• Home
  • /
  • Rest
  • /
  • Menginap di Banyuwangi? Didu’s Homestay Aja

Menginap di Banyuwangi? Didu’s Homestay Aja

Keharusan untuk mengikuti itinerary yang sudah saya atur sedemikian rupa, membuat saya seringkali berpindah dari satu penginapan ke penginapan lain guna membuat saya lebih dekat akan objek wisata yang ingin saya tuju di hari berikutnya. Ada tidak enaknya namun ada juga enaknya.

Tidak enaknya adalah saya harus mengemas barang lebih sering, padahal saya bukanlah tipe orang yang lihai dalam mengeluarkan barang dari backpack dan memasukkannya kembali. Sedangkan enaknya adalah saya jadi bisa merasakan banyak penginapan dengan berbagai keunikan yang mereka tawarkan.

Itu juga yang terjadi kala saya berkunjung ke tanah dimana Tari Gandrung berasal, Banyuwangi. Usai melihat keindahan api biru di Kawah Ijen, saya memutuskan untuk pindah tempat menginap dari penginapan sebelumnya. Kenyamanan, review dari pejalan yang pernah menginap dan harga yang ramah di kantong menjadi 3 aspek penting bagi saya dalam menentukan penginapan mana yang mau saya pilih.

Setelah googling sini sana, membandingkan satu penginapan dengan penginapan lainnya, akhirnya saya mendapatkan penginapan yang saya rasa cocok banget untuk saya dan keempat orang sahabat saya yang menemani saya saat itu. Penginapan tersebut adalah Didu’s Homestay.

Sedikit tentang Didu’s Homestay

Didu’s Homestay merupakan penginapan milik Joko dan Maya, sepasang suami istri yang pertama kali bertemu pada tahun 1997. Tahun 2015, mereka membuka penginapan yang mereka beri nama Didu’s Homestay ini (saya lupa tanya kenapa namanya Didu). Tidak seperti sekarang dimana sudah terdapat 7 pondok (kamar), awalnya penginapan ini hanya memiliki 1 pondok saja.

Ternyata dari 1 pondok inilah pundi-pundi mereka berawal dan akhirnya bertambah besar. Pelayanan prima yang selalu mereka kedepankan membuat penginapan ini kerap penuh. Omongan yang baik dari mulut ke mulut membuat nama penginapan ini semakin besar. Akhirnya, oleh “desakan” dari para pengunjung yang sudah pernah merasakan menginap di sini (bahkan ada yang sudah beberapa kali menginap di sini), secara perlahan Joko dan Maya menambah pondok pada penginapan mereka.

Selama 2 tahun berdiri, penginapan ini sudah dikunjungi oleh ±2.700 pengunjung lho. Angka yang luar biasa untuk sebuah penginapan yang usianya masih cukup belia ini. Penilaian yang baik di berbagai situs traveling dan penyewaan kamar & hotel semakin melambungkan nama Didu’s Homestay. Penilaiannya selalu berkisar dari 4,5 -5 dari 5 atau 9-10 dari 10. Bagus banget kan?

Alasan kenapa kamu harus menginap di Didu’s Homestay kalau kamu mampir ke Banyuwangi

Karena saya sudah merasakan sendiri bagaimana serunya dan nikmatnya menginap di Didu’s Homestay. Berikut ini saya mau membagikan beberapa alasan yang membuat kamu HARUS menginap di Didu’s Homestay kala kamu menginjakkan kaki di Banyuwangi:

8 Menit dari Stasiun Karang Asem

Cuma 8 menit

Buat kalian yang ingin bepergian ke Banyuwangi dengan menggunakan kereta api, Didu’s Homestay ini deket banget dengan Stasiun Karang Asem. Saya sih bilangnya “kepleset” sedikit dari stasiun langsung sampai di Didu’s Homestay.

Untuk kalian yang mengambil jadwal keberangkatan kereta malam dari Gubeng, kalian tidak perlu khawatir ketika tiba di Banyuwangi saat subuh. Cukup berjalan sedikit, maka kalian akan langsung tiba di penginapan. Meskipun dekat dengan stasiun, namun suara bising dari kereta yang lewat tidak terlalu kedengaran lho.

30 Menit menuju Pelabuhan Ketapang

Kurang dari 30 menit lho

Bagi kalian yang ingin melanjutkan perjalanan dari Banyuwangi menuju Bali atau sebaliknya, jarak Didu’s Homestay ini hanya 30 menit aja lho dari Pelabuhan Ketapang. Didu’s Homestay juga menyediakan jasa sewa mobil + supir untuk mengantar kalian ke Pelabuhan Ketapang atau menjemput kalian dari Pelabuhan Ketapang.

