Kekayaan dan Keunikan Pulau Kakaban

Pada kesempatan kali ini, Dailyvoyagers ingin mengajak voyagers berpetualang sedikit ke Kalimantan Timur. Di sana ada sebuah pulau yang terkenal, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia.  Pesonanya terletak pada kehadiran ubur-ubur yang tidak menyengat, itulah Pulau Kakaban. Pulau Kakaban dalam bahasa setempat artinya adalah “Memeluk”. Secara administratif, Pulau Kakaban masuk ke dalam bagian dari gugusan Kepulauan Derawan, wilayah Kabupaten Berau. Pulau yang memiliki luas kurang lebih 774 hektar ini tidak hanya bagus karena ubur-uburnya saja, namun juga karena keindahan lainnya. Mari kita bahas satu per satu:

  1. Danau Kakaban dengan Stingless Jellyfish-nya
    Bisa dibilang objek wisata utama dari Pulau Kakaban adalah Danau yang berisi Ubur-ubur yang tidak menyengat (Stingless Jellyfish). Kebanyakan orang akan langsung tertuju pada mahluk tersebut saat kita menyebutkan kata “Pulau Kakaban”. Namun sebelum membahas soal stingless jellyfish tersebut, kita perlu membahas keistimewaan dari Danau Kakaban terlebih dahulu.
    Danau Kakaban bisa dibilang danau yang unik. Kenapa unik? Unik karena air dari danau ini terbentuk dari air laut yang terperangkap masuk lewat pori-pori tanah dan air hujan. Proses penyatuan 2 sumber air yang berbeda tersebut diperkirakan sudah terjadi dari 2 juta tahun yang lalu sehingga terbentuklah Danau Kakaban yang berair payau seperti sekarang.
    Pulau dengan danau air payau di tengahnya ternyata cuma ada 2 lho, satu lagi berada di Pulau Palau, Mikronesia. Air laut yang terperangkap di danau ini bukannya tidak membawa apapun. Ternyata air laut tersebut juga membawa organisme yang salah satunya adalah Ubur-ubur.
    Ubur-ubur yang ikut terperangkap di danau ini awalnya merupakan jenis ubur-ubur yang menyengat. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan keharusan untuk tetap dapat bertahan hidup, terjadilah evolusi pada ubur-ubur tersebut yang konon membuat mereka menjadi tidak menyengat atau bisa dikatakan mereka menjadi kehilangan kemampuan untuk menyengat. Evolusi tersebutlah yang membuat mereka bisa bertahan hidup sampai sekarang.
    Keanehan pada ubur-ubur ini juga yang menjadi surga tidak hanya bagi para Traveler tetapi juga bagi para peneliti. Para Peneliti dari berbagai belahan dunia sering datang ke Danau Kakaban guna meneliti bagaimana bisa mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sudah berubah total. Selain ubur-ubur (terdapat 4 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban), di Danau Kakaban ini juga terdapat ganggang, beberapa jenis ikan dan beberapa organisme lain yang juga masih diteliti karena keunikan pada Danau Kakaban ini.
    Di danau Kakaban ini kita bisa berenang dan bermain bersama ubur-ubur tanpa takut tersengat. Jumlah mereka sangat banyak dan lucu, jadi voyagers tidak akan terlalu sulit untuk menemukan mereka. Untuk dapat masuk ke Danau ini voyagers dikenakan biaya sebesar Rp 25.000/orang. Untuk berenang bersama ubur-ubur lucu dan menggemaskan ini disarankan tidak menggunakan fin, pertama karena voyagers tidak harus menyelam dan yang kedua karena ubur-ubur ini sangat rapuh, apabila terkena kibasan dari fin maka ubur-ubur ini dapat terbelah dan mati. Waktu paling baik untuk berkunjung ke tempat ini adalah siang menuju ke sore.

    Danau Kakaban

    Danau Kakaban

    Stingless Jellyfish di Kakaban. (Ganbar oleh Rosselind)

    Stingless Jellyfish di Kakaban. (Gambar oleh Rosselind)

    Playing with Nelly the Jelly

    Playing with Nelly the Jelly

  2. Wall Diving
    Seperti yang Daily Voyagers jelaskan tadi, Kakaban tidak hanya soal danaunya saja. Berjalan sedikit keluar dari daratan Pulau Kakaban, tepatnya di dekat kapal biasa bersandar, terdapat laut biru yang cerah. Buat voyagers yang memiliki hobi freediving atau scuba diving, tempat ini merupakan surga buat kalian. Kecantikannya tidak kalah dengan Derawan atau Sangalaki.
    Daerah yang sejajar dengan jembatan di dermaga merupakan perairan yang tidak dalam. Di sini terdapat berbagai macam jenis karang dan ikan-ikan berukuran kecil. Apabila kita berenang menjauhi dermaga dan kita merasa kalau dasar dari laut sudah mulai tidak kelihatan, itulah tempat dimana Wall Diving Kakaban berada.
    Wall diving adalah sebuah spot menyelam yang memiliki kontur seperti jurang di bawah laut. Batas dari wall diving sangat amat dapat terlihat, pertama karena konturnya dan kedua karena gradasi warna air lautnya. Kalau voyagers mencoba menuruni wall diving point tersebut maka voyagers bisa melihat berbagai jenis ikan besar dan juga warna-warni soft coral yang menempel pada dinding tersebut. Diving point di sini cukup aman karena arus di sini tidak deras dan cenderung sangat tenang.

