8 Pantai di Alor yang Tidak Hanya Cantik, tapi Juga Memesona

Pantai di Alor – Jikalau kalian mencari lukisan-lukisan alam yang cantik dalam bentuk pantai, maka bukalah peta dan arahkan pandangan kalian ke bagian timur Indonesia. Carilah sebuah provinsi dengan nama Nusa Tenggara Timur. Kalau sudah ketemu, ajak lagi mata kalian untuk menemukan sebuah daerah di provinsi tersebut yang bernama Alor.

Jangan terlalu lama dipandangi, karena tak ada yang terlalu menarik dari sebuah peta. Langsung ambil handphone-mu dan booking-lah sebuah tiket ke sana dan berangkatlah. Saya jamin kalian akan melihat pantai-pantai yang super cantik, bahkan sebelum pesawat yang kalian naiki mendarat. Mengintip sedikit dari jendela pesawat yang hendak mendarat, kalian sudah bisa menyaksikan kemolekan pantai yang ada di daerah yang mendapat julukan Negeri 1000 Moko tersebut.

Alor atau yang biasa dikenal juga dengan Kabupaten Alor ini memiliki 20 pulau sebagai daerah administratifnya. Namun dari 20 pulau itu, hanya ada 9 saja yang berpenghuni. Jika ditanya dari 9 pulau itu, pulau mana saja yang memiliki pantai paling indah, jawabannya adalah SEMUANYA. Alor memang sangat diberkati untuk hal yang satu itu.



Pantai di Alor

Dan pada kesempatan kali ini, saya akan membahas keindahan pantai-pantai pada salah satu pulau di sana yang juga menjadi pulau utama sekaligus lokasi dari ibukota Kabupaten Alor, Kalabahi. Apalagi kalau bukan Pulau Alor. Kenapa hanya Pulau Alor yang dibahas? Jawabannya simple saja, karena saya belum explore pulau-pulau lain di sekitarnya seperti Pura, Pantar, Rusa, dll. Mungkin ada pembaca dailyvoyagers di sini yang mau sponsorin saya untuk menjelajah wilayah Kabupaten Alor, boleh banget lho. Langsung email aja, ya 🙂

Tanpa berlama-lama lagi, berikut ini 8 pantai di Alor yang cantiknya kebangetan dan bisa kamu kunjungi saat mampir ke sana:

Pantai Mali

Pantai Mali. Bersebelahan langsung dengan bandara

Kurang lebih seperti inilah penampakannya. Sebelah kiri tempat santai-santai, yang kanan untuk main air

Pantai di Alor yang pertama kali akan kalian jumpai pasti Pantai Mali. Kenapa? Karena letak pantai ini bersebelahan dengan bandara. Jadi saat pesawat hendak bersiap untuk mendarat, perairan Pantai Mali lah yang akan nampak jelas dari atas pesawat. Selain itu, saat mengarah ke kota Kalabahi, kalian juga akan melewati pantai ini karena memang jalur ke kota dari bandara hanya 1.

Untuk kalian yang ingin main ke sini, terdapat semacam area untuk bersantai dengan pendopo yang seadanya. Beberapa mainan anak yang ada di area bibir pantai pun terlihat sudah mulai rusak termakan usia. Jika ingin bermain air, kalian bisa main di daerah sebelum pemecah ombak. Air di pantai ini biru dan jernih banget lho. Dari pantai ini pula kalian bisa melihat Pulau Sikka, pulau tak berpenghuni yang menjadi rumah bagi seekor dugong bernama Mawar.

Saya menyebutnya pohon jomblo

Jadi untuk main ke area lautnya, kalian harus menuruni tangga terlebih dahulu

Bisa bertemu dia lho dari Pantai Mali ini

Paling enak datang ke pantai ini saat pagi-pagi buta untuk melihat marahari terbit, karena memang pantai ini menghadap ke timur yang menjadi tempat bangkitnya matahari dari tidurnya. Oh iya, buat kalian yang ingin meihat Mawar si Dugong, kalian bisa menghubungi Pak One ya dan dari pantai inilah perahu akan membawa kalian akan bertolak ke tengah laut, tidak jauh dari Pulau Sikka, untuk bertemu dengan Mawar.

Kisah mengenai Mawar si Dugong  dan juga hubungannya dengan Pak One bisa kalian baca DI SINI dan DI SINI ya.

