• Home
  • /
  • Destinasi
  • /
  • Ke Singapura? Kamu Harus Mampir ke Tempat Berikut

Ke Singapura? Kamu Harus Mampir ke Tempat Berikut

Mungkin kalau bicara soal alam, maka Singapura akan kalah jauh dengan Filipina apalagi bila dibandingkan dengan Indonesia. Tapi bagaimana cara negara ini mengubah wilayahnya yang tidak lebih besar dari Jakarta ini menjadi salah satu daerah kunjungan wisata, baik itu wisata belanja atau wisata buatan, patut diacungi jempol. Berikut ini, merupakan beberapa tempat yang mungkin bisa kalian kunjungi selama berada di Singapura, baik itu secara gratis atau berbayar:

  1. Gardens by The Bay
    Kalau yang ini pasti semua sudah tau. Kepopuleran Gardens by The Bay rasanya sudah mulai menggeser pamor dari Merlion di mata wisatawan. Taman ini tepat berada di belakang Marina Bay Sands dan taman ini memang juga bisa diakses melalui hotel ini. Konsep Gardens by the Bay sendiri adalah untuk mengubah “Garden City” menjadi “City in a Garden”, jadi dibalik pembangunannya terdapat sebuah tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan penghijauan di kota.


    Terdapat 3 taman di sini yaitu Bay East, Bay South dan Bay Central. Dari ketiganya, yang paling terbesar adalah Bay South Garden. Daya tarik utama dari ketiga taman ini adalah Supertree Grove-nya, yaitu pohon-pohom artifisial yang berfungsi tidak hanya untuk memberikan kesan indah dan mewah namun juga untuk menampung air yang nantinya air tersebut bisa digunakan untuk mengairi taman ini.


    Pohon-pohon ini (Supertree Grove) “Hidup” di malam hari. Saat malam tiba maka akan ada atraksi lampu dan suara yang keluar dari pohon ini. Atraksi inilah yang umumnya mengundang decak kagum dari para pengunjung. Untuk datang ke tempat ini, tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun untuk bisa naik ke atas pohon ini dan menikmati pemandangan dari atas maka kita harus merogoh kocek sebesar SGD$8.

  2. Sentosa Island
    Pulau Sentosa memiliki arti pulau yang memiliki ketenangan dan kedamaian. Pulau ini memiliki sejarah yang panjang dan beberapa kali mengalami pergantian nama. Seperti namanya sekarang, Pulau ini memang memberikan kedamaian dan sukacita bagi yang berkunjung ke sini. Pulau ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit para wistawan.
    Bagaimana tidak, di Pulau ini voyagers bisa menemukan berbagai macam hiburan mulai dari wisata binatang seperti S.E.A Aquarium dan Butterfly Park and Kingdom, wisata alam seperti pantai (Siloso Beach) dan juga wisata hiburan seperti Universal Studio Singapore (USS) dan Madame Tussauds. Jadi voyagers tidak usah ragu untuk membawa handai tolan berkunjung ke pulau yang merupakan taman bermain ini.

    City playground ? #SG2017

    A post shared by Erin Realon (@erinbrockovichh) on


    Untuk menuju ke pulau ini voyagers bisa menggunakan Cable Car alias kereta gantung yang bisa voyagers naiki dari Harbourfront Station atau dengan . Harga tiap wahana di tempat ini berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, yang pasti voyagers harus membawa banyak uang untuk menikmati wahana-wahan di tempat ini.
    Namun ada cara agar bisa mendapatkan tiket murah untuk bermain di tempat ini. Voyagers bisa membelinya via operator-operator traveling atau voyagers bisa mencarinya di beberapa market place seperti toko****a, mengingat beberapa wahana disini tiketnya dijual juga secara online.

    Cable Car menuju Pulau Sentosa. pic via faberpeak

  3. Singapore Flyer
    Singapore Flyer merupakan sebuah roda raksasa yang berputar di tempat secara satu arah dan menawarkan pemandangan 360º dari kota di Singapura. Roda Raksasa ini dapat dengan mudah terlihat baik dari Marina Bay Sands atau Gardens by the Bay dan terlihat lebih indah saat malam hari akibat efek warna-warni yang ditibulkan dari lampu yang terdapat di roda raksasa ini.
    Kalau dilihat sih keren ya namanya, padahal kalau bahasa Indonesianya sih “Bianglala” (Buat yang sering main ke Ancol pasti tau). Sedikit berbeda dari Bianglala yang ada di Ancol, kalau di Ancol kita harus duduk melingkar untuk menaiki wahana ini sehingga geraknya sangat terbatas, nah di Singapore Flyer ini bentuknya kapsul dan kita bebas berdiri di dalam Kapsul tersebut sembari Flyer tersebut berputar.


