5 Pantai Cantik yang Menjadi Surga Wisata di Pulau Semau

Pantai Eksotik di Pulau Semau

Dari membaca judul yang saya berikan, apakah kalian tahu dimana keberadaan Pulau Semau sebelum kalian googling? Kalau kalian tahu, itu tandanya pengetahuan kalian akan geografis Indonesia sangatlah bagus. Untuk kalian yang tidak tahu, kalian tiak perlu berkecil hati. Saya pun baru tahu Pulau Semau ini ketika berkunjung ke sana kok 🙂

Pulau Semau adalah sebuah pulau kecil yang bertetangga dengan Pulau Timor dan Pulau Rote di provinisi NTT. Letaknya ada di sebelah barat kota Kupang. Pulau yang berpenduduk kurang lebih 8000 jiwa ini mayoritas diisi oleh orang Helong, salah satu suku yang mendiami wilayah NTT.

Jika sedang mampir ke Kupang, sempatkanlah waktu 1 hari untuk mampir ke Pulau Semau dan nikmatilah pantai-pantai indah di sana. Berikut ini daftar 5 pantai cantik di Pulau Semau yang patut untuk kamu kunjungi:

Pantai Otan

Pantai Otan

Bersih banget kan?

Saat menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Semau, pantai terdekat yang bisa dikunjungi adalah Pantai Otan. Pantai ini diberi nama seperti nama desa dimana pantai ini berada, Desa Otan. Untuk bisa menuju ke pantai ini, kalian harus berkendara dengan sepeda motor selama kurang lebih 45 menit melewati jalanan yang masih bisa dibilang cukup bagus. Ketika kalian sudah melihat Gereja Getsemani Otan, maka keberadaan Pantai Otan sudah tidak jauh. Kalian hanya perlu berjalan terus hingga mendengar suara deburan ombak.

Setibanya di Pantai Otan, kalian akan terpukau dengan kecantikannya. Pantai ini memiliki air dengan gradasi warna biru yang sangat memesona. Ditambah dengan pasir putih halus yang dimilikinya, pemandangan pantai ini dan sensasi bermain di atasnya bisa dibilang perfecto. Garis pantai yang sangat panjang membuat kalian akan sangat puas apabila ingin berlari-larian di pantai ini. Jika ingin bermain air, pantai ini terbilang cukup aman karena ombaknya tidaklah begitu besar.

Pemandangan Pantai Otan dari atas

Warga Pulau Otan terlihat sedang mengumpulkan kerang

Di siang hari, kalian bisa melihat aktivitas warga sekitar yang berprofesi sebagai penangkap kerang. Cara menangkapnya pun masih sangat tradisional. Jala buatan mereka akan dilempar dari pinggir pantai. Dengan memanfaatkan ombak yang ada, diharapkan kerang-kerang yang akan terbawa arus dan masuk ke dalam jala atau jaring yang mereka lempar tadi. Setelah dirasa cukup, jala akan ditarik ke pinggir pantai dan kerang yang tertangkap akan dikeluarkan satu per satu.

Untuk bersantai atau melindungi diri dari teriknya panas Pantai Otan, tersedia beberapa Lopo-lopo yang bisa kalian gunakan secara gratis lho. Enak kan?

Pantai Uimake

Pemandangan Pantai Uimake dari pinggir tebing

Beranjak dari Pantai Otan, kalian bisa lanjut ke Pantai Uimake. Dalam bahasa Helong, Ui artinya Air, sedangkan Make (dari kata makes) artinya asam. Saya sendiri kurang mengerti kenapa tempat ini dinamakan air asam, padahal airnya asin. Biarkanlah itu menjadi misteri tersendiri 🙂

Perjalanan menuju Pantai Uimake dari Pantai Otan bisa dibilang cukup seru karena kalian akan melewati lahan tandus yang cukup luas. Selama perjalanan, akan terlihat hanya beberapa pohon saja dan rerumputan yang berdiri tegap di atasnya. Kalau beruntung, kalian bisa melihat rombongan kerbau di area tersebut yang sedang mencari makan. Orang-orang bilang sih nuansa perjalanannya seperti di Pulau Sumba.

Untuk bisa merasakan sensasi bermain air di pantai ini, usai memarkirkan motor di pinggir jalan, kalian harus menuruni tebing yang tidak terlalu curam. Ya, letak pantai ini memang ada di pinggir tebing. Tidak ada penanda sama sekali yang menandakan Pantai Uimake ini, jadi kalau kalian tidak pergi dengan orang lokal, akan ada kemungkinan kalian tidak menemukan pantai ini.

