Sedikit Cerita dari Semeru ke Batu

Usai melakukan pendakian Gunung Semeru, hati ini menolak untuk langsung kembali ke Jakarta. Keramahan dan kenyamanan yang diberikan oleh Malang membuat saya ingin terus berada di dalam dekapannya. Namun keinginan tersebut rasanya sulit untuk terwujud, sebab teman-teman perjalanan saya mengajak saya untuk berangkat ke tujuan berikutnya di keesokan harinya. Sebuah tujuan sebelum kembali ke ibu kota tercinta, Jakarta.

Malam hari, di dekat Pasar Tumpang, tempat saya dan beberapa orang teman menginap pasca melakukan pendakian Semeru, tercetuslah sebuah ide untuk menghabiskan 2 hari tersisa dari liburan kami dengan tetap berada di daerah Jawa Timur, di daerah yang masih tidak terlalu jauh dari Malang. Kami bersepakat untuk tidak langsung kembali ke Jakarta. Setelah berdiskusi, akhirnya diputuskan kalau kami akan mengunjungi Kota Batu. Recovery pasca pendakian akan kami lakukan di daerah tersebut.

Sedikit informasi mengenai Batu. Dulunya Batu memang bagian dari Kabupaten Malang, namun sejak tahun 2001 ia sudah menjadi kota mandiri dengan walikotanya sendiri. Perlahan-lahan Batu menjelma menjadi daerah dengan potensi wisata yang luar biasa, kota yang sarat dengan bermacam atraksi dan edukasi.

Kembali lagi pada rencana kami untuk singgah ke Batu. Apakah masalah langsung selesai ketika kami memutuskan Batu sebagai destinasi kami berikutnya? Tentu tidak. Ada 3 hal yang harus kami diskusikan kembali sebelum berangkat ke sana.

Bagaimana Cara Menuju Batu?

Jarak dari Tumpang ke Batu

Posisi kami sekarang berada di Tumpang, sekitar 1 jam 10 menit dari Batu. Ada beberapa cara yang ditawarkan untuk bisa membawa kami ke Batu. Yang pertama adalah dengan menggunakan transportasi online. Ya, invasi transportasi online ini memang sudah masuk hingga ke Malang. Kami jadi tidak kesulitan untuk bisa sampai ke Batu dari sana. Namun transportasi Online hanya akan membawa kami sampai ke Batu. Bagaimana bila kami ingin berkeliling selama di sana?

Akhirnya diputuskanlah alternatif yang kedua, yaitu menyewa mobil. Dengan bantuan dari Mas Pras, orang yang rumahnya kami tumpangi di Tumpang, akhirnya kami memperoleh sebuah mobil yang bisa kami sewa selama 2 hari. Dengan mobil itulah esok pagi kami akan berangkat. Masalah pertama pun teratasi.

Apa yang Mau Dilakukan di Batu?

Setelah masalah transportasi selesai, kini kami beranjak pada topik mengenai apa yang ingin kami lakukan di Batu. Sebenarnya ini adalah pertanyaan dengan jawaban yang mudah, sebab kami hanya perlu menyusun kegiatannya saja. Pada hari pertama kami akan sarapan sebentar di Pecel Kawi, Malang, sebelum akhirnya bertolak ke Batu. Tujuan wisata pertama yang akan kami kunjungi di Batu adalah Batu Secret Zoo. Melihat hewan-hewan dari berbagai belahan dunia yang menggemaskan rasanya akan membuat hati kami bahagia.

Puas bermain ke Batu Secret Zoo, kami akan melanjutkan untuk melakukan wisata edukasi di Museum Angkut. Museum ini merupakan museum yang menawarkan konsep kekinian dalam memperkenalkan alat transportasi dari masa ke masa. Dengan cara yang sedikit berbeda, Museum Angkut ingin mengubah paradigma kalau museum adalah tempat yang membosankan untuk dikunjungi.

Pecel kawi yang melegenda. Pic via eastraveler

Batu Secret Zoo.
Pic via ini

Salah satu sudut di Museum Angkut

Malam harinya, kami tentu tidak ingin melewatkan untuk wisata kuliner di Alun-alun Kota Batu. Ketenaran Pos Ketan Legenda tentunya tidak ingin kami lewatkan. Menikmati Ketan yang sudah ada sejak tahun 1967 sembari memandangi bianglala ikonik di tengah alun-alun adalah hal yang wajib dilakukan. Setelah selesai, barulah kami akan kembali ke penginapan.

