• Home
  • /
  • Tips
  • /
  • Apa sih Manfaat Buddy dalam Freediving?

Apa sih Manfaat Buddy dalam Freediving?

Jangan Pernah menyelam Sendiriaan. Source: Freedivingsafety

Jangan Pernah menyelam Sendirian. Source: Freediving safety

Mungkin yang sudah lama berkecimpung di dunia Freediving sudah sangat akrab dengan kalimat Never Freedive Alone. Sebuah kalimat yang bukan hanya menjadi pemanis dalam aturan dasar freediving tetapi menjadi pegangan yang tidak boleh diabaikan. Sudah banyak orang yang meninggal karena mengabaikan kalimat tersebut, mungkin kalau mayat mereka bisa berbicara maka mereka akan berusaha mengingatkan setiap Freediver agar taat pada aturan ini dan tidak berakhir seperti mereka.

Nah, itu tadi buat yang sudah lama berkecimpung, trus bagaimana dengan yang baru berkecimpung di dunia olah raga bawah air ini? kalau yang belum lama berkecimpung biasanya sedikit mengabaikan pesan ini meskipun tidak semuanya seperti itu, apalagi ketika baru mulai menguasai  beberapa teknik Freediving, rasanya ingin mencoba dan melatih teknik-teknik tersebut sendiri tanpa bantuan orang lain. Merasa dirinya mampu dan menjadi tidak awas terhadap keselamatannya sendiri dan juga lupa kalau olah raga ini adalah olah raga yang harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Freediving sebenarnya bukanlah olah raga ekstrim tetapi bisa menjadi berbahaya jika melakukannya dengan pengetahuan dan teknik yang kurang tepat.

Sebelumnya membahas soal Buddy lebih detail, dailyvoyagers akan menjelaskan terlebih dahulu tentang Buddy System. Buddy System adalah sebuah prosedur keselamatan yang meningkatkan kesempatan para penyelam bebas untuk terhindar dan bertahan dari kecelakaan di dalam air dengan cara menyelam bebas bersama 2 sampai 3 orang. Nah, orang yang mendampingi penyelam bebas tersebut itulah yang biasa disebut dengan Buddy. Lantas bagaimana cara kerja dari sistem Buddy ini? Jadi disini ada minimal 2 aktor yaitu Penyelam dan Teman Menyelamnya (Buddy). Dengan sistem ini, setiap Buddy memiliki tanggung jawab penuh terhadap teman menyelamnya.

Buddy diharapkan juga memonitor tidak hanya teman menyelamnya tapi juga dirinya sendiri. Dia harus berada sedekat mungkin dengan teman menyelamnya sampai akhir penyelaman supaya ketika terjadi sesuatu di luar dugaan maka Buddy dapat dengan cepat menolong teman menyelamnya. Jadi Sebelum menyelam maka si Penyelam harus memberitahukan setiap rencana yang ingin ia lakukan di dalam air nantinya kepada Buddy-nya dan harus terjadi kesepakatan antara Buddy dan penyelam. Yang perlu diingat, salah satu kunci kesuksesan Buddy System berjalan dengan benar adalah KOMUNIKASI YANG BAIK antara Buddy dan Penyelam.

Lantas apa saja biasanya kesepakatan yang harus dibicarakan antara Buddy dan penyelam?

  1. Kedalaman.
    Yup, yang pertama penting untuk dibahas antara kedua aktor tersbut adalah kedalaman maksimum yang ingin dicapai oleh si Penyelam. Usahakan penyelam tidak menyelam melebihi batas maksimum penyelaman yang pernah dilakukannya, seandainya ingin mendorong diri untuk mencoba lebih dalam, pastikan itu tidak terlalu jauh dan sudah dikomunikasikan dengan baik
  2. Waktu
    Untuk penyelam yang tidak memiliki kedekatan secara pribadi dengan Buddy-nya, seperti contohnya tidak pernah latian Freedive bersama atau bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya, maka penyelam harus memberi tahu berapa waktu Dynamic-nya kepada Buddy tersebut, sehingga Buddy tersebut dapat memperkirakan waktu dan mengambil tindakan yang tepat apabila dirasa partner menyelamnya tersebut sudah berada terlalu lama di bawah air.

Menjadi Buddy bukanlah tugas yang ringan, ini menjadi tugas yang cukup berat karena keselamatan seseorang bergantung pada dirinya. Oleh sebab itu, dalam memilih rekan untuk menjadi buddy, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan yang menjadi Buddy itu memiliki skill yang lebih mumpuni dari kita atau minimal sama dengan kita. Contoh kasus, Si A ingin menyelam sejauh 10 Meter di bawah permukaan laut, kemudian dia memilih si B yang sudah biasa latihan bersamanya untuk menjadi Buddy. Namun si B ini ternyata hanya mampu menyelam sejauh 5 Meter, maka si B ini tidak cocok untuk menjadi Buddy dari si A atau jika ingin tetap si B yang menjadi Buddy dari si A maka si A harus mengurangi kedalaman menyelamnya menjadi maksimal 5 Meter saja sesuai dengan kemampuan si B (Kembali lagi ke KOMUNIKASI).

