Dengan Taxi, Menuju Puncak Ijen Menjadi Lebih Easy

Pesona panorama alam Kawah Ijen di kawasan perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur ini memang tidak pernah luput dari sasaran para wisatawan. Tercatat 150.000-an orang mengunjungi tempat wisata ini pada rentang waktu Januari – November 2016 (sumber). Selain untuk menikmati keindahan Kawah Ijen dari puncaknya, tujuan mereka pastilah untuk menikmati fenomena api biru yang konon katanya merupakan idola para ibu *anak 90an pasti tahu ini*. Fenomena api biru alami yang bisa dilihat sepanjang hari di sepanjang tahun memang HANYA ada di Indonesia dan Ijen inilah tempatnya.

Pesona api biru memang sangat indah, namun untuk melihatnya secara langsung bukanlah perkara mudah. Untuk bisa sampai ke Puncak Ijen, voyagers harus berjalan selama kurang lebih 2-3 jam dari pos pendaftaran, itupun dengan catatan hanya berhenti sesekali. Jalan setapak perbukitan cemara yang berkelok menjadi tantangan yang harus dilalui. Jalurnya yang kerap menanjak tentunya akan membuat betis cenat-cenut dan napas terengah-engah.

Itu baru perjalanan menuju Puncak Ijennya saja, belum termasuk perjalanan menuju daya tarik utamanya yang berada dekat dengan Kawah Ijen. Untuk bisa melihat api biru dengan jelas, maka voyagers harus menuruni medan yang sangat terjal selama kurang lebih 30 menit lagi sebelum akhirnya bertegur sapa dengan si api biru yang padahal bisa kalian lihat juga di kompor Rinai yang menyala. Kalau di total, maka kurang lebih voyagers membutuhkan waktu 5-6 jam untuk naik ke dan turun dari Gunung Ijen ini (tidak termasuk waktu untuk foto-foto).

Pesona Kawah Ijen

Api Biru di Kawah Ijen

Baca juga: Pendakian Gunung Ceremai via Jalur Linggarjati

Nah, seringkali minat yang tinggi dari para wisatawan untuk bisa melihat blue fire tidak diimbangi dengan kemampuan fisiknya yang memadai. Hal tersebut tidak jarang membuat beberapa wisatawan harus turun kembali dan mengubur niatnya untuk bisa melihat si api biru. Berkaca dari kejadian tersebut, masyarakat sekitarpun berpikir untuk bisa membantu wisatawan-wisatawan yang tidak kuat ini. Dari peristiwa yang kerap terjadi itu didapatlah sebuah ide yang kini telah menjadi sebuah usaha baru.

Usaha baru itu adalah Taxi Ijen. Kini voyagers tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki fisik yang begitu kuat namun ingin tetap melihat keindahan kawah Ijen. Dengan Taxi ini maka voyagers tidak perlu lagi mendaki secara konvensional. Voyagers hanya perlu naik Taxi tersebut dan brem.. brem.. *suara gas Taxi*, dalam 2 jam voyagers sudah akan tiba di Puncak Ijen tanpa merasakan kelelahan sama sekali. Yang spesialnya lagi, Taxi Ijen ini tidak membutuhkan bensin untuk berjalan melainkan hanya perlu air. Ramah lingkungan bukan?

Air tersebut nantinya akan diminum oleh 1-2 orang warga yang kemudian diubah menjadi tenaga untuk menarik para wisatawan yang sudah duduk manis di atas Taxi. Lho, jadi Taxi ini ditarik oleh manusia dan bukan mesin? Ya, karena Taxi Ijen merupakan wujud kreatifitas warga yang memodifikasi gerobak menjadi suatu moda transportasi yang nyaman untuk dinaiki oleh para wisatawan dengan menambahkan busa untuk alas duduk serta bantalan empuk sebagai tempat untuk menyandarkan punggung.

Taxi Ijen yang berjajar di Puncak beserta para driver-nya

Taxi… ayo naik taxi

Dengan Taxi inilah voyagers bisa dengan tenang menaiki dan menuruni Gunung Ijen. Mungkin lebih tepat bila transportasi ini disebut sebagai kereta dorong. Namun demi menjaga sisi prestige dan membuat orang lain yang belum pernah berkunjung menjadi lebih penasaran, maka akan lebih gagah bila disebut dengan Taxi. Satu Taxi hanya bisa menampung 1 wisatawan saja.

