6 Pantai Cantik di Pulau Kei Kecil & Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

Adalah sebuah pelanggaran berat apabila kalian membicarakan keindahan pantai-pantai di Indonesia namun kalian tidak menyertakan pantai-pantai yang ada di Maluku Tenggara ke dalamnya, secara khusus Pulau Kei Kecil dan sekitarnya. Ibarat sedang membicarakan sepak bola Indonesia, kalian itu tidak menyertakan Bambang Pamungkas di dalamnya. Pasti ada yang kurang.

Ya, pantai-pantai di Pulau Kei, pulau yang menjadi tempat kelahiran dari John Refra alias John Kei, memang sangat indah. Putih dan lembutnya pasir, gradasi biru laut yang menggoda, indahnya nyiur yang melambai, semua ada di Pulau Kei Kecil dan sekitarnya ini. Keindahan-keindahan yang saya sebutkan tadi semakin disempurnakan dengan adanya aktivitas lokal dan keramahan yang mereka berikan kepada pengunjung.

Buat kalian yang ingin berkunjung ke Pulau Kei Kecil dan menikmati pesona pantainya, berikut ini 6 pantai paling eksotis rekomendasi dailyvoyagers yang wajib kalian kunjungi:

lokasi pantai yang wajib kalian kunjungi kala bermain ke Pulau Kei Kecil

Pantai Ngurbloat

Dalam bahasa Kei, Ngur memiliki arti pasir, sedangkan Bloat memiliki arti panjang. Jadi nama lain dari pantai Ngurbloat adalah Pantai Pasir Panjang. Bukan tanpa alasan pantai ini diberi nama seperti itu. Pantai ini memiliki bentangan garis pantai sejauh 5 KM. Cukup panjang, bukan? Hal itulah yang melatarbelakangi pemberian nama pasir panjang.

Selain garis pantainya yang cukup panjang, adalagi keunggulan pantai ini yang tidak bisa kalian temukan di Indonesia. Pantai Ngurbloat memiliki pasir putih terhalus di Indonesia. Menurut beberapa sumber di dunia maya, bahkan pasir di Pantai Ngurbloat ini merupakan yang terhalus nomor 2 di dunia. Luar biasa bukan, dari sekian banyak pantai di dunia, pantai dengan pasir putih terhalus nomor dua ada di Indonesia.

Waktu paling baik untuk menikmati keindahan pantai di bagaian barat Pulau Kei Kecil ini adalah ketika senja hendak tiba. Lembayung yang timbul di ujung horison membuat luisan alam nan cantik yang memanjakan mata. Untuk kalian yang ingin merasakan keindahan Pantai Ngurbloat tapi tidak ingin jauh dari penginapan, kalian bisa menginap di Penginapan Villa Monica yang jaraknya hanya 2 menit dari pantai.

Biaya masuk: GRATIS

Benatangan garis Pantai Ngurbloat yang begitu panjang

Sudut pandang lainnya dari Pantai Ngurbloat

Senja di Dermaga Pantai Ngurbloat

Suasana romantis kala senja di Pantai Ngurbloat

Pantai Ngursarnadan

Pantai ini masih bersaudara dekat dengan Pantai Ngurbloat sebab Pantai Ngursarnadan masih satu garis pantai  dengan Pantai Ngurbloat. Letak Pantai Ngursarnadan ini tidak jauh dari dari Desa Ohoililir, kurang lebih 18 KM dari bandar udara yang berada di Langgur.

Sama seperti di Pantai Ngurbloat, untuk bermain di pantai ini kalian tidak memerlukan alas kaki sebab pasir pantainya terlalu halus untuk melukai kaki kalian. Keramahan hati warga Pulau Kei kecil pun terlalu baik untuk melukai hati kalian. Entah mengapa, Pantai Ngursarnadan begitu romantis untuk saya.

Di sekitar pantai Ngursarnadan ini juga terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa kamu sewa kala berkunjung ke Pulau Kei Kecil.

Biaya masuk: GRATIS

Kala pagi menyapa di Pantai Ngursarnadan

Pantai Ngursarnadan dilihat dari atas

Sudut indah lainnya dari Pantai Ngursarnadan

Lembayung berhasil tertangkap di pantai

Pantai Ohoidertawun

Dalam bahasa Kei, Ohoi memiliki arti kampung, sedangkan dertawun saya tidak tahu artinya  *maaf ya, kalau kalian tahu kalian boleh komen di kolom komentar lho*. Pantai ini lagi-lagi berpasir putih seperti 2 pantai yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Tidak seperti Pantai Ngurbloat dan Pantai Ngursarnadan, pantai ini “terlalu kekinian” untuk saya. Terdapat ayunan instagramable di pinggir laut dari pantai ini. Beberapa gazebo juga terlihat berjajar rapi di pinggir pantai yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung untuk beristirahat. Sepertinya pantai ini memang benar-benar dipersiapkan untuk “ramah” wisatawan.

Yang menarik dari pantai ini adalah meti, atau dalam bahasa Indonesia itu artinya surut. Saat sedang surut, air di pantai ini bisa hilang sejauh 200 meter ke arah laut dan kekosongannya ini membentang sejauh 3 KM. Ketika peristiwa itu terjadi, kalian bisa berjalan dengan bebasnya di atas lautan yang surut tersebut.

