• Home
  • /
  • Trip
  • /
  • Rekor Nasional Baru pada IDAC 2017

Rekor Nasional Baru pada IDAC 2017

Beberapa hari yang lalu, tepatnya dari tanggal 13-15 Oktober 2017, telah berlangsung sebuah kompetisi Apnea Pool terbesar di Indonesia yang bernama IDAC 2017 (Indonesia Apnea Competition 2017). Kompetisi yang diorganisasi oleh Apnea Culture, salah satu sekolah freediving yang berbasis di Jakarta, sukses menghadirkan banyak peserta. Tidak hanya asal Indonesia, beberapa peserta dari luar negeri pun terlihat meramaikan lomba kali ini. Sebut saja Singapura, Malaysia, Jerman, Inggris dan Perancis.

Dalam kompetisi kali ini, terdapat 3 cabang disiplin ilmu yang dilombakan yaitu STA (Static Apnea), DNF (Dynamic No Fins), DYN (Dynamic with Fins). Adapun urutan perlombaan adalah sebagai berikut: Hari pertama para peserta akan melakukan DYN/DNF. Di hari kedua, mereka akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada STA. Untuk hari yang ketiga, bagi mereka yang belum melakukan DYN di hari pertama, maka akan melakukan DNF. Sedangkan yang belum melakukan DNF di hari pertama, maka akan melakukan DYN di hari ketiga ini.

Dari perhelatan yang berlangsung selama 3 hari di Kolam Renang Sekolah Pelita Harapan ini, berhasil didapatkan beberapa rekor nasional baru. Berikut ini beberapa rekor nasional di setiap disiplin ilmu yang berhasil dipecahkan pada IDAC 2017:

Hari Pertama

DNF ( Dynamic No Fins)
Dynamic No Fins adalah cabang ilmu dalam olahraga freediving yang mengharuskan diver untuk bergerak secara horizontal sejauh mungkin di dalam air dengan satu tarikan nafas dan tanpa menggunakan bantuan fins. Diver hanya menggunakan kaki dan tangannya untuk bergerak.

Di hari pertama acara ini diadakan, rekor nasional baru langsung muncul dari disiplin ilmu DNF. Adalah seorang Malaysia bernama Mohd Azam Abdul Hamid yang berhasil menciptakan rekor nasional baru. Sebelum bertanding, pria asal Malaysia yang sudah cukup lama malang melintang di olahraga freediving ini mengumumkan kalau targetnya adalah 65 meter. Namun setelah perform, ternyata Azam mampu mencapai jarak 100 meter yang merupakan catatan baru bagi Malaysia untuk DNF.

Masih di hari yang sama, namun rekor baru berikutnya datang dari disiplin ilmu DYN. Paul Wai-Kei SACK, teman Azam yang juga merupakan warga negara Malaysia ini mampu menempuh jarak 150 meter. Pencapaian yang dilakukan oleh Paul ini sekaligus mematahkan rekor milik temannya sendiri, Mohd Azam Abdul Hamid yang dibuat pada IDAC 2016 dengan jarak 131 Meter.

Azam saat sedang melakukan DNF pada IDAC 2017

Paul melakukan DYN dengan menggunakan monofin pada IDAC 2017

Hari Kedua

STA (Static Apnea)
Static Apnea adalah salah satu disiplin ilmu dalam olahraga freediving dimana diver harus menahan nafasnya di permukaan air dengan posisi wajah menghadap ke bawah selama mungkin tanpa perlu berenang (cukup diam di tempat).

Di hari kedua penyelenggaraannya, 3 rekor nasional berhasil dipecahkan. Yang pertama, Jonathan Chong asal Singapura berhasil mengalahkan rekor yang sudah bertahan selama kurang lebih 2 tahun atas namanya sendiri. Pria berkepala plontos ini membuat catatan baru dengan berhasil melakukan STA selama 6 menit 30 detik, mengalahkan catatan waktu sebelumnya yaitu 6 menit 17 detik yang dibuatnya pada Pan Pacific Freediving Championship, November 2015 di Brisbane, Australia.

Rekor Nasional kedua yang berhasil dipecahkan datang dari Malaysia, kali ini seorang wanita berbadan mungil bernama Syafidatul Azua Shafii atau yang akrab dipanggil Azua sanggup menahan nafasnya selama 5 menit lebih 2 detik. Seperti halnya Jonathan Chong, Azua juga berhasil mengalahkan rekor atas namanya sendri yang dia ciptakan di ajang yang sama tahun lalu. Pada IDAC 2016, Azua berhasil mencatatkan waktu 4 menit 48 detik atau 14 detik lebih cepat dibanding rekornya tahun ini.

Yang ketiga, masih dari negeri jiran, lagi-lagi Paul Wai-Kei SACK berhasil mengukir namanya dalam catatan rekor nasional Malaysia. Meskipun bukan catatan waktu terbaik untuk STA pada kompetisi kali ini, namun 5 menit 59 detik milik Paul cukup membawanya ke tangga teratas catatan waktu STA Malaysia. Catatan waktu Paul ini mengungguli rekor sebelumnya yang juga milik dirinya sendiri dengan waktu 5 menit 41 detik yang dibuat pada event Southeast Asia Team Freediving Championships tahun 2016 di Penang, Malaysia.

Jonathan yang ditemani oleh Victoire

Azua yang berhasil menciptakan rekor nasional baru untuk STA di IDAC 2017

Paul, yang berhasi membuat 2 rekor nasional baru di IDAC 2017 ini

Hari ketiga

DYN (Dynamic with Fins)
Dynamic with Fins adalah disiplin ilmu dalam olahraga freediving yang mengharuskan diver untuk bergerak secara horizontal sejauh mungkin di dalam air dengan menggunakan bantuan fins, baik itu bifins ataupun monofins.

Yang ditunggu akhirnya datang juga, sebuah pencapaian baru bagi Indonesia berhasil ditorehkan oleh Melanesia Freediver bernama Hendra Iriansya pada disiplin ilmu DYN. Rekor sebelumnya yang dipegang oleh Stanley Sradaputta yaitu 127 meter kini sudah resmi digantikan oleh pria yang akrab disapa Cupe ini. Terpaut hanya 1 meter, namun angka tersebut sudah berhasil menempatkan nama Hendra Iriansya pada rekor nasional baru untuk DYN dengan jarak 128 Meter.

Melanesia Freediver

Cupe yang didampingi oleh safety diver

Rangkuman

Berikut ini daftar rekor nasional yang berhasil tercipta pada event IDAC 2017.
Pic via Apnea Culture

****

Itu tadi beberapa rekor nasional baru yang tercipta pada IDAC 2017. Akankah tercipta rekor-rekor baru berikutnya pada kompetisi selanjutnya? Kita tunggu saja beritanya pada IDAC 2018 🙂

**Semua Kredit foto dapat dilihat dibagian ujung kanan bawah gambar



Congratulations. I knew the record would stand until it was broken

— Yogi Berra

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.