• Home
  • /
  • feature
  • /
  • 10 Alasan Kenapa Freediving merupakan Olah Raga yang Paling Keren dan Kalian Harus Coba

10 Alasan Kenapa Freediving merupakan Olah Raga yang Paling Keren dan Kalian Harus Coba

Buat sebagian orang, mungkin menyelam ratusan meter menuju ke dasar laut hanya dengan satu tarikan nafas dan tanpa menggunakan alat bantu nafas apapun merupakan suatu hal yang tidak mungkin. Seandainya sebagian orang tersebut berpikir kalau hal tersebut memang mungkin untuk dilakukan, maka pertanyaan selanjutnya yang akan muncul dalam benak mereka adalah orang gila macam apa yang mau melakukan hal tersebut. Tetapi untuk sebagian orang lainnya, hal tersebut merupakan sebuah olah raga yang disebut menyelam bebas atau freediving, bahkan lebih dari hanya sekedar olah raga, itu merupakan sebuah cara hidup dan cara untuk berkomunikasi dengan alam.

Freediving atau menyelam bebas di bawah laut tanpa menggunakan alat bantu nafas membuat kita manusia memasuki alam atau lingkungan yang paling tidak ramah dan merasakan kehidupan di dunia tersebut, dimana hanya sedikit orang yang melakukannya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjelaskan kenapa freediving merupakan olah raga yang paling keren:

Bunga Karang telah dipanen oleh para freediver di Yunani sejak jaman Plato. Source: Wikipedia

Bunga Karang telah dipanen oleh para freediver di Yunani sejak jaman Plato. Source: Wikipedia

  1. Freediving sudah dilakukan sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
    Diperkirakan kalau freediving sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Bukti awal tentang awal mula freedive adalah sekitar 7000 tahun lalu yaitu ditemukan pada budaya Ertebølle dari Denmark dan Swedia, dimana pada saat itu para freediver turun ke dasar laut untuk panen kerang. Orang-orang persia kuno juga berani mengambil resiko untuk membawa mutiara-mutiara yang berharga tersebut ke permukaan. Orang Romawi memiliki unit militer khusus freediving yang disebut Urniatores, dimana mereka ditugaskan untuk mengambil barang-barang dari dasar laut dan menyabotase kapal musuh. Di Jepang sendiri ada sekelompok freediver wanita yang disebut Ama. Mereka telah mengumpulkan mutiara, rumput laut dan segala macam makanan dari bawah laut selama lebih dari 2000 tahun. Tradisi Ama tersebut masih berlangsung sampai hari ini dimana Ama bisa menyelesaikan kurang lebih 50 penyelaman dalam 1 hari.

    Berita Tentang Haggi Stati. source: Toptenz

    Berita Tentang Haggi Stati. source: Toptenz

  2. Freediving Modern dimulai dengan sebuah sayembara
    Di paruh kedua abad ke 20, minat freediving tumbuh berkat eksploitasi dari dua orang pria. Pada tahun 1913, Kapal Italia La Regina Margherita kehilangan jangkar di lepas pantai Yunani dan hadiah akan diberikan kepada siapa yang bisa mengambil jangkar tersebut. Seorang penyelam lokal bernama Haggi Statti kemudian turun ke dalam laut sejauh kurang lebih 74 – 87 Meter untuk mengambil jangkar tersebut dan berhasil, kemudian Haggi mendapatkan hadiah atas apa yang dilakukannya tersebut. Karena kedalamannya yang terlalu dalam, banyak orang yang menyangsikan peristiwa tersebut dan menganggap itu hanya cerita bohong semata. Namun pada tahun 2001, angkatan laut Italia mengkonfirmasi bahwa cerita tersebut benar adanya.
    Alasan lain banyaknya orang yang skeptis terhadap freediving adalah karena freediving sudah jauh dari kesadaran manusia sehari-hari. Penangkapan ikan secara komersil dan pengembangan teknologi menyelam telah menyingkirkan kegiatan freediving. Ilmu pengetahuan modern menduga bahwa penyelam pasti meninggal pada kedalaman sekian puluh meter tersebut. Hukum Boyle contohnya meramalkan bahwa paru-paru penyelam akan hancur pada tekanan air yang dalam. pada tahun 1949, Raimondo Bucher, seorang letnan dari Militer Italia menyelam sejauh 30 meter di teluk Naples, dia memenangkan taruhan sebesar 50.000 Lira pada waktu itu. Untungnya, proses menyelam yang dia lakukan tersebut ditunjukkan di depan banyak pejabat yang bisa membuktikan bahwa kejadian itu memang benar. Setelah peristiwa tersebut perlahan minat akan freediving dan olah raga modern pun lahir.

