• Home
  • /
  • Destinasi
  • /
  • Labuan Cermin, Danau 2 Rasa di Kalimantan Timur

Labuan Cermin, Danau 2 Rasa di Kalimantan Timur

Labuan Cermin

Labuan Cermin

Indonesia mempunyai banyak sekali jenis danau, baik itu danau vulkanik, danau tektonik, danau karst ataupun danau buatan yang memang dibuat sendiri oleh manusia. Jika ditanya Danau terbesar di Indonesia pasti voyagers sudah tau jawabannya, Danau tersebut adalah Danau Toba. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar tidak hanya di Indonesia namun juga di Asia Tenggara. Di tengah danau tersebut, terdapat sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Samosir. Ada juga danau unik lainnya yang memiliki 3 warna berbeda yaitu Danau Kelimutu. Danau yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini memiliki warna yang berbeda di tiap kawahnya yaitu warna merah, putih dan biru. Tapi apa voyagers tau Danau yang memiliki dua rasa dalam satu tempat di Indonesia, asin dan tawar?

Bersantai di Labuan Cermin

Bersantai di Labuan Cermin

Di Kalimantan Timur, lebih tepatnya di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau terdapat sebuah danau unik yang memiliki 2 rasa bernama Labuan Cermin. Kedua rasa pada danau tersebut tidaklah menyatu, keduanya seperti dipisahkan oleh sebuah membran dimana air yang memilik rasa tawar berada di bagian atas dan air yang memiliki rasa asin berada di bagian bawah. Kalau hanya melihat dari atas ya danau ini seolah seperti danau yang biasa saja sampai voyagers menceburkan diri ke dalamnya dan mencicipi airnya.

Voyagers bisa mulai merasakan rasa air asin pada kedalaman 2,5 Meter. Air di bagian atas Danau Labuan Cermin cenderung lebih dingin dibandingkan air yang berada di bagian bawah. Perbedaan rasa pada Danau Labuan Cermin tidak serta merta membuat Danau tersebut tidak ada penghuninya, uniknya di sana tetap ada ikan-ikan yang berlalu lalang. Ikan-ikan dan organisme air tawar hidup di bagian atas dan ikan-ikan serta organisme laut lainnya hidup di bagian bawah. Konon, Labuan Cermin ini dulunya adalah tempat bermandinya raja-raja Berau.

Freediving di Labuan Cermin

Freediving di Labuan Cermin

Keistimewaan lain dari Danau Labuan Cermin ini adalah airnya yang sangat jernih. Dengan berdiri dari atas dermaga tempat kapal jukung bersandar kita bisa melihat dasar dari Danau Labuan Cermin. Kalau dilihat dari atas seolah danau cermin itu dangkal, hanya sekitar 3 Meter saja padahal kedalamannya bisa mencapai 6 meter. Danau ini akan terlihat sangat jernih pada pukul 11:00-13:00, saat dimana matahari tepat berada di atas Danau. Cahaya matahari akan langsung menembus Danau dan membuat air terlihat sangat bening, pada moment inilah saat yang paling baik untuk mengabadikan momen kita mengunjungi Labuan Cermin.

Gaya berfoto yang umumnya digunakan untuk melihat kejernihan air di Labuan Cermin yaitu voyagers berpose duduk di atas kapal jukung yang sedikit didorong ke tengah danau, voyagers hanya perlu diam dan biarkan kameraman mengambil gambar. Saat kamera sudah selesai memotret maka hasil yang terlihat adalah seolah kapal jukung tersebut melayang dan seperti sedang tidak berada di atas air.

Kapal Jukung yang digunakan untuk menuju Labuan Cermin

Kapal Jukung yang digunakan untuk menuju Labuan Cermin

Untuk mencapai Labuan Cermin ini kita bisa menggunakan jalur darat via Berau atau Jalur laut via derawan. Kalau lewat Berau, voyagers harus menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam sebelum sampai di Biduk-biduk, namun kalau lewat Derawan voyagers hanya membutuhkan waktu 3 jam dengan menggunakan kapal cepat. Sesampainya di dermaga, baik yang melakukan perjalanan via berau atau Derawan harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal jukung. Perjalanan dari Dermaga menuju Danau Labuan Cermin hanya memakan waktu 5-10 Menit saja. Harga sewa kapal jukung adalah Rp 100.000/kapal dan kapal ini bisa menampung 10-12 orang. Hutan adalah satu-satunya pemandangan yang akan voyagers lihat disepanjang perjalanan menuju Danau Labuan Cermin.

Penginapan Selvia di Biduk-biduk

Penginapan Selvia di Biduk-biduk

Lalu, ada gak sih penginapan di desa Labuan Kelambu? tentu saja ada. Banyak pilihan penginapan di desa Labuan Kelambu, mulai dari Rumah warga sampai hostel. Salah satu hostel yang cukup baik adalah Penginapan Selvia, harganya Rp 200.000/kamar per malam. Jarak penginapan ini hanya 15 menit dari tempat voyagers naik kapal Jukung, Kamar di penginapan ini berisi 2 kamar tidur dan bisa diisi oleh 4 orang. Fasilitas dari kamar tersebut adalah kamar mandi di dalam, ruangan ber-AC dan televisi.

Itu tadi sedikit ulasan tentang Danau Labuan Cermin, buat voyagers yang belum sempat bermain ke sana coba deh luangin waktu, nggak akan nyesel jauh-jauh pergi dan bermain ke Labuan Cermin. Oh iya, sedikit saran saja, kalau ingin melakukan snorkeling atau freediving di Labuan Cermin usahakan membawa alat sendiri ya, di sana memang ada yang menyewakan alat snorkeling hanya saja kondisi alat yang disewakan tidak begitu bagus. Happy Traveling 🙂

Travel can be one of the most rewarding forms of introspection.

–Lawrence Durrell

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.