Pemandangan Pantai Uimake dari atas

Ini lho jalan turun dari tebing menuju Pantai Uimake

Air lautnya sendiri tidak kalah biru dari Pantai Otan. Buat saya, Cara menikmati Pantai Uihmake bukanlah dengan bermain air di pantainya, melainkan memandang seascape-nya dari atas tebing. Memang seru sih bisa menuruni tebing dan bermain pasir di sana, tapi naiknya itu lho PR banget (usia gak bisa bohong). Terdapat sebuah pohon besar sebagai tempat untuk kalian bersantai dan berteduh dari sengatan matahari.

Oh ya, karena pantai ini “pantai perawan”, maka tidak ada bangunan apapun di sini. Aktivitas warga lokal pun tidak ada. Pantai ini benar-benar menawarkan keindahan dan ketenangan buat kalian yang ingin mengunjunginya.

Pantai Uinian

Berdiri menunggu kamu di Pantai Uinian

Wajah karang-karang di Pantai Uinian

Sebenarnya Pantai Uimake tadi sudah berada di kawasan Desa Uinian, tapi ia memiliki wilayah tersendiri karena letaknya di pinggir tebing tadi. Nah, sekarang kalian bisa beranjak ke pantai utamanya yaitu Pantai Uinian. Kalau Uimake artinya air asam, Uinian ini artinya air kelapa (nian=kelapa). Sudah bisa ditebak dong ya berarti pantai ini banyak pohon apa 🙂

Pantai Uinian buat saya adalah pantai yang unik karena ia mempunyai 2 wajah. Wajah pertama adalah wilayah pantainya yang berpasir putih halus. Wajah yang kedua adalah pantainya yang berbatu karang. Di wilayah pantai yang berpasir halus, kalian bisa menikmati pemandangan laut biru yang sesekali diramaikan oleh alunan ombak. Deretan pohon kelapa yang berjajar rapi di atas pantai yang memiliki garis pantai yang juga cukup panjang ini membuat landscape-nya semakin cantik.

Cantik gak Pantai Uinian?

Aerial view dari Pantai Uinian

Pantai Uinian dengan Pohon Kelapanya

Sedangkan di wilayah pantai yang berbatu karang, ombak cenderung lebih besar. Namun yang membuat saya betah berlama-lama di bagian pantai berbatu karang adalah keberadaan Pohon Santigi (Pempis acidula). Karang-karang yang nampak “mati” di pinggir pantai menjadi “hidup” dengan hadirnya Pohon Santigi di atasnya. Menurut Pak Hes, orang lokal yang mengantar saya, pohon ini memang hanya tumbuh di atas batu saja. Akarnya yang sangat kuat mampu menembus tebalnya tembok batu karang.

Jalan untuk menuju Pantai Uinian dari jalan utama bisa dibilang cukup sulit. Jalannya agak menurun dan berpasir. Menurut penuturan Pak Hes, banyak pengunjung yang sering terjatuh di jalur pasir ini. Hati-hati ya kalau mau ke pantai ini.

Pantai Uitiuhtuan

Pantai Uitiuhtuan

Dari Desa Uinian, kini kita akan berjalan agak jauh menuju Desa Uitiuhtuan. Kalau dari tadi yang dilihat adalah pantai dengan garis pantai yang lurus, di Desa Uitiuhtuan ini terdapat sebuah pantai yang garis pantainya melengkung dengan indah bernama Pantai Uitiuhtuan. Warna biru laut pantai ini benar-benar menghipnotis. Pasirnya pun sungguh lembut dan aman untuk dipijak. Bahkan kalau keberuntungan sedang ada di pihak kalian, kalian bisa melihat rombongan kuda poni di sekitar pantai ini.

Desa Uitiuhtuan bisa dibilang beruntung karena di desa ini air sangatlah mudah didapatkan. Di saat beberapa desa di Pulau Semau sulit air, di Desa Uitiuhtuan cukup menggali 5 meter saja dan sumber air sudah bisa ditemukan. Itulah kenapa tempat ini diberi nama Uitiuhtuan. (Ui= air, Tuan= Raja).

Rombongan kuda Poni di sekitar Pantai Uitiuhtuan

Pembuatan Garam Tradisional di Pantai Uitiuhtuan

Tidak jauh dari Pantai Uitiuhtuan, di atas tanah karang nan tandus, kalian juga bisa melihat upaya warga lokal untuk membuat garam secara tradisional. Puluhan cangkang kerang yang sudah kosong akan dijajarkan secara rapi di atas sana, kemudian air laut akan dituangkan ke atas cangkang-cangkang tersebut. Selama sekian waktu, cangkang-cangkang tersebut akan dijemur dan nantinya air akan mengering. Dari air laut yang mengering tadilah akan terbentuk kristal-kristal yang bernama garam.

Pantai Liman

Pantai Liman dari atas Bukit Liman

Wujud Pantai Liman dari dekat

Dekat saja dari Pantai Uitiuhtuan, terdapat sebuah pantai yang paling indah (menurut saya) bernama Pantai Liman. Diberi nama seperti itu karena di pantai ini terdapat sebuah bukit cantik yang bernama Bukit Liman. Dari atas bukit inilah keindahan Pantai Liman akan nampak sempurna. Namun kalian perlu hati-hati juga saat berada di puncak Bukit Liman, sebab angin berhembus kencang di puncak bukit ini.