    Freediving merupakan olah raga Internasional. source: Freediving-planet

    Freediving merupakan olah raga Internasional. source: Freediving-planet

  3. Saat ini Freediving merupakan olahraga internasional.
    Prestasi Buchner tadi adalah titik awal dimana freediving menjadi olah raga modern. The International Association for Development of Apnea (AIDA), sebuah badan yang mengurus catatan dan membentuk aturan tentang berbagai disiplin ilmu dari apnea atau menahan nafas. Apnea mencakup menahan nafas secara statis termasuk freediving  jadi beberapa event dari apnea sering dilakukan di kolam renang.
    Kebanyakan disiplin ilmu dalam menyelam mengambil tempat di laut, dimana para penyelam harus berkompetisi untuk mencapai titik yang paling dalam yang bisa mereka capai sebelum akhirnya kembali ke permukaan dengan aman. Para penyelam menentukan target kedalaman yang akan mereka capai sebelum kompetisi dimulai. Kemudian tali menyelam diturunkan sesuai dengan kedalaman yang sudah ditentukan. Setelah itu mereka mencoba untuk mencapai kedalaman tersebut dengan satu tarikan nafas. Jika mereka sukses mencapainya, maka mereka harus mengambil penanda yang diletakkan pada pemberat di ujung tali dan kemudian kembali ke permukaan. Bagaimana cara mereka melakukan hal tersebut tergantung pada disiplin ilmu yang mereka ikuti. Yang paling menantang dan dilihat oleh banyak orang sebagai bentuk paling murni dari freediving adalah Constant Weight No Fins (CNF) atau menyelam tanpa menggunakan fin (kaki katak). Dalam CNF, Penyelam harus turun meyelam dengan kekuatan mereka sendiri sesuai dengan jalur tali yang ada, mereka harus memepertahankan berat mereka dan tidak bisa melepaskan pemberat yang mereka gunakan untuk kembali ke atas dengan mudah. Pada saat mereka sudah mencapai target kedalaman mereka, mereka hanya diizinkan menyentuh tali satu kali untuk memutar dan kembali ke atas. Rekor dunia CWF saat ini dipegang oleh William Trubridge asal New Zealand dengan kedalaman 101 Meter.

    Ada Berbagai disiplin ilmu dalam Freedive. Source: FreediveExplained

    Ada Berbagai disiplin ilmu dalam Freedive. Source: FreediveExplained

  4. Banyak jenis disiplin ilmu yang ada pada Freediving.
    Ada banyak disiplin ilmu dalam freediving dimana para penyelam dapat berkompetisi, dan disetiap disiplin ilmu tersebut memiliki rekor dunianya tersendiri baik untuk kategori pria ataupun wanita. Mungkin rekor yang paling luar biasa datang dari dua tipe apnea yang berbeda. Pada static apnea, para penyelam berkompetisi di kolam. Tujuannya adalah untuk menahan satu tarikan nafas selama mungkin. Pemegang rekor dunia untuk kategori pria saat ini adalah Branko Petrovic. Dia berhasil menahan nafas selama 11 menit 54 detik. Sebuah variasi dari apnea statis mengijinkan peserta untuk menghirup oksigen murni selama 30 menit sebelum mereka berkompetisi, yang bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh. untuk variasi tersebut, Goran Colak memegang rekor dunia dengan waktu 23 Menit.
    Disiplin ilmu yang selanjutnya adalah No limits Apnea. Kompetisi ini mengambil tempat di laut dan mengizinkan para peserta untuk menggunakan cara apapun yang mereka suka demi mencapai kedalaman yang mereka inginkan. Peserta menggunakan pemberat untuk membantu mereka turun ke bawah dan menggunakan balon udara untuk mengangkat mereka kembali ke atas. Disiplin ilmu ini benar-benar berbahaya, Seorang berwarga negara Austria, Herbert Nitsch diketahui sebagai penyelam paling dalam di Bumi ini, dia memegang 33 rekor dunia dalam berbagai varian. Pada tahun 2007, dia membuat rekor baru untuk No limits Apnea, dengan turun sejauh 214 Meter sebelum akhirnya kembali ke permukaan dengan selamat. Itu sama saja dengan menuruni 65 lantai dan kembali lagi hanya dengan satu nafas.

