Menelisik Keindahan Tiap Sudut Bromo

Sebuah tangan tiba-tiba saja menepuk punggungku. “Bangun, ayo bangun. Mau lihat sunrise di Bromo tidak? Kalau mau, cepat  bangun dan rapi-rapi.” Itulah ucapan Mas Pras, orang yang rumahnya saya gunakan untuk menginap dan juga sekaligus pemilik Prass Jeep Trans yang melayani antar jemput Bromo dan Semeru, sembari tetap memukul punggungku dan meminta saya untuk bangun. Mendapat tepukan yang cukup keras itu, saya pun segera bangun dari kelelapan saya. Saat melihat jam di dinding, ternyata waktu masih menunjukkan pukul 01:30 WIB. “Pagi sekali. Ini bangun pagi paling pagi dalam sejarah saya traveling.” ucapku dalam hati. Helena, wanita yang akan menemani saya untuk melihat cantiknya Bromo, ternyata…

123