Rincian Biaya Jelajah Palembang 3 Hari 2 Malam

Setelah saya menulis tentang Itinerary Jelajah Palembang 3 Hari 2 Malam DI SINI, ada beberapa orang yang meminta juga agar saya menyertakan rincian biaya selama di sana. Memang, uang ini merupakan salah satu pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan. Jika tidak ada uang, maka perjalanan tidak akan terjadi meskipun hari libur kejepit ada di depan mata. Berangkat dari permintaan itulah, berikut saya sertakan rincian biaya selama saya menghabiskan liburan di Palembang:

Rincian Biaya selama saya di Palembang 3 Hari 2 Malam

Bagaimana? Cukup murah, bukan? Dan untuk membantu kalian yang ingin berwisata ke Palembang, berikut ini penjelasan lebih detil dari rincian biaya di atas:



  • Rincian Biaya di atas tidak termasuk belanja oleh-oleh, foya-foya dan juga tiket pesawat dari kota asal.
  • Rincian Biaya di atas adalah untuk 2 orang.
  • Tidak ada rincian biaya menginap sebab saya menginap di tempat salah seorang teman.
  • Kalian tidak akan menemukan biaya sewa motor sebab saya dipinjamkan motor oleh seorang teman yang juga memberikan saya tempat untuk menginap.
  • Ada tertulis “Tiket Kereta Lampung” karena memang dari Palembang ini, saya melanjutkan perjalanan ke Lampung dengan kereta.

Penjelasan Hari Pertama

  • Harga kue kecil di Toko Harum adalah Rp 2.000 – Rp 4.000. Kalau kami sampai menghabiskan uang sebanyak itu, berarti kalian tahu kan berapa banyak kue yang kami makan?
  • Jika kalian membaca itinerary saya selama di Palembang, kalian akan menemukan bahwa saya mengisi perut dahulu di Mie Celor sebelum mampir ke Toko Harum. Harga Mie Celor sendiri kalau tidak sala adalah Rp 15.000 – Rp 20.000. Saya tidak menyertakannya dalam rincian sebab saat itu sebab kami ditraktir oleh Deddy Huang, salah satu travel blogger asal Palembang. *Terima kasih Koh Huang*
  • Harga speed boat yang kami gunakan untuk menyeberang ke Pulau Kemaro sebenarnya bervariasi, tergantung dari kemampuan kalian menawar. Saya sendiri sebenarnya mendapatkan harga Rp 180.000 , tapi saya genapkan menjadi Rp 200.000.
  • Biaya sewa speed boat sebesar Rp 200.000 itu adalah biaya untuk mengantar kalian ke Pulau Kemaro dari Dermaga KFC, Kampung Arab Al Munawar, hingga kembali lagi ke Dermaga KFC. Daya tampung speed boat yang waktu itu saya gunakan kurang lebih 5-6 orang.
  • Jika kalian lihat itinerary saya, maka kalian akan tahu kalau saya mampir ke Kampung Arab Al Munawar. Biaya masuknya kurang lebih Rp 3.000/orang, namun lagi-lagi saya tidak menulisnya karena kembali ditraktir oleh Deddy Huang.
  • Menu yang saya pesan di Martabak Har adalah Martabak dengan 3 telur + teh panas tawar.
  • Makan di Pempek Saga sudah termasuk minum dan beberapa cemilan lainnya. Jadi bukan 1 Pempek Lenggang harganya Rp 45.000 lho ya.

Penjelasan Hari Kedua

  • Di hari kedua, saya sarapan di pindang di Pempek Sultan dan Pindang Agan. Harga Pindangnya kurang lebih Rp 25.000 – Rp 30.000 per porsi dan harga pempeknya Rp 3.000/buah. Tidak saya tuliskan di dalam rincian biaya sebab kali ini kami ditraktir oleh Omnduut. *makasih om*
  • Dari Pempek Sultan, saya lanjut ke Museum Balaputeradewa yang harga tiket masuknya Rp 2000/orang. *tidak saya masukkan*
  • Bakmi Alun itu mie babi ya.

Penjelasan Hari Ketiga

  • Jika kalian melihat ada pengeluaran untuk Chatime, ya itulah kami (Fans Garis Keras Chatime).
  • Bensin Rp 30.000 (Petralite) untuk berkeliling Palembang selama 3 hari 2 malam itu lebih dari cukup.

*****


Ya, itu tadi sedikit rincian biaya yang saya habiskan selama berkeliling Palembang 3 hari 2 malam. Kalau ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan, silahkan tanya di kolom komen ya 🙂


RINCIAN KEGIATAN JELAJAH LAMPUNG BISA DIBACA → DI SINI

A budget tells us what we can’t afford, but it doesn’t keep us from buying it.
–William Feather

Attachments

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.