    Pemandangan dari titik puncak Singapore Flyer ini sangat luar biasa. Kalau cuaca sedang bagus, selain landscape kota Singapura maka kita juga bisa melihat Malaysia dan juga Indonesia dari atas sini.  Kehadirannya di tengah banyaknya gedung pencakar langit di Singapura membuat tempat ini seperti Mata air yang ada di Padang Gurun.


    Harga tiket untuk bisa menikmati wahana ini tidaklah murah, yaitu SGD$33 untuk orang dewasa, SGD$24 untuk lansia dan SGD$21 untuk anak-anak. Namun rasanya harga sebesar itu cukup setimpal dengan pemandangan dari atas sini yang bisa merelaksasi pikiran kita. Sama seperti tiket untuk menikmati wahana di Pulau Sentosa, voyagers juga bisa mencarinya di beberapa agen perjalanan atau market place untuk mendapatkan harga miring alias diskon.

  4. Marina Bay Sands
    Kalau tadi kita sudah bahas tamannya alias Gardens by the Bay, nah yang sekarang ini “rumahnya”. Buat kamu yang suka wisata mewah megah meriah, Marina Bay Sands ini cocok banget buat kamu. Marina Bay Sands ini merupakan resort All in One, dimana semua jadi satu di tempat ini. Di gedung yang tinggi menjulang ini tersedia Hotel, Mall untuk belanja, Teater, Restoran, dan yang paling utamanya adalah Casino.


    Ada satu tempat lagi yang menjadi bagian dari gedung ini yang menjadi favorit para wisatawan, tempat itu adalah Sky Park.  Di Sky Park ini terdapat sebuah kolam yang bagian pinggirmya langsung menghadap ke gedung-gedung pencakar langit atau biasa disebut dengan Infinity Pool. Berenang sambil memandang Singapura dari atas sini memang juara banget. Tapi sayangnya, untuk “nyemplung” ke kolam ini kamu harus menginap dulu di hotel ini, jadi gak sembarang orang bisa main air di sini.


    Untuk sekedar masuk ke gedung ini sih gratis, kit abisa berjalan-jalan sembari menikmati kemegahan bangunan ini, tapi ya kalau mau menggunakan fasilitasnya ya harus bayar dong. Untuk informasi, biaya menginap di hotel ini berkisar antara 3,7 juta hingga 5 jutaan per malamnya, ini adalah yang paling murahnya lho ya. Dari Hotel ini juga terdapat jalan untuk langsung menuju ke Gardens by The Bay.


  5. Henderson Wave
    Nah, tempat yang lain yang keren lagi di Singapura adalah jembatan *Iya jembatan*. Pernah tau Jembatan Manhattan? atau Jembatan Ampera? Nah, Henderson Wave itu jauh banget dari dua jembatan yang saya sebutkan tadi *Maaf ya*. Henderson Wave merupakan jembatan penyeberangan orang yang dibuat dengan desain yang unik, aman dan sedap dipandang mata (terutama pada malam hari).

    Jembatan di SIngapura dengan desain unik seperti gelombang. pic via goesholiday.com

    Kenapa sih namanya Henderson Wave? Jawabannya simple banget yaitu karena jembatan ini berada di atas Henderson Road dan bentuknya benar benar seperti gelombang. Jembatan ini memiliki tinggi 36 meter dan dibangun membentang dari satu hutan ke hutan yang lainnya.


    Paling enak memang menghabiskan waktu sore hari di tempat ini. voyagers bisa berlari santai di tempat ini (Karena atmosfernya enak banget untuk jogging) atau sekedar duduk-duduk di tempat yang sudah di sediakan sembari bersenda gurau. Umumnya beberapa anak muda Singapura akan menjadikan tempat ini sebagai objek fotografi mereka, jadi jangan heran kalau sore hari menuju malam banyak anak muda dengan kamera di tangannya nongkrong di tempat ini.

    Henderson Wave. Pic via ini

    Tempat ini gratis dan dibuka untuk umum. Untuk bisa ke sini kita bisa menggunakan Cable Car dan turun di Mount Faber Station. Dari Mount Faber Station, voyagers hanya perlu berjalan sedikit menuju Henderson Wave. Petunjuk arahnya jelas banget kok jadi voyagers dijamin gak bakal nyasar.

  6. Pulau Ubin
    Nah, kalau mau melihat alam Singapura yang masih cukup alami, Pulau Ubin ini tempatnya. Ubin disini ya pengertiannya literally Ubin dalam bahasa Indonesia. Kalau voyagers biasa melihat gedung-gedung tinggi di Kota Singapura dan memerlukan pelarian, pulau Ubin ini cocok banget.

    APPRECIATE NATURE!!