Kedua, Pastikan Buddy tersebut memang menguasai teknik rescue yang baik, baik itu static ataupun dynamic, Buddy yang mempunyai respon cepat terhadap tanda-tanda seperti contohnya samba atau BO. Sedikit contoh kejadian di kolam, dimana kecelakaan sering terjadi, Si A sedang latihan dynamic di kolam yang memiliki kedalaman 5 meter dengan didampingi oleh Buddy-nya si B. Si B ini memang memiliki kemampuan Dynamic yang sangat baik dan bahkan lebih baik dari si A. Saat si A sedang menyelam, ternyata si A mengeluarkan gelembung-gelembung dari mulutnya yang tidak ia sadari dimana hal tersebut bisa menjadi indikasi gejala BO. Nah si B ini tidak tau kalau ternyata gelembung tersebut adalah salah satu indikasi gejala BO dan tidak menghentikan si A untuk segera naik. Tindakan pencegahan seperti ini wajib diketahui oleh si Buddy, ingat mencegah lebih baik dari pada me-Rescue.

Buddy harus fokus kepada teman menyelamnya, tidak boleh meleng atau berpaling dari teman menyelamnya saat aktivitas menyelam dilakukan, ingat Buddy adalah tugas yang berat yang perlu konsentrasi tinggi. Sebelum menyelam Buddy wajib melihat kondisi dari partnernya, dia harus menganalisis apakah orang ini boleh menyelam atau tidak, ketika dianggap kondisi partnernya tidak bagus untuk menyelam maka sang partner HARUS tunduk kepada perintah Buddy dan tidak boleh melanjutkan kegiatan menyelam bebasnya.

Begitu pula saat proses menyelam sudah terjadi, ketika Buddy melihat ada sesuatu yang tidak beres tapi teman menyelamnya tidak menyadarinya, Buddy berhak menghentikan kegiatan menyelam tersebut dan meminta teman menyelamnya untuk naik dan menjelaskan apa yang terjadi. Kembali lagi perlu diingat, selalu dengarkan apa kata Buddy. Karena terkadang kita tidak sadar akan apa yang terjadi pada tubuh kita dan Buddy lah yang melihat tanda-tanda ketidakberesan yang terjadi pada tubuh kita.

Buddy adalah orang yang memang secara khusus memiliki tugas untuk mengawasi pergerakan kita, teman menyelamnya. Jadi jangan pernah beranggapan kalau kita sedang latihan Freedive di kolam yang ramai maka kita tidak perlu Buddy karena ada orang-orang di sekitar kita. Perlu diketahui, tidak semua orang yang berada di kolam itu paham dengan freediving, apalagi paham gejala-gejala seperti BO dan bagaimana cara menyelamatkan orang yang terkena serangan tersebut. inilah salah satu alasan mengapa kecelakaan dalam Freediving sering sekali terjadi di kolam.

Janganlah menjadi “internet freediver” yaitu seorang freediver yang hanya melihat tutorial freediving dari internet kemudian mempraktekannya sendiri tanpa bimbingan orang yang lebih paham. Pertanyaan selanjutnya adalah Lantas bagaimana cara untuk menjadi Buddy (Penyelam) yang baik dan bijak? Salah satunya adalah dengan latihan dengan klub atau komunitas freediving yang ada disekitarmu dan mengikuti sertifikasi yang diselenggarakan oleh banyak pihak. Seperti contohnya ada AIDA, PADI, atau organisasi Freedive internasional lainnya. Dengan mengikuti sertifikasi tersebut maka kita akan belajar banyak hal soal rescue beserta dengan banyak contohnya dan bisa menjadi Buddy yang baik.

Sekarang sudah tahu kan pentingnya peran Buddy dalam Freediving. Masih mau (latihan) menyelam sendiri? Jangan ya. Keberadaan Buddy dapat memberikan rasa aman kepada teman menyelamnya dan dapat meningkatkan kepercayaan diri dari teman menyelamnya. Keberadaan Buddy juga dapat meningkatkan keselamatan dari teman menyelamnya. So, don’t just make “Never Freedive Alone” as a good sticker on your Fin or bag, but please consider it as a guide to keep you safe when you are doing a freedive activity.

You can’t hide from yourself in the water

–Anonymous

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.