Itinerary Melali Ke Bali (Nusa Penida) 2 Hari 1 Malam

*tulisan ini merupakan lanjutan itinerary dari Ngelepek Banyuwangi. Buat voyagers yang ingin melanjutkan perjalanan trip Banyuwangi menuju Bali maka Itinerary ini cocok sekali buat kalian.

*Karena merupakan lanjutan maka "hari" akan dimulai dari hari Keempat.

*Untuk Voyagers yang ingin ke Penida dari Kota Asal dan berangkat pagi-pagi sekali, voyagers bisa melewati "hari keempat" dan langsung membaca dari "Hari Kelima".

Hari Keempat

Hari Keempat
Kiri Atas: Ferry menuju Gilimanuk
Kiri Bawah: Pelabuhan Ketapang
Kanan: H-Ostel Kuta

Waktu (WITA)Deskripsi
13:15 WIB - 14:45 WITAPerjalanan dengan kapal dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk
15:00 - 16:00Makan siang yang kesorean di dekat Pelabuhan Gilimanuk
16:00 - 20:30Perjalanan menuju penginapan H-Ostel di Kuta
20:30 - 21:30Makan malam setelah tiba di H-Ostel
21:30Acara Bebas

Setelah berpisah dengan 2 orang, perjalanan ke Bali ini hanya dilakukan oleh 3 orang. Dengan menggunakan Kapal Feri, kami menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Seorang supir yang kami sewa mobil dan jasanya sudah menunggu kala kami tiba di Gilimanuk. Bersama supir inilah kami menikmati perjalanan darat menuju ke Kuta untuk menginap di H-Ostel.

Tidak banyak yang kami lakukan di hari keempat di Bali ini karena waktu habis di jalan. Setibanya di H-Ostel, kami meletakkan barang, mencari makan, kemudian kembali lagi ke H-Ostel yang dilanjutkan dengan istirahat karena esok hari kami akan berangkat pagi sekali menuju Pantai Sanur.

*Sebenarnya bisa lebih murah apabila menggunakan kendaraan umum menuju Kuta. Dari Banyuwangi, voyagers sudah langsung naik Bus jurusan Bali yang mengarah ke Terminal Mengwi sehingga tidak perlu membeli tiket penyeberangan menuju Gilimanuk. Dari Mengwi, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan umum atau Taxi Online menuju Kuta. Namun opsi ini harus semangat naik turun kendaraan, sedangkan kemarin kami sudah kelelahan dan ingin cepat sampai ke penginapan. Itulah mengapa kami menyewa mobil untuk menuju ke Kuta dari Gilimanuk.

*Kami memilih penginapan di Kuta dan bukan di Sanur karena penginapan di Sanur cukup mahal untuk kantong kami.

Hari Kelima

Paling atas Dari Kiri: Laut Suwehan, Pantai Volcom, Goa Giri Putri
Baris kedua: Abangan Hills, Diamond Beach
Baris ketiga: Echo Alam Lodge, Pantai Sanur
Baris keempat: Cocoleaf Resto, Pintu Masuk GOa Giri Putri

Waktu (WITA) Deskripsi
06:30 - 07:45Bangun tidur, Mandi, Packing, Sarapan
07:45 - 08:15Perjalanan menuju Pantai Sanur dengan menggunakan Taxi Online
09:00 - 09:30Perjalanan dari Pantai Sanur menuju Nusa Penida
10:00 - 10:30Perjalanan menuju penginapan di Echo Alam Nusa Lodge
10:30 - 11:30Tiba di Echo Lodge, taruh barang-barang dan persiapan makan siang
11:30 - 12:00Perjalanan menuju Cocoleaf untuk makan siang
12:00 - 13:00Makan siang di Cocoleaf
13:00 - 14:30Perjalanan ke Pantai Suwehan
14:30 - 14:55Perjalanan dari Parkiran Menuju ke Pantai Suwehan
15:00 - 15:30Menikmati Pantai Suwehan
15:30 - 16:00Perjalanan kembali ke parkiran
16:00 - 16:30Perjalanan dari Suwehan menuju Pantai Atuh
16:30 - 17:00Menikmati Atuh Beach dan Nusa Batu Padasan (Twin Stones) & Nusa Batu Abah (Stone Abah)
17:00 - 18:00Perjalanan menuju Goa Giri Putri
18:00 - 19:00Menjelajah Pura Goa Giri Putri
19:00 - 20:00Perjalanan kembali ke Penginapan
20:00Tiba di Penginapan, makan malam dan kemudian acara bebas

Setelah bangun dan menyantap roti yang disediakan dari pihak penginapan, kami langsung mengambil backpack dan bergegas menuju Pantai Sanur dengan menggunakan jasa Taxi Online. Kami berangkat pagi-pagi sekali karena kami ingin mengejar pemberangkatan kapal jam 08:30 menuju Nusa Penida. Sebenarnya ada penyeberangan yang dimulai dari jam 07:00 & 08:00 WITA, hanya saja kemampuan kami untuk bangun pagi sekali itu cukup rendah.