    Freediver Natalia Avseenko menyelam tanpa baju menyelam guna meneliti perilaku paus Beluga

    Freediver Natalia Avseenko menyelam tanpa baju menyelam guna meneliti perilaku paus Beluga

  5. Freediving itu membantu peneliti.
    Freediving digunakan dalam penelitian ilmiah dan fotografi satwa liar. Menyelam dengan menggunakan alat bantu selam seperti tabung oksigen menghasilkan kebisingan dan gelembung yang mengganggu hewan di sekitarnya. Freediving menyingkirkan kekurangan-kekurangan tersebut dan memungkinkan para penyelam untuk menyeleam ke dalam laut seperti hewan lainnya. Perilaku hewan akan berbeda ketika kita tidak menggunakan teknologi-teknologi tersebut dan mereka akan mendekat. Rasa kenyamanan yang didapatkan hewan telah menuntun kita ke hasil fotografi yang menakjubkan dan memberikan kemajuan ilmiah pada daerah yang paling sulit untuk dipahami, termasuk vokalisasi dan sosialisasi pada ikan Paus. Freediving juga telah membuat para peneliti berhasil menempelkan alat pada Devil Ray dan mengikuti jejak migrasi mereka, memberikan wawasan baru pada perilaku mereka. Bahkan freediver sudah ada yang diterima oleh Cachalot. Gimana? udah kebayang dong betapa bergunanya freediver dalam sebuah penelitian (bawah laut)?

    source: Toptenz

    source: Toptenz

  6. Freediving mengeksploitasi semua refleks yang kita miliki.
    Menyelam ke tempat yang dalam sangat mungkin dilakukan, hal itu disebabkan oleh refleks menyelam mamalia yang dimiliki oleh semua mamalia dengan tingkatan yang bervariasi. Ada beberapa perubahan luar biasa yang bisa terjadi ketika refleks tersebut dimulai. Bradycardia, Melambatnya denyut jantung, hal tersebut dapat dimulai setelah air dingin menyentuh wajah. Denyut jantung seorang manusia dapat dikurangi hingga 25%. Denyut jantung terendah seorang freediver yang pernah terekam adalah 14 denyut per menit , atau kurang dari sepertiga detak jantung rata-rata pasien yang berada dalam keadaan koma. Memercikkan air ke muka saat kita sedang merasa tidak enak badan atau gugup menimbulkan perubahan ini.

    Memburu ikan pada kedalaman 20 Meter. Source: Scubazoo.com

    Memburu ikan pada kedalaman 20 Meter. Source: Scubazoo.com

  7. Kemampuan mengapung seorang penyelam akan berbalik membawa mereka turun.
    Mungkin terdengar sedikit aneh. Jika kita terombang-ambing atau terapung di permukaan saat kita berada di laut, berarti kita bertipe Positive (+), hal itu dikarenakan tubuh kita tidak lebih padat dari air di sekitar kita. Tetapi apabila kita turun cukup jauh ke bawah, tubuh kita akan menjadi lebih padat karena tekanan disekitar kita meningkat dan menekan tubuh kita. antara 7-12 Meter dibawah permukaan laut, kita akan berada dalam titik netral dimana kita tidak lagi merasa seperti sedang didorong atau diangkat ke permukaan. Lewatilah batas tak terlihat tersebut dan kalian akan berubah menjadi tipe negative (-) dan mulai tenggelam. Hal tersebutlah yang membuat para freediver dapat meluncur turun sampai batas kedalaman yang mereka inginkan dan pemburu ikan serta mutiara dapat berjalan di dasar laut. Pada kedalaman ini, tipe negative ini akan membuat kita berjalan di atas dasar laut seperti sedang berjalan di permukaan Bulan.

