Pantai Indah itu Bernama Batu Kapal

Ketika pesawat yang kami tumpangi dari Jakarta tiba di Ambon, rasa senang pun segera bercampur dengan rasa syukur karena akhirnya Daily Voyagers bisa menginjakkan kaki di Tanah Manise ini. Tak butuh waktu lama, bayangan akan indahnya laut di Ambon ini pun langsung menyerang pikiran kami. Ingin segera rasanya lidah ini mencicipi air laut yang ada di Ambon. Jangan-jangan airnya bukan asin tetapi manis seperti julukan kota ini. Untuk segera membuktikannya, kami pun berangkat menuju ke Batu Kapal.

Batu Kapal merupakan sebuah pantai yang berada di Ambon, lebih tepatnya berada di Jl Propinsi, Lilibooi, Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Kalau voyagers tanya “Pantai Batu Kapal, Lilibooi” ke petugas-petugas di Bandara, mereka pasti tahu tempat ini karena memang letaknya yang tidak jauh dari Bandara Pattimura. Kurang lebih hanya 20 menit lamanya dari Bandara dengan menggunakan mobil.

Rute dari bandara menuju Pantai Batu Kapal

Papan Penunjuk Lokasi Batu Kapal

Jalanan menuju ke Pantai Batu Kapal ini benar-benar mulus, semulus permukaan kulit belut Morea. Bahkan karena saking mulusnya jalan dan indahnya pemandangan pantai di sisi kiri jalan, tidak jarang wisatawan yang kelewatan. Voyagers memang harus teliti karena papan penanda tempat ini tidaklah besar. Papan hitam berukuran 60×20 cm dengan tulisan putih “Pantai Batu Kapal Lilibooi” hanya tergantung seadanya di dekat atap sebuah pondok. Pondok inilah yang merupakan gerbang masuk untuk menuju ke Pantai Batu Kapal.

Biaya masuk untuk menuju Pantai Batu Kapal ini adalah Rp 5.000 untuk orang dewasa dan  Rp 3.000 untuk anak-anak. Biaya masuk bisa dibayarkan di pondok tersebut. Dari Pondok tersebut, voyagers harus berjalan menuruni anak tangga yang jaraknya kurang lebih 250 meter. Masih teringat dalam ingatan kala kaki ini melangkah bebas menuju ke Batu Kapal untuk menikmati indahnya pesona alam tempat ini. Pantainya sepi dan suasananya sangatlah damai.

Pondok tempat membeli tiket dan gerbang masuk pantai Batu Kapal

Jalan menuju Pantai Batu Kapal dari Pondok kita membayar tiket

Sebelum bicara lebih lanjut, Daily Voyagers akan membagi Pantai Batu Kapal ini menjadi 2 bagian, yaitu “bagian luar kapal” dan “bagian dalam kapal”. Secara otomatis maka pantainya pun terbagi menjadi 2, yaitu “pantai dalam kapal” dan “pantai luar kapal”.

Bagian Luar Kapal

Seusai menuruni beberapa anak tangga, voyagers akan menjumpai “Bagian Luar” dari Pantai Batu Kapal. Tidak ada pasir putih di pantai ini, yang ada hanyalah batu-batu yang ditemani oleh birunya laut. Angin terbang bebas menyapa voyagers di tempat ini dan Horizon pun nampak jelas dari sini. Kalau mau bersantai, bagian luar inilah tempatnya. Kita bisa duduk-duduk di pinggir pantai sembari menikmati  pemandangan pantai ini

Dari “Bagian Luar” pantai ini kita bisa melihat bebatuan besar yang bentuknya benar-benar menyerupai sebuah kapal. Bagian yang terlihat jelas adalah anjungan dan sebuah lubang yang menyerupai jendela kapal. DIbalik bebatuan yang besar inilah terdapat kejutan yang siap menanti kalian.

Pantai Bagian Luar Batu Kapal, tempat dimana kita bisa bersantai dan menikmati angin yang berseliweran

Tebing Batu yang menyerupai Kapal. Tempat ydimana orang berdiri merupakan anjungannya dan yang berlubang merupakan jendela kapalnya

Bentuk dari batu yang menyerupai kapal inilah yang menjadikan tempat ini diberi nama Pantai Batu Kapal. Tidak jarang juga tempat ini disebut dengan nama Pantai Batu Lubang karena adanya lubang pada batu yang besar di pantai ini yang merupakan “Jendela Kapal” tadi.