Agak molor sedikit, kapal cepat berangkat menuju Nusa Penida pukul 09:00 WITA. Setibanya di Nusa Penida, kami langsung menyewa 2 motor yang ada di dermaga. Penyewaan mobil dan motor berjajar rapi di sini, kamu bisa langsung memilih mau menggunakan moda transportasi apa untuk explore Penida, kemudian membayar dan mengendarai kendaraan sewaanmu.

Tujuan pertama kami adalah penginapan di Echo Alam Lodge. Alasan kami memilih Echo Alam Lodge sebagai penginapan karena ratingnya yang cukup bagus di beberapa situs traveling. Setelah kami tiba di sini, ternyata memang tempat ini benar-benar nyaman. Letaknya yang berada jauh dari jalan raya dan keramaian (seperti di tengah hutan) membuat kami bisa mendapatkan ketenangan di sini.

Backpack sudah kami letakkan di kamar dan kini waktunya untuk menjelajah Nusa Penida. Destinasi wisata di Nusa Penida dibagi ke dalam 2 wilayah, yaitu barat dan timur. Lokasi wisata favorit itu ada di Nusa Penida bagian barat seperti Kelingking Beach, Angels Billabong, Broken Beach, Crystal Bay, dan letak mereka saling berdekatan. Lokasi wisata di Nusa Penida bagian timur letaknya cukup jauh namun tidak kalah indahnya. Karena kami harus pulang esok sore, maka kami memutuskan untuk menjelajah yang jauh terlebih dahulu.

Tujuan pertama adalah Pantai Suwehan, lokasi terjauh dari objek wisata yang kami kunjungi di Penida Timur. Setelah makan siang di Cocoleaf, kami langsung tancap gas ke sana. Selama perjalanan menuju Suwehan, voyagers akan melihat sisi lain dari Nusa Penida. Kita akan melihat jajaran bukit yang berbaris indah di sepanjang jalan menjelang Suwehan dan pada ketinggian tertentu, kita bisa melihat laut dari atas bukit tersebut. Setengah jam perjalanan menuju Suwehan bisa dibilang jalannya cukup baik,  namun setengah jam perjalanan berikutnya jalanan cukup rusak dan jalurnya berkelok naik turun.

Dari Pantai Suwehan kami beralih ke Pantai Atuh.  Atuh ini konon kabarnya salah satu tempat yang baik untuk melihat sunrise. Ada dua jalur untuk menuju Pantai Atuh ini yaitu melalui Jalur Karang dan Jalur Pelilit. Untuk melewati Jalur Karang, kita harus kembali ke jalan raya dan mengarah kembali menuju arah pulang sebelum menemukan plang yang bertuliskan “Pantai Atuh”. Keuntungan Jalur Karang ini adalah tidak bayar, namun kesulitannya adalah jalur ini rutenya lebih panjang dari jalur Pelilit.

Sedangkan Jalur Pelilit bisa ditempuh melalui jalur Suwehan. Sesaat sebelum mencapai Suwehan, ada percabangan yang kalau kita ke kanan akan menuju ke Pantai  Suwehan dan kalau ke kiri akan mengarahkan kita ke Pantai Atuh. Percabangan ini ditandai dengan adanya pohon Kamboja. Jalur Pelilit ini lebih cepat namun untuk bisa turun ke Pantai Atuh dari sini kita harus melewati medan yang terjal. Jalur Pelilit inilah yang kami pilih.

Lewat jalur Pelilit ini ternyata kami bisa melihat 3 objek wisata sekaligus. Yang pertama Pantai Atuh, lalu Lebah Apoak dengan Nusa Batu Padasan & Nusa Batu Abah dan yang terakhir adalah Diamond Beach dengan latar Pulau Seribu. Kalau lewat Jalur Karang, kita hanya bisa melihat Pantai Atuh saja. Puas berfoto di 3 Objek wisata tersebut, kami pun kembali mengarahkan si kuda besi menuju penginapan. Sebelum ke penginapan, kami masih mengunjungi satu objek wisata lagi yaitu Pura Goa Giri Putri.