Nah, kalau sudah seperti itu, kalian bisa berjalan ke arah karst atau tebing yang tidak jauh dari pantai ini. Di sana terdapat lukisan leluhur dari jaman dulu yang berwarna kemerahan seperti telapak tangan, hewan dan juga gambar matahari. Untuk yang mau menikmati lukisan tersebut dengan berjalan kaki, pastikan pantainya sedang meti. Jangan sampai kalian berjalan, lalu saat hendak kembali lautnya pasang 🙂

Biaya masuk: GRATIS

Pantai Ohoidertawun

Ini loh yang namanya meti alias laut surut

Contoh lukisan leluhur yang ada di dinding tebing. Pic via ini

Pantai Madwaer

Jika kalian bertanya pantai apa yang paling sepi, jawabannya adalah Pantai Madwaer. Untuk kalian yang butuh ketenangan yang disandingkan dengan keindahan, Pantai Madwaer adalah jawaban yang tepat. Terletak agak jauh di selatan Pulau Kei Kecil (dekat Ohoidertutu), tidak seperti 3 Pantai sebelumnya yang ada di barat Pulau Kei Kecil, (mungkin) membuat pantai ini sepi dari peminat.

Selain biru lautnya yang memesona, pantai ini dilengkapi dengan pohon-pohon kelapa yang tumbuh melengkung. Kalau umumnya pohon kelapa tumbuh tinggi menjulang ke atas, di Madwaer ini pohon kelapanya tumbuh dulu ke depan barulah kemudian ke atas sehingga membentuk sebuah lengkungan yang unik.

Sebelum mampir ke Pantai Madwaer, ada baiknya kalian mampir terlebih dahulu ke Goa Hawang dan juga Kolam Pemandian Evu.

Biaya masuk: GRATIS

Pantai Madwaer. Pic via ini

Salah satu pohon kelapa tidur di Pantai Madwaer. Pic via ini

Pantai Ngurtavur

Jika 4 pantai sebelumnya bisa ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil, pantai yang satu ini harus ditempuh dengan menggunakan perahu motor sebab letaknya yang berada di tengah laut. Dalam Bahasa Kei, Ngur artinya pasir sedangkan Tavur artinya timbul. Ya, Pantai ini adalah Pantai Pasir Timbul di tengah laut yang akan muncul apabila laut surut dan akan tenggelam bila lautnya pasang.

Untuk bisa ke pantai Ngurtavur, kalian harus menyeberang dari Pantai Ngilngof yang bertetangga dengan Ngurbloat. seperti namanya, di pantai ini hanya ada pasir yang timbul saja, tidak ada pepohonan yang bisa melindungi kalian dari sengatan sinar matahari. Namun keindahan yang ditawarkan di pantai kosong inilah yang membuat banyak orang berlomba-lomba untuk berkunjung dan mengabadikan momen di sini.

Waktu paling baik untuk mengunjungi Pantai Ngurtavur adalah bulan Oktober. Kenapa? Sebab pada bulan ini terdapat banyak burung pelikan yang akan berjemur di atas pantai ini. Jumlahnya bisa sampai ratusan ekor. Buat kalian para fotografer, pastinya momen ini merupakan momen yang sayang untuk dilewatkan. Biaya masuk pantai ini adalah Rp 200.000 per kapal. Siapa yang berjaga di atas pulau kosong ini? Tenang, ada kapal patroli warga lokal kok yang dengan penuh sukacita akan menghampiri kalian untuk menarik biaya masuk 🙂

Berpose di atas Pantai Ngurtavur

Bentangan Pantai Ngurtavur

Beberapa pulau kecil yang ada di seberang Pantai Ngurtavur

Bagian ujung dari Pantai Ngurtavur yang mulai pasang

Pantai Adranan

Jauh ke arah utara Pulau Kei Kecil, di sanalah tersimpan harta karun berhaga lainnya berupa pantai yang cantik bernama Pantai Adranan. Letaknya tidak begitu jauh dari Pulau Bair, lebih tepatnya di Pulau Adranan, yang bisa ditempuh dengan waktu 30 menit dari Dula dengan menggunakan perahu motor.

Pantai yang memiliki nama yang sama dengan pulau dimana ia berada, Adranan, memiliki warna laut yang begitu biru bak kristal yang baru saja dipoles dan pasir pantai yang juga sangat putih. Berada di atas pulau yang hanya seukuran dengan 3x lapangan futsal membuat setiap sudut pantai Adranan bisa dengan mudah dijelajahi. Persiapkan tenagamu untuk berkeliling pantai ini dan persiapkan hatimu untuk mengagumi keindahan yang ditawarkannya.

Biaya masuk: GRATIS

Di salah satu sudut Pulau Adranan

Menatap Masa Depan. *apasih*

Tidak mungkin sudah sampai di pantai namun tidak berenang, kan?

Warna kristalnya yang begitu menggoda

*****

Itu tadi 6 pantai di Pulau Kei Kecil dan sekitarnya yang bisa atau bahkan wajib kalian kunjungi saat berkunjung ke Pulau Kei. Ingin ke Kei tapi belum punya itinerary dan belum tahu rincian biayanya? Tenang saja, dailyvoaygers sudah menyiapkannya untuk kalian. Untuk rincian kegiatan selama di Pulau Kei, kalian bisa membacanya DI SINI. Sedangkan untuk rincian biayanya, kalian bisa membacanya DI SINI.

Terima kasih ya sudah mampir untuk membaca dan membayangkan keindahan pantai-pantai di Pulau Kei Kecil melalui postingan ini. Selamat jalan-jalan 🙂

The three great elemental sounds in nature are the sound of rain, the sound of wind in a primeval wood, and the sound of outer ocean on a beach.
–Henry Beston

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Darius Go Reinnamah

Seorang pria yang sedang terus belajar menulis. Alasan menulisnya simple saja, karena "tertampar" oleh kalimat dari Pramoedya yang berbunyi: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.