Sebagai pantai paling terkenal di Pulau Semau, terdapat beberapa mama penjual makanan di sini, tidak seperti di pantai-pantai sebelumnya yang sepi dari penjual. Jadi selama bermain di sini, kalian tidak perlu takut haus atau lapar lagi ya. Saat saya berkunjung kemarin, terlihat beberapa bangunan penginapan sudah mulai dibangun di sini. Pembangunan beberapa fasilitas seperti penginapan memang perlu di tempat ini guna menunjang pariwisata Pulau Semau.

Berjemur di pinggir pantai atau memandang keindahan bentang laut dari atas Bukit Liman merupakan aktivitas yang paling tepat untuk dilakukan di sini.

Wajah Bukit Liman

Pantai Bukit Liman dari udara

******

Nah, itu tadi beberapa pantai cantik di Pulau Semau yang bisa kalian kunjungi guna menenangkan diri atau menghabiskan liburan selama berkunjung ke Kupang. Sebagai bonus, saya akan memberitahu satu destinasi keren lagi yang ada di Pulau Semau ini. Namanya adalah Kolam Uisimu.

Kolam ini merupakan sebuah laguna yang sekitarnya ditutupi oleh pepohonan dan bebatuan. Kolam ini masih benar-benar alami karena belum mendapat sentuhan tangan dari manusia. Letaknya sendiri tidak jauh dari Pantai Otan. Untuk soal kecantikan, kolam ini tidak perlu diragukan lagi. Permukaan air kolam yang tenang akan merefleksikan pemandangan sekitar dengan sempurna.

Kolam Uisimu.
Pic via Yolandatabita

Cara Menuju Pulau Semau

Untuk bisa menuju Pulau Semau, kalian bisa berkendara dengan mobil atau sepeda motor sewaan menuju Pelabuhan Tenau dari Kupang. Cara lainnya adalah dengan menggunakan ojek atau taksi online yang kini sudah masuk ke NTT.

Setibanya di Pelabuhan Tenau, sejumlah pemuda akan menghampiri kalian dan langsung menawarkan jasa penyeberangan dari Pelabuhan Tenau ke Dermaga Hansisi, Semau dengan menggunakan perahu kecil.

Biaya untuk menyeberangnya adalah Rp 20.000/orang dan Rp 50.000/motor. ( Info selengkapnya bisa dibaca DISINI)

Catatan

  • Jalan di Pulau Semau itu 70% tanah berbatu alias belum teraspal. Usahakan gunakan motor yang tepat ketika menjelajah pulau ini dan lengkapilah diri kalian dengan kemampuan berkendara yang baik.
  • Motor yang saya anjurkan untuk menjelajah Pulau Semau adalah motor besar dan jangan menggunakan motor matic. Untuk motornya sendiri bisa sewa dari Kupang, kemudian kalian bawa menyeberang ke pulau ini.
  • Jika tidak ingin menyewa motor dari Kupang, kalian bisa menyewanya di Pulau Semau dari warga yang ada di sekitar dermaga. Harga sewa per motornya kurang lebih Rp 100.000/hari.
  • Jika kalian tidak bisa membawa sepeda motor, kalian juga bisa menyewa motor + driver di Pulau Semau guna membawa kalian berkeliling. Biaya sewanya silahkan didiskusikan dengan si pengendara.
  • Signal internet di Pulau Semau hanya sebatas EDGE saja dengan menggunakan operator kebanggan Indonesia.
  • Karena jalur untuk mengunjungi pantai-pantai di Pulau Semau ini cukup sulit, usahakan menggunakan guide lokal terpercaya untuk mengantar kalian. Saya menyarankan kalian untuk menggunakan jasa Pak Hes yang saya pakai saat berkunjung ke Pulau Semau kemarin. Orangnya baik dan sangat informatif. Biayanya kurang Rp 250.000/hari.
  • Pergilah beramai-ramai sehingga biaya patungan untuk sewa kapal dan bayar guide menjadi lebih ringan.
  • Waktu paling baik untuk pulang kembali ke Pelabuhan Tenau adalah sebelum pukul 17:30 WITA.
  • Jangan lupa bawa sunblock.
  • Jangan lupa membawa air putih yang cukup dan bekal makanan, sebab cukup sulit untuk menemukan penjual makanan di pulau ini.
  • Satu hari merupakan waktu yang cukup untuk menjelajah pulau ini.
  • Terakhir dan paling penting, Pantai di sini semuanya tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Kontak

  • Sewa Motor Kupang → 081337772292
  • Guide Semau (Pak Hes) → 085338445124

There are many paths but only one journey. 

–Naomi Judd

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.