Pura Goa Giri Putri ini merupakan sebuah Pura yang terletak di dalam goa yang amat besar. Lokasinya tidak jauh dari rumah makan Cocoleaf tempat kami mengisi perut siang tadi. Untuk bisa masuk ke dalamnya, kita harus melewati beberapa anak tangga yang mengarah ke atas (menanjak). Tantangan selanjutnya datang dari pintu masuk. Untuk bisa masuk ke dalam Pura, kita harus melewati lubang kecil yang hanya muat untuk 1 orang kemudian berjalan jongkok sejauh 20 meter.

Selama di dalam Pura, kita akan didampingi oleh seorang Pendeta Hindu. Selain untuk menjelaskan tentang tempat ini, tujuan lainnya adalah untuk mencegah pengunjung naik ke atas tangga menuju altar yang merupakan tempat yang terlarang untuk umum. Di bagian akhir perjalanan menuju Pura Goa Giri Putri ini, kita akan dipasangkan Gelang Tridatu yang melambangkan manifestasi dari sang Hyang Widhi.

Puas dan lelah menjadi satu setelah kami mengunjungi 3 destinasi di hari pertama ini dan destinasi keempat sekaligus yang terakhir sudah menanti yaitu kasur. Kami pun kembali ke penginapan.

*Cukup nyalakan google maps untuk menuju objek wisata di Penida Timur ini dan voyagers akan diarahkan tepat menuju tempat tujuan tersebut

*pastikan tekanan ban dan BBM cukup selama mengeksplor Penida Timur ini. Usahakan isi penuh bensin saat mau menuju Suwehan karena lokasinya benar-benar jauh.

*mengunjungi Goa Giri Putri lebih baik sore menjelang malam karena tempat ini akan selalu gelap meskipun siang hari sekalipun. Pagi atau siang hari lebih baik digunakan untuk mengunjungi pantai.

Hari Keenam

Dari Kiri ke kanan
Baris 1: Tembeling Beach
Baris 2: Tembeling, Banah Cliff Point
Baris 3: Kelingking Beach
Baris 4: Angel’s Billabong, Broken Beach

Waktu (WITA)Deskripsi
05:30 - 06:00Bangun Pagi dan persiapan untuk explore Penida
06:15 - 07:10Perjalanan menuju Kolam Alami Tembeling
07:10 - 07:30Tiba di Tembeling yang dilanjutkan dengan jalan kaki dari parkiran menuju Kolam Tembeling
07:30 - 08:00Menikmati Kolam dan Pantai Tembeling
08:00 - 08:15Perjalanan kembali ke Parkiran
08:15 - 08:35Perjalanan menuju Banah
08:35 - 08:45Foto-foto di Banah
08:45 - 09:15Perjalanan menuju Pantai Kelingking
09:15 - 09:45Foto-foto di Pantai Kelingking
09:45 - 10:15Sarapan di warung yang ada di Pantai Kelingking
10:15 - 11:15Perjalanan menuju Angels Billabong
11:15 - 12:30Main-main di Angels BIllabong dan Broken Beach
12:30 - 13:15Perjalanan kembali ke penginapan Echo Alam Lodge
13:15 - 14:00Mandi dan Packing
14:00 - 14:30Perjalanan kembali ke Dermaga di Penida
15:00 - 15:40Perjalanan Penida - Sanur
15:40 - 16:20Perjalanan ke Bandara dengan Taxi Online
16:20Tiba di bandara dan Sayonara

Di hari yang baru ini, kami kembali bangun cukup pagi. Kawasan yang akan kami jelajahi adalah Nusa Penida bagian barat. Tujuan pertama adalah merasakan dinginnya air di Kolam Alami Tembeling. Tepat jam 06:15 kami berangkat menuju Desa Batu Madeg, Banjar Salak, lokasi dimana Kolam Tembeling itu berada. Jalan awal menuju Kolam Alami Tembeling cukup mudah, namun menjelang akhir semuanya berubah. Jalur naik turun harus dilewati guna menuju kolam Tembeling ini. Jalan yang beraspal berubah menjadi tanah yang berbatu sehingga perlu berhati-hati untuk melewati jalur ini

Setibanya di Tembeling ternyata kolam ini sudah tidak ada (lengkapnya bisa dibaca DI SINI). Akhirnya kami hanya bermain sebentar di pantainya dan kemudian kembali ke parkiran guna melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Tidak jauh dari Kolam Tembeling ini ada sebuah tempat yang bernama Banah. Banah merupakan tanah lapang yang berada di atas tebing. Sebenarnya Banah merupakan tempat untuk menikmati sunset tapi tidak banyak yang tahu kalau pergi ke sini pagi hari maka kita bisa melihat Manta dari pinggir tebing. Tepat di depan Banah ini merupakan Manta Point.

