5 Doa yang sering diucapkan Para Pejalan

Buat kalian para pejalan, ritual berdoa sebelum melakukan perjalanan pasti tidak boleh terlewatkan. Moment one on one di mana kita bisa berbicara langsung dengan sang Tuhan. Tak jarang juga doa tersebut terucap secara spontan tanpa ada moment khusus yang dipersiapkan. Berikut ini merupakan doa yang “sering” diucapkan oleh para pejalan:

  1. Jangan Hujan

    Jangan Hujan. pic via ini

    Buat voyagers yang suka ngetrip, hujan adalah salah satu peristiwa alam yang paling ingin dihindari. Kenapa? Karena hujan seringkali membuat rencana perjalanan menjadi terganggu, entah kita tidak jadi mengunjungi suatu destinasi karena hujan yang tak kunjung reda atau waktu yang menjadi molor karena kita harus menunggu hujan reda (ya kalau hujannya reda, kalau gak reda ya diam saja di penginapan).
    Mari kita ambil contoh para pendaki. Saat hujan turun apalagi dengan derasnya, mereka pasti akan kesulitan untuk melakukan pendakian atau menuruni jalur. Medan menjadi berlumpur dan tak jarang juga licin. Resiko terjadinya kecelakaan pun semakin besar. Alasan klise lainnya adalah tidak bisa melihat keindahan sunrise atau sunset, kan sayang ya sudah naik gunung capek-capek tapi tidak bisa liat moment itu.
    Terkadang hujan memang bisa memberikan “bumbu” seru dalam sebuah perjalanan namun tak jarang juga hujan dapat membangkitkan kenangan dengan sang mantan dan merusak perjalanan *masasihhh?*.

    Ada yang beryukur namun lebih banyak yang menggerutu atau menghujat saat peristiwa alam itu terjadi dan berharap hujan tidak turun saat sedang jalan-jalan.

  2. Dapat Jodoh

    dapat jodoh. pic via ini

    Buat para pejalan yang level jomblonya sudah kronis, doa ini pasti terselip dalam rangkaian doa sebelum melakukan perjalanan. Memang sih bagian “bisa dapet Jodoh” ini hanyalah bonus dari sebuah perjalanan, namun tak jarang yang menjadikan ini sebagai doa utama. Para jomblo ini berdoa jauh lebih khusuk pada bagian ini dibanding bagian-bagian lain.  Kata-kata diperkeras dan diperjelas, tempo dilambatkan demi menunjukkan sebuah keseriusan dan kata “Amin” pun diucapkan dengan penuh keyakinan.
    Ada yang memang bertemu jodohnya saat melakukan trip, mungin karena hobi dan kesukaannya sama. Bahkan Daily Voyagers pernah melihat juga yang sampai berakhir di pelaminan. Tapi hal itu tidak lah banyak, hanya sebagian kecil saja. Ingat, itu hanyalah bonus jadi kalau tidak dapat bonus ya jangan maksa. Jangan berharap kamu akan menabrak seorang pria atau wanita saat perjalanan lalu dia terjatuh dan kamu membantu mengangkat carrier-nya lalu terbentuk benih-benih cinta di sana.
    Ini dunia nyata bung, bukan film FTV yang sering muncul di layar kaca. Jangan terlalu berharap dapat jodoh ya, Pulang dengan selamat saja udah bagus. Siapa tau aja Tuhan memang menakdirkan kamu untuk hidup selibat.

  3. Dapat Pinjaman

    dapat pinjaman. pic via ini

    Pernah dengar istilah PMS alias Pejalan Modal Semangat? Yup, Semangat jalannya aja yang digedein tapi perlengkapan atau persiapannya tidak ada. Voyagers pasti punya teman model begini minimal 1 orang.
    Tipe pejalan yang model ini biasanya langsung semangat banget klo diajak nge-trip tanpa berpikir dahulu apakah dia punya perlengkapannya atau tidak. Setelah dia sadar kalau dia tidak punya (semua) peralatan, langsung deh cari pinjeman kiri kanan dengan banyak alasan. Bisa alasannya belum beli, akan beli setelah trip ini, atau belum nemu yang cocok.
    Tipe pejalan ini biasanya berdoa agar ada temennya yang gak ikut trip kemudian peralatannya bisa dipinjem. Tidak hanya barang kadang yang dipinjam tapi duit juga (biasanya anak kosan nih yang model begini). Seru sih memang punya 1 temen yang kaya gini (satu saja jangan banyak-banyak ya), tapi tidak jarang juga banyakan ngeselinnya karena ngerepotin.

  4. Punya Koneksi Cepat

    Koneksi Cepat. Pic via ini

    Koneksi yang dimaksud di sini adalah koneksi internet. Di jaman yang sudah serba online seperti ini, semakin banyak hal yang dilakukan dengan online termasuk membeli tiket. Tidak peduli mau tiket kereta api atau pesawat terbang. Tidak seperti pesawat terbang yang bisa dibeli 6 bulan bahkan 1 tahun berikutnya, tiket kereta api baru akan dibuka maksimal 3 bulan sebelum hari H.
    Nah, pada saat waktu pembukaan pembelian tiket tersebutlah semua orang se-Indonesia berusaha untuk bisa mendapat tiket kereta sambil berucap “Ya Allah dapet dong tiketnya, Ya Allah” (dengan mimik muka baim). Apalagi kalau bertepatan dengan moment hari raya, sudah pasti traffic-nya penuh banget dan kita juga pengen banget dapet tiket tersebut.
    Pada saat itulah keampuhan ISP dipertandingkan, kita berdoa agar koneksi internet kita tidak putus di tengah jalan seperti layaknya hubungan anak muda jaman sekarang yang beralasan kalau sudah tidak adanya lagi kecocokan.
    Di saat koneksi sudah cepat eh tidak jarang juga web pemesanan tiketnya yang down. Kalau sudah begitu ya berarti namanya apes. Ya namanya juga hidup ya gan, ya sis. Manusia hanya bisa berusaha, sisanya Tuhan yang menentukan.

  5. Pulang dengan Selamat

    Pulang dengan Selamat

    Ini sudah pasti doa semua orang, tidak hanya doa dari para pejalan namun juga doa dari orang tua. Selain agar kita bisa menikmati perjalanan, kita juga tidak lupa berdoa dan didoakan agar bisa pulang kembali dengan selamat dan bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi. Karena kenikmatan dari sebuah perjalanan bukan hanya terletak saat kita sampai di tujuan, tapi saat bisa kembali dengan selamat dan menceritakan perjalanan tersebut lewat tulisan atau celotehan sembari ditemani segelas kopi dan sepiring bakwan ditambah dengan sedikit gurauan.

Prayer is the key of the morning and the bolt of the evening.
–Mahatma Gandhi

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah |
IG: @dgoreinnamah |
FB: dgoreinnamah |
youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...