    A post shared by Ming (@mohobos) on


    Terus ada apa aja sih di sini dan voyagers bisa bikin apa aja di Pulau ini? Di pulau ini tuh ada kampung, hutan dan juga laut. Voyagers bisa berkeliling pulau yang tidak terlalu besar ini dengan berjalan kaki atau dengan sepeda yang bisa disewa sini. Voyagers mungkin saja menemukan babi atau beberapa hewan lainnya saat berkeliling. Voyagers juga bisa bermain dan ngobrol dengan orang-orang yang ada di kampung ini. Hal yag paling seru di sini menurut daily voyagers adalah berkemah.


    Untuk mencapai pulau ini, voyagers bisa naik kapal kecil dari Changi Point Ferry Terminal, dekat Changi VIllage. Kapal kecil ini tidak punya ja pasti untuk berangkat. Kalau kapal suda terisi sebanyak 12 orang, baru kapal ini berangkat. Jam operasinya sih dari matahari terbit sampe matahari terbenam. Sekali jalan, Voyagers harus merogoh kocek sebesar SGD$3/orang untuk naik kapal dan sekitar SGD$2 untuk sewa sepeda di sana. Di tempat ini tidak ada ATM, semua transaksi dilakukan dengan CASH, jadi dari Changi voyagers sudah bawa banyak lembaran ya *Di sini gak bisa ngutang*

  7. Sultan Mosque
    Buat voyagers yang beragama Islam, gak usah bingung-bingung klo mau Jumat’an, langsung aja mampir ke Masjid ini. Masjid ini bersertifikasi ISO 9001 lho. ISO 9001 adalah merupakan standar internasional untuk  sistem manajemen mutu. Jadi  udah bagus banget dong ya manajemen mutu dari Masjid ini.


    Masjid dengan kubah utama berwarna emas ini berlokasi di Muscat Street dan sudah ada sejak tahun 1824. Jadi waktu itu Sultan pertama Singapura yang menggagas pembangunan Masjid ini dan didukung oleh Sir Thomas Stamford Raffles juga turut menyumbang untuk pembangunan Masjid ini. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan penting dan bersejarah lho di Singapura.


    Kalau dari luar kita melihat gedung ini didominasi oleh warna Krem dan coklat, namun saat sudah memasuki bagian dalam maka kita akan melihat ada sentuhan warna hijau pada bagian langit-langit sebagai pemanisnya. Nah, untuk bisa ke Masjid ini, voyagers bisa menggunakan kereta menuju Rochor. Nah, dari situ voyagers bisa jalan sedikit deh ke Masjid ini. Tentu saja untuk masuk ke dalam Masjid ini gratis ya 🙂

  8. China Town
    Nah buat voygers yang suka suka belanja banyak dengan harga murah dan pengen bawa oleh-oleh saat pulang, di sinilah tempatnya. Voyagers mau cari apa? Baju? Celana? Souvenir? Asesoris? Perhiasan? Obat-obatan? Kosmetik? Kain? Cemilan, Cepuluh, Cebelas? Semuanya ada di tempat ini. China Town ini memang terkenal dengan harga-harga barangnya yang cukup murah.


    Yang terkenal lagi dari tempat ini adalah food street-nya alias wisata makanannya. Tidak hanya masakan Cina yang dijual disini tetapi makanan western pun ada. TIdak hanya restoran, bar juga ada. jadi buat voyagers yang ingin “minum-minum” lucu di tengah keramaian, ya voyagers bisa mampir ke tempat ini.  Jangan lupa untuk cobain Kwetiaw di China Town ya.


    Kental sekali dengan budaya China-nya, mulai dari ornamen-ornamen sampai bangunannya, Namun keberagaman tetap terjaga di sini. Di daerah China Town ini ada juga Masjid, Kuil Hindu dan kuil Buddha. Perpaduan antara buadaya Modern dan Tradisional China juga cukup terjaga di sini. Buat kalian Yang mau kesini, Naik kereta aja ya. Oh Iya, jangan lupa bawa uang banyak klo mampir kemari 🙂

  9. Cavenagh Bridge
    Jembatan ini kaya sekali akan sejarah. Jembatan yang berlokasi di depan Fullerton Hotel ini awalnya bernama Edinburgh Bridge, lalu kemudian nama jembatan ini berubah menjadi Cavenagh Bridge sebagai bentuk penghormatan terhadap William Cavenagh yang kala itu menjabat sebagai gubernur pada 1859-1867.


    Jembatan yang menjadi salah satu jembatan tertua di Singapura ini membentang gagah di atas Sungai Singapura. Kalau dulunya beberapa kendaraan kecil boleh melewati tempat ini, maka sekarang jembatan ini hanya dikhususkan bagi pejalan kaki saja. Saat melihat jembatan yang sangat kokoh ini pasti juga voyagers yakin kalau jembatan ini sudah dibangun sejak lama sekali dan penuh dengan nilai historis.