Pantai Maimol

Dermaga di Pantai Maimol

Beberapa kapal dan perahu yang terlihat sedang bersantai di Pantai Maimol

Bergeser sedikit ke arah kota Kalabahi, di sebelah kiri jalan, kalian akan melihat pantai di Alor lainnya yang tak kalah cantik. Pantai yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Mali ini bernama Pantai Maimol. Lucu ya namanya. Saya sendiri tidak tahu apa artinya, hanya saja namanya begitu unik dan rasanya tidak ada di daerah lain yang memiliki nama pantai seperti ini.

Saya mengunjungi pantai ini ketika hari mulai petang. Saya tidak tahu apakah itu saat yang terbaik untuk mengunjungi pantai Maimol atau tidak. Namun dari pinggir pantai Maimol, saya melihat banyak sekali pemuda yang sedang asyik bersenda gurau sambil bernyanyi dengan suara merdu mereka. Dengan ditambah menyeruput air kelapa, lengkap sudah kenikmatan memandang Pantai Maimol dengan gradasi biru lautnya yang begitu menyala.

Anak-anak yang terlihat sedang asyik bermain di dermaga

Can you see the beauty

Keberadaan pantai Maimol yang dekat dengan teluk semakin mempercantik lekukan garis pantainya saat saya menerbangkan drone. Banyak sekali perahu tradisional nelayan yang bersandar di pantai dengan biru laut yang lebih pekat dari Pantai Mali ini. Kalau mau bermain air, mampirlah ke dermaganya. Banyak anak-anak suka melakukan “terjun bebas” ke laut dari atas sana.

Pantai Kadelang

Jelas sekali kan perbedaannya?

Kurang lebih seperti inilah indahnya Pantai Kadelang

Berangkat ke pantai di Alor selanjutnya, kalian bisa melihat keindahan Pantai Kadelang. Dari semua pantai, Pantai Kadelang ini gradasi warnanya paling unik. Kalau pantai yang lain itu biru muda dengan biru tua, Pantai Kadelang hadir dengan warna  abu-abu kecoklatan yang bersanding dengan warna biru dan batas kedua warna tersebut sangatlah jelas.

Menurut pendapat saya, warna coklat muncul karena lautnya yang tidak begitu dalam dan dipenuhi pasir, sedangkan warna biru menunjukkan bagian laut yang dalam. Jadi kesimpulan saya, setelah area berwarna coklat yang tidak begitu dalam itu,  kalian akan langsung berjumpa dengan palung. Pasti akan muncul pertanyaan, “Bagaimana cara menikmati pantai dengan palung seperti itu?”

Inilah Resto Mama, Restoran sederhana dengan pemandangan di bagian belakangnya yang menakjubkan


Salah satu pemandangan yang bisa kalian nikmati. Seorang anak terlihat sedang menjala ikan

Just another perspective

Jawabannya adalah dengan makan di tempat yang melabeli dirinya sebagai restoran satu-satunya yang ada di Alor, yaitu Resto Mama. Resto mama ini bagian belakangnya langsung menghadap ke Pantai Kadelang. Jadi sambil menyantap Ikan Kuah Asam yang merupakan makanan yang wajib dicoba kala bertandang ke Alor, kalian bisa menikmati pemandangan Pantai Kadelang yang lautnya menawan dengan latar perbukitan hijau yang semakin menyempurnakan pemandangan yang ada.

Tidak jarang di area perairan yang dangkal, kalian akan menemukan warga lokal yang mencari ikan dengan menggunakan jaring tradisional. Jika sudah kenyang makan di Resto Mama, kalian bisa melanjutkan perjalanan ke Pasar Kadelang yang letaknya tidak begitu jauh. Carilah yang namanya Kue Rambut dan Jagung Titi untuk menjadi cemilan kalian.

Pantai Batu Putih

Kurang lebih beginilah pemandangan Pantai Batu Putih

“Ujung Pantai” dimana terdapat gua kecil

Seperti inilah guanya dan beginilah pemandangan dari dalamnya

Bisa dibilang Pantai Batu Putih ini adalah pantai dengan warna air paling jernih dan seperti kristal yang saya temukan di Pulau Alor. Saya sempat terdiam, saking kagumnya, ketika pertama kali melihat warna air di pantai ini. Seolah Pasir putih, Biru laut dan sinar matahari memang ditakdirkan untuk saling menyempurnakan guna membentuk view yang apik. Kehadiran beberapa perahu tradisional yang sedang bersandar di pinggir pantai semakin membuat tempat ini wajib ada diabadikan di dalam kamera kalian.