    Karang di Wall Diving Kakaban

    Karang di Wall Diving Kakaban

    Coral Reef

    Coral Reef

    Freediving di Wall Diving Kakaban

    Freediving di Wall Diving Kakaban

  3. Secret Lagoon (Kehe Daeng)
    Tempat ketiga yang cukup unik adalah Secret Lagoon atau Hidden Lagoon. Orang-orang di sana menyebutnya Kehe Daeng yang artinya lubang ikan. Keistimewaan Laguna ini muncul pada saat air pasang. Saat air pasang maka air laut akan masuk melalui goa atau lubang ikan tersebut bersama dengan ikan-ikan dan juga mahluk laut lainnya seperti terumbu dan juga bintang laut. Saat surut maka tidak jarang ada beberapa terumbu atau bintang laut dan beberapa ikan yang tertinggal di tempat ini karena tidak ikut terbawa kembali ke laut. Itulah alasan kenapa tempat ini disebut lubang ikan. Meskipun air di Laguna ini berasal dari air laut namun warnanya sangat berbeda lho dengan warna air laut. Kalau air laut berwarna biru terang, nah air di Laguna ini berwarna Hijau Tosca.
    Jalan masuk ke Laguna ini ada dua, yang pertama adalah menggunakan tangga untuk memanjat dan langsung tiba di Laguna dan yang kedua adalah melalui Lubang Ikan. Jika melalui tangga, maka voyagers tidak akan bisa menikmati Lubang Ikan dan memang akan lebih seru bila voyagers melalui Lubang Ikan ini sebelum sampai ke laguna, karena saat melalui goa tersebut kita bisa bertemu dan memegang hewan-hewan laut yang tertinggal tadi tanpa harus susah payah menyelam seperti kita ingin melihatnya langsung di dasar laut. Lubang ikan ini sebenarnya berbentuk goa dengan tinggi kurang lebih 1 Meter dan panjang kurang lebih 300 Meter. Sensasi berjalan merunduk atau bahkan jongkok di dalam Goa ini akan menambah keseruan perjalanan voyagers. Saran dari Dailyvoyagers, lebih enak kalau mengawali kegiatan dengan masuk melalui Lubang Ikan dan mengakhirinya dengan keluar melalui tangga.
    Saat paling baik untuk bermain di Laguna ini adalah saat siang hari karena pada pagi hari umumnya air masih pasang dan kalau sudah sore maka air mulai pasang. Apabila sedang pasang maka kita tidak akan bisa melalui Lubang Ikan ini karena seluruh goa akan tertutup oleh air dan kita juga tidak terlalu bisa menikmati Laguna-nya karena seluruh daratannya akan terisi oleh air. Kalau saat sedang surut kita bisa melihat sebagian kecil dataran yang kering sesaat setelah keluar dari Lubang ikan sebelum akhirnya disuguhi oleh laguna yang berair hijau. Aktivitas yang bisa voyagers lakukan di Laguna ini adalah bermain air dan juga berfoto

    Goa menuju Secret Lagoon

    Goa menuju Secret Lagoon

    Kehe Daeng

    Kehe Daeng

    Hidden Lagoon Dilihat dari atas

    Hidden Lagoon Dilihat dari atas

    Bermain Air di Hidden Lagoon

    Bermain Air di Hidden Lagoon

     

Itu tadi sedikit informasi mengenai keindahan Pulau Kakaban. Oh ya, Urutan paling enak dan paling baik menurut dailyvoyagers saat mengunjungi Pualu Kakaban adalah mengunjungi Hidden Lagoon terlebih dahulu, kemudian bermain bersama Ubur-ubur dan yang terakhir baru menikmati Keindahan Wall Diving. Pulau Kakaban ini bisa dicapai dari Maratua atau Derawan dengan waktu tempuh sekitar 30-45 Menit menggunakan kapal cepat. Untuk info mengenai penyewaan harga kapal cepat maka voyagers bisa melihatnya disini. Kalau masih sulit membayangkan keindahan Pulau Kakaban, buruan deh langsung ke sana dan rasakan dirimu dihipnotis oleh keindahan pulau ini. Happy Traveling 🙂

Travel brings power and love back into your life

–Rumi

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.