveoli ini membuat terjadinya pengurangan kapasitas alveoli untuk melakukan transfer oksigen.
  104. Recreational Freediving
    Freediving hanya untuk bersenang-senang (kesenangan)
  105. Residual Lung Volume (RV)
    Volume udara yang tersisa dalam paru-paru setelah mengehmbuskan nafas sepenuhnya (exhale).
  106. Reverse Squeeze
    Lihat → Middle–Ear Barotrama
  107. S.A.F.E.R.
    “Specialized Advanced Freediving Enhancement & Reliability ” — Sebuah Badan yang mengajarkan Freediving, sekarang kurang aktif.
  108. Samba
    Hilangnya kontrol terhadap otot umumnya disebut dengan “samba”, pada banyak kasus berakhir dengan blackout.
  109. SaO2
    Presentasi Hemoglobin yag berikatan dengan oksigen dalam arteri. (Saturasi Oksigen)
  110. Tali Pengaman (Security Rope)
    Sebuah tali yang digunakan untuk mengarahkan freediver saat turun menyelam. berfungsi juga untuk menjaga Freediver agar tetap Streamline.
  111. Shallow Water Blackot (SWB)
    Kondisi kehilangan kesadaran secara tiba-tiba akibat terjadinya penurunan tekanan pada oksigen.
  112. Volume Tidal
    Jumlah udara yang dihirup atau dikeluarkan setiap kali kita bernafas normal (tanpa usaha extra).
  113. TLC
    Lihat →Total Lung Capacity
  114. Variable Ballast
    Salah satu disiplin ilmu dalam freediving: Turun dengan menggunakan pemberat dan naik kembali dengan cara menarik tali atau berenang.
  115. Vasokonstriction (Vasokonstriksi)
    Lihat →Peripheral Vasoconstriction.
  116. VC
    Lihat →Vital Capacity.
  117. Ventilation (Ventilasi)
    Mengambil nafas dengan cara yang lebih dari normal namun masih dalam taraf di bawah hyperventilasi.
  118. Vital Capacity (VC)
    Jumlah udara dari pernafasan yang dilakukan secara lengkap dan menyeluruh termasuk dengan volume cadangan ekspirasi.
  119. Warm up
    Persiapan fisik yang dilakukan sebelum memulai (latihan) menyelam.
  120. Weight Belt Ditching
    Melepaskan pemberat yang digunakan.
  121. Weighting
    Proses menentukan berat yang pas untuk pemberat yang akan digunakan baik oleh Freediver atau penyelam Scuba.
  122. Wet Lung
    Juga dikenal sebagai Pulmonary Edema (Edema Paru-paru): Akumulasi cairan di paru-paru yang tidak normal akibat adanya perubahan yang begitu cepat dalam tekanan. Berbeda dengan Lung Fluid, ini sifatnya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kita tenggelam.
  123. Wet Statistic
    Statik apnea yang dilakukan di kolam atau di laut

Source: FreedivingBiz

Because A thing seems difficult for you, do not think it is impossible for anyone to accomplish.
–Marcus Aurelius

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah |
IG: @dgoreinnamah |
FB: dgoreinnamah |
youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...