Keesokan harinya, kami lebih ingin bersantai dengan menikmati udara Batu yang sejuk. Kami butuh alam yang sejuk dengan sedikit properti yang instagramable, itulah alasan mengapa kami ingin mengunjungi Coban Talun. Dari sana, kami akan langsung menuju ke Deduwa Oleh-oleh untuk berbelanja oleh-oleh. Deduwa menjadi begitu spesial sebab Gunung Arjuna menjadi latarnya.

Puas berbelanja oleh-oleh, kami akan langsung berangkat menuju bandara Malang untuk kembali ke Jakarta. Waktu yang kami miliki memang tak banyak, sehingga tidak semua tempat wisata bisa kami sambangi. Namun kami cukup senang jika bisa mengunjungi beberapa diantaranya.

Bagaimana? menyegarkan bukan.
Pic via ini

Pos Ketan legendaris di alun-alun Batu.
Pic via ini

Deduwa oleh-oleh dengan latar Gunung Arjuna. Pic via ini

Mau Menginap Dimana?

Ya, penginapan memang faktor pendukung yang penting guna memberikan kualitas liburan yang baik. Dengan penginapan yang nyaman, kualitas tidur pun akan semakin baik dan menghasilkan kondisi fisik yang prima ketika bangun.

Untungnya, memesan hotel sekarang ini tidak sesulit pada awal tahun 2000an. Sekarang ini, kita bisa memesan hotel melalui berbagai macam aplikasi pemesanan hotel. Cukup dengan membuka smartphone, memilih aplikasi yang ingin digunakan, menuliskan daerah dimana kalian ingin menginap, kapan menginap dan berapa lama durasi menginap, maka seluruh daftar hotel yang tersedia di daerah tersebut akan muncul. Kita hanya perlu memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Cara seperti itulah yang persis saya lakukan ketika ingin memesan hotel di Batu. Namun setelah membandingkan beberapa harga yang muncul dari berbagai aplikasi pemesanan hotel, ada 1 aplikasi yang memberikan harga termurah dengan pilihan hotel yang lebih lengkap. Aplikasi itu adalah Traveloka.

Saat mengetahui harga hotel yang ingin saya tuju berada pada harga terendah di aplikasi traveloka, tanpa pikir panjang saya pun langsung memesannya melalui aplikasi tersebut. Proses pemesanan hotel di traveloka tidak ribet. User interface-nya yang nyaman membuat setiap langkah dalam melakukan pemesanan pun menjadi mudah dan cukup jelas.

Cara memesan hotel lewat aplikasi traveloka. Mudah, cepat dan nyaman

Yang saya paling suka dari aplikasi traveloka adalah pembayarannya yang mudah dan cepat. Traveloka menyediakan berbagai macam metode pembayaran seperti transfer via ATM, kartu kredit, pembayaran melalui beberapa toko ritel waralaba, dan bahkan ada sebuah fitur yang bernama Pay at Hotel. 

Apa sih Pay At Hotel itu? Pay at Hotel merupakan sebuah fitur yang disediakan oleh traveloka agar kita bisa memesan hotel dan membayarnya pada saat kita mulai menginap. Jadi pembayaran bukan dilakukan ketika kita memesan. Istilah gampangnya, pesan duluan bayar belakangan. Enak ,bukan?

Untuk kalian yang ingin memesan hotel di Batu melalui Traveloka, kalian bisa memesannya DI SINI. Traveloka menyediakan pilihan hotel yang lengkap di seluruh Indonesia, bahkan di dunia. Temukan berbagai kemudahan memesan hotel melalui aplikasi traveloka.

Setelah melakukan pembayaran dan mendapat kepastian mengenai tempat kami menginap melalui email balasan dari Traveloka, saya pun menunjukkan email tersebut pada teman-teman saya. Kini sudah tidak ada lagi yang bisa menahan kami untuk bisa pergi ke Batu.

Malam sudah mulai larut dan mata pun sudah semakin lelah. Saya segera pamit undur diri untuk beristirahat kepada teman-teman sebab saya tidak ingin telat bangun esok hari. Saya yakin, Batu sudah siap menyambut kami.

Ingat ya, kalau pesan hotel, lewat Traveloka aja ya 🙂

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.