30 Menit menuju Bandara Blimbing Sari

Cukup setengah jam

Guna meningkatkan kunjungan pariwisata ke Banyuwangi, sekarang ini sudah ada rute penerbangan langsung dari Jakarta menuju ke Banyuwangi. Nah, Jarak Didu’s Homestay ke bandara Blimbing Sari ini hanya 30 menit lho. Jadi buat kalian yang ingin berangkat ke atau pulang dari Banyuwangi dengan pesawat, kalian hanya perlu memberi tahu Mbak Maya dan supir akan siap menjemput atau mengantar kalian.

30 Menit menuju Pantai Watu Dodol

30 menitan lah

Januari 2018 yang lalu, salah satu pantai di Banyuwangi yaitu Pantai Grand Watu Dodol dinobatkan sebagai pantai paling bersih se-ASEAN pada pagelaran acara ASEAN Tourism Standard Award 2018 yang digelar di Chiang Mai, Thailand. Untuk menuju pantai tersebut, kalian hanya membutuhkan waktu 30 menit saja dari Didu’s Homestay.

Paket perjalanan dan Banyak Koneksi

Paket Perjalanan

Kalian tidak perlu bingung apabila belum memiliki rencana perjalanan ketika berkunjung ke Banyuwangi karena Didu’s Homestay memiliki beberapa paket wisata perjalanan untuk kalian. Mau melihat api biru di Kawah Ijen? Ingin menikmati suasana di Taman Nasional Baluran yang disebut sebagai Africa van Java? Main air di Air Terjun Jagir? Bisa. Semua paket wisata itu disediakan oleh mereka.

Untuk sekedar mampir ke Pantai Watu Dodol dan melihat keindahan bawah laut Bangsring, driver dari Didu’s Homestay siap untuk mengantarkan kalian.

Didu’s Homestay juga memiliki beberapa koneksi di Bali. Sedikit berbagi, ketika saya ingin menuju ke Kuta dari Pelabuhan Gilimanuk, mbak Maya langsung menawarkan jasa supir yang bisa mengantarkan saya dan sahabat saya dari pelabuhan tersebut. Tanpa perlu repot, saya pun langsung dijemput setibanya di Pelabuhan Gilimanuk.

Bagaimana dengan harganya? Harganya bersahabat banget kok 🙂

Nuansa Penginapan

Di Depan penginapan.
pic via ini

Salah satu hal yang memberi nilai tambah pada penginapan ini adalah nuansa yang diberikan. Terletak di daerah pedesaan membuat lingkungan sekitar penginapan begitu asri dan jawa banget. Hijaunya padi yang mengelilingi penginapan di berbagai sisi memberikan ketenangan yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. Suara ramai yang hadir di Didu’s Homestay hanya datang dari jangkrik, suara kodok dan sapi serta suara rerumputan yang saling beradu kala diterpa angin, bukan dari suara lalu lintas kendaraan bermotor.

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini adalah berjalan kaki di sekitar penginapan atau bersepeda. Kalian harus coba 🙂

Bermacam Tipe Kamar

Lantai 1 Kamar Keluarga yang terdiri dari 1 single bed dan kamar mandi

Lantai 2 Kamar Keluarga.
Gambar atas: pemandangan sawah dari lantai 2
Gambar bawah: kamar tidur di lantai 2

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, ada 7 buah Pondok di sini dengan 3 jenis yang berbeda. Pondok yang pertama adalah Kamar Keluarga seperti yang saya dan sahabat saya pesan dimana dalam 1 pondok mampu menampung hingga 5 orang. Tipe Keluarga ini terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama berisi sebuah single bed yang dilengkapi dengan 1 kipas angin. Sedangkan lantai kedua terdiri dari balkon kecil, 2 single bed dan 1 double bed yang dilengkapi dengan Air Conditioner.

Pondok kedua adalah Bungalow dengan pemandangan taman untuk 3 orang. Pondok Ketiga adalah Bungalow dengan pemandangan taman untuk 2 – 4 orang. Kedua tipe Bungallow ini dibuat dengan menggunakan kayu dan anyaman bambu serta tidak menggunakan AC. Sebagai gantinya disediakan kipas angin dan kelambu di setiap kasurnya.

Kesamaan dari 3 jenis pondok ini adalah semuanya memiliki kamar mandi di dalam dan disediakan handuk untuk semua pengunjung.

Buat yang mau Honeymoon, Bungallow dengan pemandangan taman untuk 2 orang sangat cocok untuk kalian.