Sayangnya, di pantai ini saya tidak menemukan gazebo atau pondok-pondok untuk bersantai. Pepohonan sih ada, hanya saja bukan pohon kelapa (saya nggak tahu apa nama pohon-pohon di sekitar pantai ini). Jadi buat kalian yang ingin bersantai, kalian bisa jalan kaki hingga ke bagian ujung pantai ini.

Cantik, kan?

Crystal clear water

Keberadaan perahu-perahu benar-benar mempercantik foto

Di bagian akhir, terdapat seperti sebuah gua kecil di bawah tebing batu putih yang bisa kalian gunakan untuk berlindung dari teriknya matahari. Dari dalam gua yang tak terlalu besar ini, lengkungan pantai terlihat begitu elok.


Berbeda dengan 3 pantai sebelumnya yang mengarah ke Kota Kalabahi dari bandara, pantai ini mengarah ke arah yang sebaliknya, ke arah Alila Timur. Untuk bisa sampai ke Pantai Batu Putih, kalian akan melewati Pantai Deere terlebih dahulu. Namun setelah selesai bermain di Pantai Batu Putih, jangan langsung bergegas ke Pantai Deere, tapi mampirlah dulu ke Air Terjun Ilawe yang berada di tengah hutan.

Pantai Deere

Seperti tadi yang sudah saya jelaskan, Pantai Deere ini arahnya sama dengan Pantai Batu Putih kalau berangkat dari bandara, hanya saja jarak pantai ini yang lebih dekat. Mirip seperti Pantai Batu Putih, Pantai Deere ini pun berpasir putih. Seperti halnya pantai lainnya, bila sedang surut, jarak bibir pantainya bisa sangat jauh. Lalu apalagi yang membuat menarik pantai ini adalah terdapat beberapa “Pohon Kelapa tidur”. Apa maksudnya dengan pohon kelapa tidur?

Jadi beberapa pohon kelapa ini tumbuhnya tidak langsung tinggi ke atas. Pohonnya sedikit merayap dulu di tanah, baru kemudian tumbuh menyerong ke atas. Pohon-pohon ini merupakan salah satu spot foto paling laris di pantai ini. Di sekitar pantai ini terdapat pula hutan mangrove dan budidaya rumput laut. Untuk kalian yang ingin bersantai di pantai ini, dikenakan biaya Rp 10.000/mobil, Rp 5.000/motor, dan Rp 15.000/bale apabila ingin menggunakan bale yang tersedia di sini.

Jalan santai di Pantai Deere

Kalau sudah capek jalan, ya tidur duu di Pohon Kelapa Tidur

Beginilah kondisinya bila sedang surut

Santai di pantai

Pantai Alor Kecil

Jika 5 pantai sebelumnya berada sebelum kota Kalabahi kalau dilihat dari bandara, sekarang waktunya move on ke arah setelah kota Kalabahi. Yang pertama bisa kalian kunjungi adalah Pantai Alor Kecil. Sebenarnya pantai ini merupakan pelabuhan mini. Jadi dari pantai inilah beberapa kapal kecil dan juga perahu biasa mengantar penumpang yang ingin mampir ke pulau-pulau lainnya seperti Pulau Pura, Pulau Ternate dan yang utama adalah Pulau Pantar.

Meskipun menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal kecil dan juga perahu, pantai yang satu ini tetap bersih lho. Biru lautnya itu mengundang banget untuk ‘dicicipi’. Ikan-ikan pun berseliweran di sekitar dermaga tanpa ada rasa takut. Untuk kalian yang ingin berenang atau bahkan menyelam di sekitar laut Pantai Alor Kecil, bisa banget.

Jadi di depan Pantai Alor Kecil ini terdapat sebuah pulau bernama Pulau Kepa. Nah, kalian bisa menyelam atau snorkeling di pinggir pantai Alor Kecil, pinggir pantai Pulau Kepa, atau di laut antara Pantai Alor Kecil dan Pulau Kepa ini.

