Memanjakan Mata di Pulau Padar

Yap, Selamat datang di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. Sebuah pulau kosong tak berpenghuni dengan pemandangannya yang luar biasa mempesona. Padar merupakan pulau ketiga terbesar yang ada di Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Tempat kapal bersandar sekaligus jalur trekking awal di Pulau Padar.
Sekarang sudah jauh lebih enak karena dibuatkan tangga kayu.
Pic via dee_explorer

Perjalanan menuju Pulau Padar menggunakan kapal akan memakan waktu yang cukup lama, bisa 1-3,5 jam tergantung kondisi cuaca dan dari mana voyagers berangkat. Namun selama perjalanan tersebut dapat dipastikan kalau voyagers tidak akan merasa bosan di jalan karena pemandangan Taman Nasional Komodo ini begitu luar biasa. Gugusan pulau-pulau eksotis yang bertebaran di kiri dan kanan kapal akan menemani voyagers sampai voyagers tiba di Pulau Padar.

Setibanya di dekat Pulau Padar, kapal (besar) tidak akan bisa langsung merapat ke bibir pantai. Kapal harus membuang sauh jauh dari pantai karena kalau terlalu dekat kemudian air surut maka kapal akan terjebak di atas pasir dan tidak bisa berlayar kembali sampai air pasang. Perjalanan harus disambung dengan menggunakan sekoci atau perahu kecil menuju ke bibir pantai Pulau Padar.

Titik pendakian awal Bukit Padar (sebelum dibangun tangga kayu)

Rute pendakian selanjutnya, Puncak Padar masih cukup jauh

Pemandangan saat baru 1/4 pendakian

Daya tarik utama pulau ini adalah panorama tiga pantai yang dapat kita lihat sekaligus dari bagian puncak pulau ini. Namun, untuk mencapai bagian puncak tersebut pastilah tidak mudah. Dari bibir pantai, voyagers harus terlebih dahulu mendaki Bukit Padar yang beralaskan tanah yang berbatu dan medannya yang terjal selama 15-30 menit (tergantung kecepatan dan kondisi fisik voyagers). Medan ini akan menjadi semakin berat apabila hujan turun. Tidak ada jalan lain selain mendaki, kekuatan fisik benar-benar diandalkan di sini.

Rasa lelah saat mendaki terutama di siang hari pastilah datang menghampiri, perasaan ingin cepat turun dan kembali karena langkah kaki yang tak kunjung mencapai puncak akan terus menyerang. FYI ya, siang hari di NTT itu sangat panas, seolah matahari hanya berada satu jengkal di atas kepala kita. Ditambah lagi di Pulau Padar itu pepohonannya sangat sedikit dan kecil-kecil, yang banyak hanyalah rerumputan jadi tidak ada tempat yang memadai untuk berlindung dari sengatan sinar matahari.

beberapa menit lagi sebelum mencapai puncak

Lautan di sekitar Padar

Layaknya ingin “menembak” seorang wanita yang kita suka, maka kita harus berkorban sedikit (tenaga dan waktu) sebelum mendapatkan cintanya. Nah seperti itulah kira-kira jika voyagers ingin menikmati keindahan alam dari Puncak Padar, tidak ada jalan lain yang mudah selain mendaki bukit yang jalurnya cukup berat. Namun perasaan lelah atau pikiran tersebut akan terbayar lunas tuntas apabila voyagers sudah mencapai bagian puncak. Lukisan alam yang memanjakan mata terlihat sangat nyata.

Kalau sudah berada di Puncak Padar ini rasanya bersyukur sekali bisa melihat keindahan semegah ini dan sedahsyat ini. Kamera pasti langsung menjadi fokus utama, berbagai macam gaya dan angle pasti langsung dicoba. Ratusan mega dalam kapasitas penyimpanan kamera akan terisi dengan segera. Sayang memang rasanya kalau tidak mengabadikan gambar diri sendiri dengan latar belakang yang tidak ada duanya.

Menurut kapten kapal yang membawa tim Dailyvoyagers saat berkunjung ke Pulau ini, pulau ini adalah destinasi favorit para wisatawan luar negeri setelah Pink Beach. “Kalau pemandangan dari atas Gili Lawa Darat sih masih masuk dalam kategori biasa menurut mereka, namun kalau sudah turun dari Pulau Padar ini rata-rata para wisatawan berkomentar kalau pulau ini spesial banget viewnya”, begitu tuturnya.

Menikmati Pemandangan Pulau Padar

Bernyanyi sambil bermain ukulele di Pulau Padar

Bentuk pulau ini memang sangat spesial dan terkesan seperti jaman Pra sejarah. Rasanya tidak ada pulau yang seperti ini. Saat mencapai puncak maka voyagers seolah dibawa kembali ke jaman Mesozoikum di mana di pulau yang berbukit-bukit ini seolah masih tersimpan megalosaurus atau plesiosaurus. Oh iya, Voyagers juga perlu berhati-hati saat mendaki Bukit Padar. Selain medannya yang terjal, konon di Pulau Padar ini masih terdapat Komodo, itu lho hewan reptil peninggalan pra sejarah yang masih sanggup bertahan hidup sampai sekarang.

Karena belum ada perahu umum untuk menjangkau Pulau Padar, maka jalan atau rute terdekat untuk mencapai Pulau ini adalah melalui Labuan Bajo. Voyagers harus menyewa kapal dari Labuan Bajo atau kalau mau lebih mudah dan mengunjungi lebih banyak pulau di Taman Nasional Komodo (tidak hanya Pulau Padar) maka voyagers bisa menggunakan jasa dari agen perjalanan wisata yang tersebar di Labuan Bajo. (untuk sewa kapal atau LOB bisa dibaca disini)

Panorama 3 pantai yang merupakan Primadona dari Pulau Padar

Isi sendiri ya captionnya πŸ™‚

Selamat mengunjungi Pulau Padar dan selalu ingat untuk menjaga kebersihan tempat-tempat wisata yang kamu kunjungi.

Happy Traveling, voyagers πŸ™‚


Tips ke Pulau Padar:

  • Mengingat perjalanan yang cukup berat maka diharapkan agar voyagers membawa air minum saat melakukan penanjakan.
  • Olah ragalah jauh-jauh hari sebelum ke pulau padar agar tidak terengah-engah saat menanjak.
  • Gunakan sandal atau sepatu treking saat mendaki agar tidak tergelincir.
  • Jangan hanya mendaki sampai ΒΌ atau Β½ jalan saja, pemandangan dari sana memang menggoda tapi pemandangan dari puncak itu paling indah, jadi teruslah melangkah hingga puncak.
  • Meskipun panas saat mendaki di siang hari, waktu terbaik untuk melihat view pulau ini adalah saat siang hari.
  • Penggunaan sunblock sangat dianjurkan.
  • Jangan lupa membawa kamera, pasti nggak mau kan melewatkan momen keren di tempat ini.
  • Berkunjunglah saat rumput di pulau padar sedang coklat sekali (November – Februari) atau hijau sekali (Mei – Agustus), jangan saat sedang peralihan dari coklat ke hijau atau sebaliknya.

Travel becomes a strategy for accumulating photographs.

–Susan Sontag

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah | IG: @dgoreinnamah | FB: dgoreinnamah | youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...