Usai menikmati keindahan Banah, kami bertolak ke tempat paling hits di Nusa Penida yaitu Pantai Kelingking. Bentuk tebingnya yang unik bila dilihat dari atas memang menjadi magnet bagi para wisatawan. Datanglah pagi hari ke tempat ini kalau voyagers ingin berfoto dengan nyaman (belum ramai). Di Pantai Kelingking ini, kami hanya menikmati pemandangan dari atas saja. Sebenarnya bisa turun ke pantainya yang di bawah namun dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk naik dan turunnya. Karena ingin menghemat waktu, kami tidak melakukannya.

Setelah 1 jam di Pantai Kelingking (termasuk sarapan), kami melanjutkan perjalanan menuju Angel’s Billabong. Lokasi Angel’s Billabong ini bersebelahan dengan Broken Beach. Jalan menuju Angel’s Billabong merupakan jalan paling hancur yang ada di Penida. Badan akan bergetar sepanjang perjalanan karena jalannya yang tidak rata. Untung saja Angel’s Billabong dan Broken Beach ini memiliki view yang bagus sebagai pelipur.

Untuk yang mau bermain air di Angel’s Billabong diharapkan memperhatikan ketinggian air laut. Kalau sedang pasang, lebih baik hindari tempat ini karena sudah pernah ada kasus wisatawan yang terseret ombak di sini. Namun kalau sedang surut, silahkan bermain sepuasnya di sini sampai kulit mengkerut.

Tidak terasa kalau Angel’s Billabong dan Broken Beach merupakan kunjungan terakhir kami. Dari sana kami langsung menuju penginapan untuk mandi dan packing. Kembali kami harus melalui jalan yang bergelombang tadi. Kami harus cepat namun juga tetap hati-hati karena kami berpacu dengan waktu untuk mengejar kapal yang akan mengangkut kami menuju Sanur.

Tepat pukul 15:00 WITA, kapal cepat yang kami tumpangi meninggalkan Nusa Penida. Terima kasih Nusa Penida untuk keramahan dan destinasi-destinasinya yang menakjubkan.

Matur Suksma

*meskipun Kolam Alami Tembeling sudah tidak ada namun voyagers tetap bisa menyaksikan keindahan Pantai Tembeling yang unik

*Kelingking Beach ini berdekatan dengan objek wisata lainnya seperti Seganing Waterfall, Pura Paluang, Bulian Beach dan Lumangan Beach

Budget Itinerary

Berikut ini rincian biaya selama kami di Bali khususnya Nusa Penida:

Rincian Biaya Penida

Keterangan

  • Rincian biaya di atas adalah untuk 3 orang.
  • Biaya di atas tidak termasuk tiket pesawat dari dan ke kota asal.
  • Biaya di atas belum termasuk biaya foya-foya pribadi.
  • Tidak ada biaya makan malam di hari keempat karena langsung bayar sendiri-sendiri.
  • Biaya Sewa motor belum termasuk dengan bensin.
  • Biaya menginap di Echo Alam Lodge sudah termasuk sarapan.
  • Tidak ada tiket untuk masuk Tembeling karena waktu itu kami datang pagi sekali.
  • Untuk yang berangkat langsung ke Bali (langsung ke hari kelima) maka biaya patungan per orangnya untuk 2 hari 1 malam kurang lebih Rp  2.198.000/3 = Rp 733.000

Saran

  • Untuk yang ingin ke Penida (terutama dari Jakarta), bisa pilih penerbangan yang paling pagi (pukul 04:55) sehingga tidak perlu menginap di Bali dan ketika tiba di bandara bisa langsung menuju Sanur untuk menyeberang ke Nusa Penida.
  • Beli Tiket ke Nusa Penida  on the spot saja dan tidak perlu pakai calo.
  • Lebih baik beli tiket Sanur – Nusa Penida langsung PP
  • Menurut Daily Voyagers, lebih baik sewa motor dari pada sewa mobil di Nusa Penida.
  • Sewa Motor langsung di Dermaga Nusa Penida.
  • Cari Info dengan cermat mengenai suatu tempat wisata sebelum berkunjung ke sana.
  • Memesan kamar di Echo Alam Lodge bisa melalui booking.com

Rute bisa dilihat DI SINI

Life is a journey. When we stop, things don’t go right.

— Pope Francis

Attachments

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Twitter: @dgoreinnamah | IG: @dgoreinnamah | FB: dgoreinnamah | youtube: Darius Alexander Go Reinnamah | http://goreinnamah.com

You may also like...