• Home
  • /
  • Destinasi
  • /
  • Jelajah Taman Nasional Ujung Kulon di Bagian Barat Pulau Jawa

Jelajah Taman Nasional Ujung Kulon di Bagian Barat Pulau Jawa

Ujung Kulon

sedikit pemandangan Taman Nasional Ujung Kulon dari udara

Belakangan ini traveling bisa dibilang tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan bagi beberapa orang Indonesia tetapi juga merupakan gaya hidup. Berbagai macam destinasi wisata selalu penuh di akhir pekan atau hari libur nasional. Kepenatan kerja memang terkadang menuntut kita untuk mengistirahatkan otak kita sejenak dan cara yang lumayan ampuh adalah dengan Traveling.

Salah satu tempat wisata yang bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat liburan yang harus kamu kunjungi adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu Taman nasional dari 45 Taman Nasional yang ada di Indonesia yang berlokasi di bagian paling barat Pulau Jawa.

Objek wisata di daerah Ujung Kulon bisa terbilang lengkap karena terdapat hutan, sungai, laut sehingga kita tidak hanya bisa menikmati keindahan Savana atau hutan disana tetapi juga keindahan bawah laut dari Taman Nasional Ujung Kulon. Berikut ini adalah beberapa tempat yang bisa kalian kunjungi di Taman Nasional Ujung Kulon.

Papan Nama Pulau Peucang

Papan Nama Pulau Peucang


Pulau Peucang

Peucang dalam bahasa Sunda berarti kancil. Daya tarik dari pulau ini adalah hutan dan keindahan lautnya yang luar biasa. Ketika kita sampai di dermaga Pulau Peucang maka kita akan langsung disambut oleh gradasi warna biru laut yang akan membuat kita tersenyum dan kalau beruntung maka kita juga bisa langsung berjumpa dengan kawanan babi dan juga monyet.

Jika ingin menginap di Taman Nasional Ujung Kulon maka Pulau Peucang merupakan pilihan yang paling tepat, disini terdapat penginapan yang cukup besar dan jaraknya tidak terlalu jauh dari dermaga, namun bisa dibilang harganya lebih mahal dibandingkan dengan penginapan yang ada di Pulau Handeleum.

Lokasi Pulau dengan pasir putih pantai yang halus ini juga bisa dibilang strategis karena berdekatan dengan beberapa Objek Wisata lain yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Kita juga bisa menjelajah hutan yang ada di Pulau Peucang, disana terdapat banyak binatang seperti Rusa dan Kijang. Tidak perlu takut, hewan disana memang liar tapi tidak membahayakan kok . Akhir dari penjelajahan hutan di Peucang adalah Karang Copong.

Papan Nama Pulau Handeleum

Papan Nama Pulau Handeleum

Pulau Handeleum

Buat kamu ingin mencari penginapan murah di Taman Nasional Ujung Kulon, maka Pulau Handeleum adalah tempatnya. Tidak seperti Pulau Peucang, di Pulau Handeleum ini tidak terlalu banyak objek yang menarik. Pulau ini berjarak 3 jam dari Pulau Peucang apabila ditempuh dengan menggunakan kapal biasa dan karena letaknya yang memang agak jauh membuat lokasi pulau ini tidaklah strategis.

Disini terdapat penginapan yang memang harganya cukup murah. Ada dua model penginapan disini yaitu rumah dan barak. Yang membuat seru menginap di pulau ini adalah terdapat halaman yang cukup luas di depan barak dan di belakang rumah, ditempat inilah banyak rusa yang suka berkeliaran. kita bisa bermain dengan mereka atau juga memberi makan mereka. kalau kamu beruntung maka kamu juga bisa selfie dengan rusa-rusa tersebut. Jarak dari dermaga menuju penginapan juga tidak terlalu jauh, kira-kira hanya 1 KM.

View Panorama dari Cidaon

View Panorama dari Cidaon

Cidaon

Cidaon merupakan tempat paling hijau di Taman Nasional Ujung Kulon. Kenapa paling hijau? karena disini terdapat padang savana yang sangat luas atau yang biasa disebut padang Penggembalaan. Ditempat ini kita bisa melihat kawanan sapi, rusa atau banteng yang sering mencari makan.

Apabila takut mengganggu kawanan hewan yang sedang berkumpul disini maka kita bisa melihatnya melalui Tower Banteng. Tower ini berada tepat sebelum padang savana. Melalui tower 3 tingkat ini maka kita bisa melihat kawanan hewan tersebut dari kejauhan dan juga kita bisa melihat seluruh area padang Savana.

Hati-hati melangkah ya kalau main ke padang savananya, karena hewan-hewan tersebut sering mencari makan disini maka mereka juga sering buang kotoran di tempat tersebut.

Salah Satu tempat mercusuar di Cibom

Salah Satu tempat mercusuar di Cibom

Pulau Cibom

Pulau yang berjarak hanya 15 menit dari pulau Peucang ini merupakan pulau yang tidak memiliki dermaga. Karena tidak ada dermaga maka kita hanya bisa menggunakan kapal kecil untuk pergi ke sana. Di pulau tidak berpenghuni ini terdapat terdapat dua mercusuar yaitu Mercusuar yang lama yang ada di puncak Tanjung Layar dan Mercusuar yang baru yang terletak tidak jauh sebelum Tanjung Layar.

Kondisi Mercusuar yang lama sudah rusak namun karena letaknya yang berada di puncak Tanjung Layar membuat tempat ini wajib dikunjungi apabila kita ke Pulau Cibom ini. Mercusuar yang baru memiliki tujuh tingkatan, namun kita tidak diperkenankan untuk naik sampai ke tingkat yang paling atas untuk alasan keamanan karena memang angin di tingkat yang paling atas sangatlah kencang, dari Mercusuar inilah kita bis melihat pemandangan laut yang indah dari Taman Nasional Ujung Kulon.

Di sekitar Mercusuar baru ini juga terdapat beberapa ruangan yang salah satunya digunakan oleh penjaga disana. Kita bisa saja menginap ditempat ini, hanya saja penjaga disini tidak memperbolehkannya apabila tidak dalam keadaan terdesak, di Pulau ini juga kita bisa berkemah.

Bermain kano di Sungai Cigenter

Bermain kano di Sungai Cigenter

Sungai Cigenter

Sungai ini bisa dibilang seperti amazon, dengan airnya yang hijau dan kiri kanannya ditutupi oleh pepohonan yang tumbuh dengan sangat rapat. Suasana di tempat ini sangat sepi, kita bisa menyusuri sungai ini bolak balik dengan waktu tempuh sekitar 45 menit saja. Tidak ada yang bisa kita lakukan di tempat ini selain foto-foto dan canoeing.

Pulau Oar

Pulau Oar

Pulau Oar

Pulau kecil ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Pulau ini sama seperti pulau gosong di Kepulauan seribu atau Pahawang Kecil di Pahawang. Di sekitar pulau ini kita bisa melakukan snorkeling dengan keindahan biota bawah lautnya yang luar biasa. Pulau berpasir putih halus ini juga sangat cocok untuk yang suka berjemur agar kulit kita terlihat lebih eksotis.

“The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.”
― Marcel Proust

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.