Anak-anak Ambon, umumnya menggunakan bagian “anjungan kapal” tadi sebagi tempat untuk melakukan Cliff Jumping. Jadi dari atas sini mereka akan terjun langsung ke laut. Di pantai bagian luar Batu Kapal ini kita juga bisa melakukan snorkeling, hanya saja kita harus membawa peralatan sendiri. Belum ada penyewaan alat snorkeling di sana.

Tidak ada pasir putih, yang ada hanya lah pantai berbatu di panati bagian luar pantai Batu Kapal ini

Lokasi di Anjungan Kapal, tempat anak-anak Ambon biasa melakukan Cliff Jumping

Bagian Dalam Kapal

Nah, kalau tadi voyagers sudah membaca bagian “luar kapal”, sekarang waktunya bagian “dalam kapal”. Jadi di Pantai Batu Kapal ini ada sebuah pantai yang dikelilingi oleh tebing batu yang letaknya ada di bagian “dalam kapal” atau terpisah dari pantai bagian luar saat kita baru sampai tadi.

Ada dua cara untuk mencapai pantai bagian dalam kapal ini. Yang pertama adalah dengan melalui lubang yang ada pada batu besar (Jendela kapal) dan yang kedua adalah dengan cara memutar melewati “anjungan kapal” tadi. Keduanya tidak ada yang mudah karena keduanya dituntut untuk memiliki kemampuan memanjat dan merayap yang baik bak seorang spiderman.

Lubang yang harus dilewati untuk mencapai ke lubang atas yang ada di Pantai batu Kapal

Pantai yang berada di dalam bagian Kapal. Perlu perjuangan untuk bisa sampai di lubang tempat saya berdiri

Kalau kita memilih melewati “Jendela Kapal”, maka kita harus memanjat dinding tebing sebelum akhirnya merayap lewat lubang yang kecil untuk tiba di bagian atas lubang tersebut. Dan kalau kita mau bermain di pantai bagian dalam (atau lebih mudah menyebutnya dengan istilah private pool) lewat jalur ini, maka kita harus menuruni kembali tebing batu yang cukup terjal sebelum akhirnya kaki kita bisa menyentuh air yang segar di sini.

Kalau voyagers memilih untuk memutari “kapal” ini, maka pada saat ingin turun ke dalam private pool, voyagers haruslah melipir perlahan ke dinding tebing ini yang menurut Daily Voyagers jauh lebih sulit dibanding bila harus memanjat melewati lubang yang merupakan “jendela kapal” tadi.

Pasih Uug versi mini

Berdiri di atas sebuah batu yang berlubang akibat tergerus oleh air laut, menjadikannya layaknya sebuah jembatan

Pemandangan di bagian “dalam kapal” ini luar biasa, terutama private pool nya. Kita bisa berenang bebas di dalam sini tanpa harus merasa takut tersapu ombak. Tempatnya yang dikelilingi tebing membuat ombak di pantai bagian dalam ini begitu tenang. Airnya sangatlah jernuh dan kedalamannya mulai dari 30 cm hingga 2 meter saja. Namun, kita tetap harus berhati-hati saat berenang di sini karena bebatuan yang ada di sini cukup tajam.

Pantai yang berada di bagian dalam ini tak ubahnya seperti Pasih Uug yang ada di Nusa Penida, hanya saja ini versi mininya. Tidak ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini selain berenang dan berfoto. Kalau untuk sekedar bersantai, pantai bagian dalam ini kurang cocok karena tidak adanya tempat yang cukup memadai untuk sekedar duduk-duduk dan beristirahat.

Zona bermain air di Pantai Bagian Dalam Batu Kapal

Jalur yang harus voyagers lewti untuk turun apabila memilih untuk memutar melalui anjungan kapal

Saran

Kalau kalian ke pantai ini pagi-pagi, jangan lupa bawa makanan dan minuman sendiri ya. Tidak ada penjual makanan dan minuman yang tepat berjualan di pantai ini saat pagi atau siang hari. Umumnya para penjual makanan dan minuman baru akan berdagang pada sore hari.

Itu tadi sedikit informasi mengenai Pantai Batu Kapal di Ambon. Ingat ya kalau ada kesempatan ke Ambon, jangan lupa untuk mampir ke tempat ini.

Yuk Baronda Maluku

Happy traveling guys 🙂

Contact

  • Sewa Mobil Ambon 1 (Pak Ucu) → 081343004495
  • Sewa Mobil Ambon 2 (Pak Caken) → 081343064944
  • Sewa Mobil Ambon 3 (Pak Carlos) → 085243643838

 

Let the waves hit your feet and the sand be your seat

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah |
IG: @dgoreinnamah |
FB: dgoreinnamah |
youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...