Lalu bagaimana cara memesan Taxi tersebut? Untuk sementara, Taxi Ijen ini belum bisa dipesan secara online. Voyagers perlu menghampiri pria berkereta ini atau bisa juga dengan cara berdiam diri dan menunjukkan wajah pesimis, nanti pasti akan ada pria yang menyadari dan menghampiri sembari menawarkan “mbak, taxi mbak” atau “pak, taxinya pak”. Pada saat itulah voyagers bisa langsung bicara dari hati ke hati soal tarif taxi tersebut.

Tarifnya sendiri sangatlah bervariatif, tergantung dari bagaimana cara voyagers menawar. Namun sebagai acuan, tarif untuk naik dan turun mulai dari Pos Pendaftaran hingga Puncak Ijen dan kembali ke Pos Pendaftaran adalah Rp 800.000 untuk turis lokal dan Rp 1.200.000 untuk turis mancanegara. Bagaimana, cukup murah bukan? Kalau Daily Voyagers sih langsung mendadak semangat jalan kaki ketika mendengar nominal tersebut. Semangat langsung menyala dan kaki tiba-tiba menjadi kuat.

Baca juga: Pendakian Merbabu via Cuntel

Voyagers yang ingin menggunakan jasa Taxi ini tidak perlu takut akan kehabisan karena keberadaan Taxi ini bisa kalian temukan di sepanjang pos pendaftaran hingga ke puncak dan jumlahnya ada puluhan (mungkin mencapai 100).

Sayangnya, Taxi Ijen ini hanya bisa mengantarkan kamu sampai ke Puncak Ijen saja. Untuk bisa sampai ke daerah yang nyaman untuk melihat si api biru, maka voyagers harus menuruni tebing yang terjal dengan kekuatan sendiri. Medannya yang begitu sulit tidak memungkinkan Taxi ini untuk bisa sampai ke bagian bawah. Ya sedikit usaha tidak apa-apalah, toh sudah terbantu juga dengan adanya jasa Taxi Ijen ini kan?

Di tempat wisata memang idealnya ada 2 pihak yang diuntungkan selain pemerintah dan pihak pengelola, yang pertama adalah wisatawan itu sendiri dan yang kedua adalah warga lokal. Dengan kerja sama ini, maka wisatawan yang tidak kuat untuk menanjak menjadi diuntungkan dan pemberi jasa Taxi Ijen ini juga diuntungkan. Sama-sama enak bukan?

Untuk kamu yang penasaran seperti apa nikmatnya naik Taxi Ijen, silahkan coba sendiri ya. Keberadaan Taxi ini telah menambah daftar mata pencarian di Gunung Ijen, yang tadinya beberapa warga berfokus sebagai penambang belerang, kini mereka memiliki alternatif lain.

Selamat mencoba 🙂

Taxinya sedang parkir

SARAN

  1. Jangan merasa dirimu tidak kuat. Cobalah mendaki terlebih dahulu dan kalau tidak kuat barulah voyagers gunakan jasa Taxi ini.
  2. Voyagers bisa menyewa jasa Taxi ini untuk turun saja atau untuk naik saja (tidak harus untuk naik dan turun).
  3. Tarif Taxi ini kalau Daily Voyagers lihat ditentukan berdasarkan jarak dan tingkat kesulitan. Kalian yang menyewa Taxi ini mulai dari pertengahan jalur untuk mendaki tentunya akan memiliki tarif yang berbeda dengan yang menyewa dari Puncak Ijen untuk turun hingga ke Pos Pendaftaran. Daily Voyagers sendiri waktu itu pernah ditawari harga Rp 250.000 untuk turun saja (Dari Puncak Ijen hingga ke Pos Pendaftaran).
  4. Permasalahan harga ini intinya ada di kemampuan voyagers dalam hal tawar menawar. Menawarlah dengan rasional karena pekerjaan menarik wisatawan dengan Taxi ini bukanlah pekerjaan yang mudah.
  5. Kalau voyagers merasa harganya masih terlalu mahal, maka lebih baik persiapakan fisik kalian sebelum mengunjungi objek wisata yang satu ini. Dengan fisik yang prima maka kalian tidak perlu untuk menggunakan jasa Taxi ini.

A hospital bed is a parked taxi with the meter running.
— Groucho Marx

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah |
IG: @dgoreinnamah |
FB: dgoreinnamah |
youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...