    Diatas sungai ini juga melintas beberapa perahu wisata yang bisa voyagers tumpangi, tidak gratis tentunya. Jembatan ini terus dirawat dan untuk mempercantiknya maka di sekitar jembatan ini diletakkan beberapa karya seni berupa patung.

  10. Victoria Theatre and Concert Hall
    Tidak jauh dari Cavenagh Bridge, hanya dengan berjalan kaki sedikit maka voyagers akan tiba di Victoria Theatre and Concert Hall. Tempat ini juga salah satu temat bersejarah di Singapura lho. Kenapa? Karena bangunan ini sudah dibangun sejak tahun 1800-an. Sekarang, bangunan ini digunakan penuh sebagai tempat pementasan atau konser, padahal dulunya bukan untuk itu.


    Tempat ini dulunya merupakan balai kota dengan teater di dalamnya. Pembangunannya pun bertahap, bagian pertama dibangun terlebih dahulu baru setelah itu digabungkan dengan gedung di sebelahnya dengan menara sebagai sentralnya dan jadilah bangunan dengan komplek yang bsear seperti sekarang. Sebagai catatan, tempat ini juga pernah digunakan sebagai tempat untuk pertemuan politik dan juga sebagai rumah sakit pada masa perang dunia II dulu.


    Bangunan dengan Patung Thomas Stamford Raffles di bagian depannya ini kental dengan nuansa Neo-Classical. Berfoto-foto di bagian depan gedung yang luar biasa cantik ini sudah pasti wajib banget masuk dalam kegiatan kamu saat berkunjung ke Singapura.

  11. Sri Mariamman Temple
    Di Daerah China Town, terdapat sebuah kuil. Kuil ini merupakan kuil Hindu tertua yang ada di Singapura. Selain menjadi tempat ibadah, tempat ini juga dinobatkan sebagai Monumen Nasional oleh pemerintahan Singapura. Meskipun Kuil ini merupakan tempat peribadatan bagi umat Hindu, namun siapapun dengan agama apapun boleh untuk masuk ke dalam bangunan ini, hanya saja harus mengikuti peraturan yang berlaku.


    Salah satu yang menarik wisatawan untuk datang kemari adalah Gopuram atau gerbang masuknya. Pada bagian atas gerbang terdapat banyak patung yang terukir indah yang memberikan kesan megah pada bangunan ini. Setelah memasuki gerbang, voyagers juga dapat melihat ornamen-ornamen indah pada bagian langit-langit kuil. Hal kedua yang menarik di sini adalah ritual agama Hindu yang bisa kita lihat secara bebas.

    Gopuram. Pic via ini

    Buat voyagers yang mau masuk ke tempat ini, GRATIS. Namun kalau mau menggunakan kamera maka ada sumbangan berupa uang yang harus dibayarkan, saya lupa berapa nominalnya namun masih di bawah SGD$10.

  12. Buddha Tooth Relic Temple & Museum
    Masih di wilayah China Town, daerah yang kaya dengan budaya ini lagi-lagi menyimpan keindahan yang luar biasa. Kalau sebelumnya Kuil untuk agama Hindu, maka kali ini adalah Kuil untuk yang beragama Buddha. Kalau dilihat dari bangunannya mugkin voyagers akan mengira bangunan ini dibangun sudah cukup lama padahal sebenarnya bangunan ini baru dibangun pada 2007. Meskipun pembangunannya dilakukan pada Era Modern namun kesan kuno dan antiknya Kuil CIna tetap dijaga dan tidak ditinggalkan.


    Nama dari kuil ini sendiri diambil dari penginggalan sang Buddha yaitu gigi taring yang tersisa setelah porses kremasinya. Relik Taring Buddha tersebut tersimpan dalam sebuah stupa yang diletakkan di dalam bangunan ini. Tidak dikenakan biaya untuk bisa masuk kesini, bahkan terdapat tur mingguan dengan pemandu yang dapat menjelaskan setiap detil dari bangunan ini. Untuk mengikuti tur tersebut maka voyagers bisa mendaftar di sini.

  13. Merlion Park
    Dan sebagai penutup voyagers bisa mampir ke Merlion Park, sebuah area yang sudah sangat terkenal dengan patung Setengah Ikan dan Setengah Singa yang berukuran besar sebagai simbolnya. Katanya sih belum ke Singapura kalau belum ke sini dan berfoto dengan patung yang menjadi maskot singapura ini. Tidak dipungut biaya untuk mampir dan berfoto di tempat ini.
    https://www.instagram.com/p/BRPbRKtjfs4/

Itu tadi beberapa tempat versi Dailyvoyagers yang bisa kalian kunjungi selama di Singapura. Semoga informasinya bermanfaat ya. Happy Traveling 🙂

Singapore is a natural gateway for international firms looking to access Asia and for Asian businesses to access the world.
— Tony Tan

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.