Bungallow yang menghadap taman

Kamar di Bungalow yang menghadap taman

Ruang Bersantai yang Asyik

Pondok -pondok yang ada di Didu’s Homestay dibangun mengitari taman kecil dan juga sebuah pendopo. Pendopo dan taman kecil ini bisa kalian gunakan untuk bersantai. Di taman, terdapat beberapa tanaman dan juga meja & kursi kayu yang bisa digunakan untuk mengobrol, makan atau sekedar membaca artikel di depan laptop. 

Pendopo di tengah penginapan

Isi di dalam pendopo lebih seru lagi. Terdapat juga meja dan kursi kayu seperti yang ada di taman, lalu juga kalian bisa menjumpai 2 Hammock chair yang bisa digunakan untuk bersitirahat, rak buku yang berisi banyak sekali buku bacaan serta ada 1 kasur besar. Kasur ini digunakan untuk mereka yang ingin dipijit. Biaya pijitnya adalah Rp 50.000 per jamnya.

Peletakan 2 motor jadul di depan Pendopo membuat nuansa jawa pada jaman dahulu benar-benar terasa di Didu’s Homestay ini.

Pendopo di tengah penginapan

Free WiFi and Breakfast

Sebagai generasi milenial yang tidak bisa jauh dari berbagai macam sosial media, Didu’s Homestay menyediakan koneksi internet gratis yang bisa kalian gunakan sepuasnya. Untuk kecepatan internetnya sendiri kalau saya bilang sih biasa saja, namun tidak lelet.

Free Wifi

Biaya yang kalian bayarkan saat menyewa pondok sudah termasuk sarapan gratis. Sarapan tersedia dari jam 07:30 – 10:30 WIB. Jangan telat ya!

Di luar waktu sarapan, Didu’s juga menyediakan beberapa menu makanan yang bisa dipesan (bayar). Menu dapat dilihat pada meja yang ada di dapur. Khusus menu makan malam, makanan yang dipesan tidak dimasak di Didu’s alias beli di luar. Pastikan kalian memesan tidak terlalu malam agar pedagangnya belum menutup lapaknya.

Selamat sarapan

Pawon

Di bagian depan dari Pendopo terdapat sebuah pawon atau dapur. Di dapur inilah kalian bisa membuat kopi atau teh yang memang disediakan gratis untuk tamu. Ada juga kulkas yang didalamnya terdiri dari berbagai macam minuman, mulai dari soda hingga bir. Untuk minuman yang ada di kulkas ini tidak gratis ya alias bayar. Namun yang unik adalah bayarnya bukan saat kalian mengambil minuman tersebut melainkan akan dihitung ketika check out.

Papan Pemberitahuan

Ada peraturan yang sebenarnya biasa saja tapi bisa dibilang menarik di Pawon ini. Setiap kali kita sudah menggunakan alat-alat dari pawon seperti gelas, piring, sendok dan garpu, kita diminta untuk mencucinya pada wastafel yang sudah disediakan dan mengembalikannya ke tempat dimana kita mengambilnya. Begitu pula dengan minuman botol yang kita minum, kita diminta untuk meletakkan botol kosongnya di area Pawon yang sudah disediakan.

Di saat banyak penginapan memberikan pelayanan yang memanjakan tamunya, Didu’s Homestay memberikan sesuatu yang lain. Didu’s mengajarkan tamunya untuk menjadi pribadi yang rapi dan bertanggung jawab. Buat kalian yang biasa meninggalkan bekas makanan di atas meja, hilangkanlah kebiasaan tersebut saat kalian menginap di sini.

Pawon

Dilayani Langsung oleh Ownernya

Hal terakhir yang membuat saya senang menginap di Didu’s adalah karena dilayani langsung oleh Mbak Maya. Beliau orangnya supel banget. Sebagai pemilik, dia tidak ragu untuk berinteraksi dan sebisa mungkin membantu para tamunya secara langsung. Rumah Mas Joko dan Mbak Maya terletak di area paling depan dari penginapan (belakang dapur). Jadi kalau perlu apa-apa, tinggal jalan aja deh ke rumahnya 🙂

Itu tadi beberapa hal yang bisa saya bagikan mengenai kenapa kamu harus menginap di Didu’s Homestay saat kamu bertandang ke Banyuwangi. Gak usah pusing-pusing lagi pilih penginapan, langsung ke Didu’s Homestay aja.

Kami bersama mbak Maya *yang pegang menu)

Nilai

Untuk skala 10, saya memberikan nilai 9,1 untuk Didu’s Homestay.

Harga

Perkiraan Harga Pondok di Didu’s Homestay

Alamat

Rejosari, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68432

Kontak

Telepon atau WhatsApp → 0852-8088-6938

Service is exceptionally friendly and amenities are plentiful, ensuring a most plesurable and memorable stay.
— Unknown

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.