    Freedive is Dangerous Sport. source: Freediveblog

    Freedive is Dangerous Sport. source: Freediveblog

  8. Ini merupakan olah raga paling berbahaya nomor 2 di dunia.
    Diperkirakan hanya BASE (Building, Antenna, Span, and Earth) jumping yang lebih berbahaya dibanding freediving. Meskipun hanya seorang Diver, Nicholas Mevoli, yang telah meninggal saat mengambil bagian dalam sebuah kompetisi. Banyak nyawa yang sudah hilang saat latihan, rekreasi dan memburu ikan. Diperkirakan ada 10.000 freediver aktif di Amerika dan 20 orang meninggal setiap tahunnya. Berarti perbandingannya dalam 1 tahun adalah 1:500 untuk freediving, sedangkan 1:60 untuk BASE Jumping dan 1:1000000 untuk mendaki gunung. Jadi dengan melakukan atau mempelajari freediving, kamu sudah mencoba olah raga paling berbahaya kedua di dunia yang mungkin orang lain akan berpikir ratusan kali untuk mencobanya.

    Decompression Sickness. Source: Google

    Decompression Sickness. Source: Google

  9. Freedivers tidak mendapatkan sakit seperti yang didapatkan oleh scubadivers.
    Meskipun mampu mencapai kedalaman yang jauh lebih dalam dari yang bisa dilakukan oleh Scuba Divers. Freediver umumnya tidak mendapatkan penyakit dekompresi. Penyakit dekompresi adalah suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem syaraf. Akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini seperti mati rasa, kelumpuhan atau stroke ringan bahkan bisa sampai kepada kematian. Penderitaan mengerikan tersebut umumnya terjadi ketika scuba diver tidak bisa mengurangi tekanan udara dalam tubuhnya dengan cukup sebelum mereka dapat kembali ke permukaan.
    Freediver tidak menderita resiko ini karena mereka hanya mengambil satu tarikan nafas di permukaan dan menghabiskan hanya beberapa menit di bawah air. Saat freediver turun memang paru-paru mereka terkompresi namun mengembang kembali ketika naik. Dalam kondisi yang singkat tersebut maka tidak ada waktu cukup bagi nitrogen untuk menyatu dalam darah karena nitrogen langsung terlepas saat freediver sampai di permukaan.
    Namun, bukannya tidak mungkin freediver terkena penyakit Dekompresi. Freediver tetap mungkin terkena penyakit dekompresi hanya saja kecil kemungkinannya. Penyakit dekompresi bisa saja menyerang freediver yang melakukan penyelaman beberapa kali dalam sehari seperti nelayan. Mereka bisa menderita dekompresi yang disebabkan oleh lamanya waktu mereka menyelam dan tekanan yang mereka dapat. Dan freediver dalam kategori No Limit juga berpotensi menderita penyakit ini karena mereka menggunakan alat bantu untuk turun mencapai kedalaman yang mereka inginkan. Alat bantu tersebut akan membawa mereka turun dua kali lebih dalam dan lebih cepat dari penyelam lainnya. Mereka juga menggunakan balon untuk membantu mereka kembali ke atas. Ini bisa jadi terlalu cepat bagi tubuh untuk melepaskan nitrogen.

    Olimpiade awal tahun 1900an. Source: Toptenz

    Olimpiade awal tahun 1900an. Source: Toptenz

  10. Menahan nafas dalam air sempat tampil dalam Olimpiade (meskipun hanya dalam periode singkat)
    Karena bahaya yang terlalu tinggi pada olah raga freediving, maka freediving tidak akan dimasukkan ke dalam kategori Olimpiade dalam waktu dekat ini. Namun, beberapa tahun yang lalu sempat ada dua permainan yang aneh yang berkaitan dengan apnea dan diving. Pada Olimpiade 1900 di Paris, ada lomba berenang bawah air. Seorang Perancis bernama Charles Devendeville berenang 60 Meter di dalam air dengan waktu 1 Menit 8 Detik untuk mendapatkan medali emas. Pada Olimpiade di St. Louis tahun 1904, seorang Amerika bernama William Dickey berhasil menyabet emas pada kategori plunge-for-distance. Pada kategori ini peserta diminta untuk melompat sejauh yang mereka mampu dan menyelam ke dalam air kemudian bergerak maju namun tetap dalam keadaan diam tidak bergerak. Jarak mereka akan diukur setelah 60 detik atau segera setelah kepala mereka muncul di permukaan. William menang setelah berhasil mencapai jarak 19.05 Meter.

SOURCE: TOPTENZ

The scuba diver dives to look around. The freediver dives to look inside

–Herbert Nitsch

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.