Sebelah kiri adalah Alor kecil dan sebelah kanan adalah Pulau Kepa

Nih di-zoom biar lebih jelas Pantai Alor Kecilnya

Beginilah jernihnya pinggir pantai di sana

Ditambahin lagi biar lebih jelas

Pantai Sebanjar

Beralih dari Pantai di Alor Kecil, sekarang bergeser ke arah saudaranya, yaitu Alor besar. Di Alor Besar ini terdapat pantai yang lagi-lagi cantik luar binasa bernama Pantai Sebanjar. Salah satu cara untuk menikmati pantai ini adalah dengan menginap di Alor Front Beach Bungallow. Jadi Pantai Sebanjar itu garis pantainya cukup panjang hingga ke depan Alor Front Beach Bungallow.

Tepat di depan Alor Front Beach Bungallow ini, pantainya semacam di privatisasi, jadi hanya mereka yang menginap di penginapan inilah yang boleh ‘main air’ di sini (nggak mahal kok biaya menginap di sini). Tidak menginap pun sebanrnya boleh, hanya saja harus membayar biaya masuk.

Inilah Pantai Sebanjar

View dari sudut lainnya

Pantai Sebanjar (yang di depan penginapan) ini benar-benar dijaga keberadaannya. Tidak boleh ada perahu jenis apapn yang bersandar di pantai ini. Sebagai konsekuensinya, karang-karang di depan pantai ini segar-segar. Snorkeling atau freediving pun tidak perlu terlalu jauh karena berenang sedikit dari bibir pantai, taman karang dengan ikan-ikan sudah menanti.

Berbeda dengan pantai lainnya yang berpasir putih, pantai Sebanjar ini berbatu, jadi wajib pakai alas kaki bila ingin main ke pantai ini. Dan keunggulan lainnya dari Pantai Sebanjar ini adalah pantai ini menghadap ke barat. Otomatis pantai ini menjadi salah satu spot untuk menikmati proses matahari tenggelam di Pulau Alor.

Mau mencoba menginap dan main air di sini?

Kurang lebih seperti ini bawah lautnya? Lihat Nemo, nggak?

Segar kan karangnya?

Pantai Ling’al

Pantai yang terakhir, sekaligus pantai yang terjauh, adalah Pantai Ling’al. Pantai ini lokasinya masih di daratan Pulau Alor, hanya saja untuk bisa ke sana, kalian harus menggunakan perahu mesin dengan waktu tempuh 2 jam. Sebenarnya bisa sih lewat darat, namun waktu tempuhnya harus kalian kalikan 4 dari waktu tempuh dengan menggunakan perahu mesin.

Dan untuk naik perahu mesinnya sendiri, kalian bisa menyewanya di Pantai Alor Kecil, sekaligus menyeberang dari sana. Selama 2 jam, saran saya hematlah tenaga kalian dengan tidur di atas kapal.

Inilah Pantai Ling’al. Kalau mau main air,ya di bawah sana

Dari atas bukit inilah kecantikan Pantai Ling’al jelas terlihat

Setibanya di Ling’al, kalian pasti akan terpesona dengan pantai cantik yang memiliki lengkung garis pantai paling eksotis. Ada 2 cara untuk menikmati Pantai Ling’al ini. Yang pertama tentunya dengan bermain air di wilayah perairannya. Dan yang kedua adalah dengan naik ke atas bukit untuk melihat pantai ini secara sempurna dari atas. Gradasi dan lengkungan garis pantainya benar-benar akan memuaskan mata kalian.

Untuk masuk dan bermain di pantai ini, kalian harus membayar sejumlah uang kepada anak-anak lokal di sini. Kalian akan diberikan buku tamu untuk diisi dan bayarlah seikhlasnya namun masuk akal. Kalau kalian lihat kondisi medan yang ada di sana, kalian pasti tersentuh dengan anak-anak yang hidup di sini.

Dari sudut lainnya

Kapal yang saya gunakan. Terlihat seperti tidak menyentuh air ya?

Waktunya kembali

*****

Itu tadi beberapa info yang bisa saya bagikan mengenai pantai-pantai cantik di Alor. Untuk Pantai-pantai yang bisa ditempuh via darat, Pantai Batu Putih merupakan pantai paling jauh dan kondisi jalannya sedikit rusak. Sisanya, smua jalan sudah teraspal dengan sangat rapi.

Sempatkanlah diri kalian ke Alor dan temukanah kenikmatan bermain di atas pantai-pantainya.

The sea does not reward those who are too anxious, too greedy, or too impatient. One should lie empty, open, choiceless as a beach – waiting for a gift from the sea.
–Anne Morrow Lindbergh

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.